Cuma Rp15 Ribu, Penginapan di Terminal Pulogebang Jadi Rebutan Pemudik, Begini Fasilitasnya
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Bagi para pemilir yang melintasi Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, ada fasilitas yang kini tengah menjadi primadona.
Penginapan khusus bagi pemilik tiket bus di terminal ini dilaporkan selalu diserbu pengunjung, baik selama periode arus mudik maupun arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 H.
Tingginya antusiasme masyarakat membuat tempat istirahat ini nyaris tidak pernah sepi. Komandan Regu Operasional Terminal Pulogebang, Daryanto, mengonfirmasi bahwa ketersediaan kamar selalu habis dipesan.
"Sejak awal arus mudik sampai saat ini, penginapan khusus pemegang tiket di sini selalu full. Bahkan, di luar liburan," ujar Daryanto saat ditemui di lokasi, Sabtu (28/3).
Fasilitas ini menyediakan total 25 kamar yang terbagi secara spesifik, yakni 17 kamar untuk pria dan 8 kamar untuk wanita. Uniknya, meskipun membawa pasangan sah, aturan di sini mewajibkan pemisahan area menginap.
"Semuanya ada 25 kamar di dua gedung terpisah. Untuk suami istri juga dipisah dan anak kecil ikut dengan salah satu orang tuanya," jelas Daryanto.
Daya tarik utama penginapan ini tentu saja harganya yang sangat miring. Hanya dengan membayar Rp15.000, pemilir sudah bisa beristirahat dengan durasi maksimal 24 jam.
Harga ini dinilai sangat membantu bagi mereka yang harus transit lama atau tiba di Jakarta pada waktu yang tidak terduga.
Terkait fasilitas, Fachrul selaku penjaga penginapan menyebutkan bahwa pengunjung sudah mendapatkan kasur dipan, ruangan dengan AC sentral, serta keamanan yang dipantau melalui CCTV. Namun, untuk urusan kebersihan badan, pengunjung harus mengeluarkan biaya tambahan.
"Untuk kamar mandi, hanya berbayar Rp5.000," tambah Daryanto.
Mayoritas tamu yang datang merupakan pemilir asal berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera yang masuk ke Jakarta pada malam hari.
"Biasanya, mereka yang datang dari Jawa dan Sumatera sampai di Jakarta malam, atau untuk istirahat, atau sekadar transit sambil menunggu keberangkatan," ungkap Daryanto.
Bagi Anda yang berminat, proses pendaftarannya pun tergolong mudah meski masih menggunakan sistem manual. Suheri, petugas lainnya di terminal, menjelaskan bahwa calon pengunjung cukup menyiapkan dokumen identitas dan tiket perjalanan.
"Mereka cukup datang dengan membawa tiket dan KTP, kemudian bayar. Untuk durasi menginapnya, tercatat di data sentral, sehingga mempermudah pemilir yang hendak mengantre untuk menginap," ujar Suheri. (ant/dpi)
Load more