Jaksa Wira Jadi Sorotan: Dari Pernyataan “Editing Gratis” di Kasus Amsal Sitepu hingga Kepemilikan Harta Rp2 Miliar Ikut Terbongkar
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan mark up video profil desa yang menjerat Amsal Christy Sitepu terus bergulir dan menjadi perhatian publik. Di tengah polemik tersebut, nama Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wira Arizona ikut terseret ke sorotan setelah muncul pernyataan terkait jasa editing video yang disebut bernilai Rp0.
Pernyataan itu memicu perdebatan luas, terutama di kalangan pelaku industri kreatif. Tak hanya itu, publik juga mulai menyoroti profil, perjalanan karier, hingga harta kekayaan Wira yang kini bertugas di Kejaksaan Negeri Kabupaten Karo.
Pernyataan “Editing Gratis” Picu Polemik
Perkara ini bermula dari pengakuan terdakwa Amsal Christy Sitepu dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI pada 30 Maret 2026.
Amsal menyoroti kejanggalan dalam proses hukum yang menimpanya. Ia menyebut bahwa auditor dan jaksa menganggap sejumlah komponen produksi video seperti editing, dubbing, hingga perlengkapan syuting tidak memiliki nilai atau dihitung Rp0.
Pernyataan tersebut langsung menjadi viral dan menuai kritik, terutama karena dianggap tidak mencerminkan realitas biaya dalam industri produksi video.
Dalam kasus ini, Wira Arizona bertindak sebagai JPU yang menuntut Amsal dengan hukuman dua tahun penjara, denda Rp50 juta subsider kurungan, serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp202 juta.
Duduk Perkara Kasus Amsal Sitepu
Kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri Karo ini merupakan bagian dari perkara besar terkait pengelolaan dana desa di sektor komunikasi dan informatika.
Proyek tersebut mencakup pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dengan rentang anggaran tahun 2020 hingga 2023.
Total kerugian negara dalam keseluruhan perkara diperkirakan mencapai Rp1,8 miliar. Namun, nilai kerugian yang dituduhkan kepada Amsal Sitepu merupakan yang paling kecil, yakni Rp202 juta.
Penanganan perkara ini terbagi dalam beberapa berkas berbeda, tergantung pada pihak ketiga atau rekanan yang terlibat dalam proyek.
Profil dan Jejak Karier Wira Arizona
Wira Arizona merupakan jaksa muda yang meniti karier relatif cepat di lingkungan kejaksaan.
Ia merupakan lulusan Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXIX Gelombang II Tahun 2022. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, ia resmi dilantik sebagai Ajun Jaksa Madya.
Kariernya dimulai dengan penugasan di Kejaksaan Negeri Aceh Jaya sebelum akhirnya dipindahkan ke Kejaksaan Negeri Karo.
Sejak 2023, Wira aktif sebagai jaksa fungsional di Karo. Setahun kemudian, tepatnya pada 2024, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Penuntutan, Upaya Hukum Luar Biasa, dan Eksekusi pada Seksi Pidana Khusus.
Dalam perannya tersebut, Wira telah menangani berbagai perkara, khususnya yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi di wilayah Sumatera Utara.
Salah satu kasus yang pernah ditanganinya adalah perkara terkait penerimaan uang denda, uang pengganti, dan biaya perkara atas nama Radius Tarigan.
Harta Kekayaan Wira Tembus Rp2 Miliar
Selain rekam jejak karier, perhatian publik juga tertuju pada laporan harta kekayaan Wira Arizona.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2024, total kekayaan Wira tercatat sebesar Rp2.016.093.045.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp1,4 miliar.
Berikut rincian harta kekayaan Wira:
Tanah dan Bangunan: Rp1.182.000.000
-
Tanah dan bangunan di Kabupaten Tapanuli Selatan senilai Rp1 miliar (hibah tanpa akta)
-
Tanah di Kabupaten Batu Bara senilai Rp182 juta
Alat Transportasi dan Mesin: Rp590.000.000
-
Mobil Pajero Dakar tahun 2022 (hibah tanpa akta)
Harta Bergerak Lainnya: Rp150.000.000
Kas dan Setara Kas: Rp94.093.045
Kenaikan nilai kekayaan ini terjadi dalam kurun waktu relatif singkat sejak laporan awal pada Maret 2023 yang mencatat total harta sebesar Rp1,36 miliar.
Sorotan Publik dan Transparansi Penanganan Kasus
Kombinasi antara pernyataan kontroversial dalam persidangan dan data kekayaan yang meningkat membuat sosok Wira Arizona menjadi bahan perhatian publik.
Kasus Amsal Sitepu kini tak hanya menjadi perdebatan hukum, tetapi juga memicu diskusi lebih luas soal transparansi, profesionalitas, dan pemahaman terhadap sektor industri kreatif dalam proses penegakan hukum.
Isu ini juga menyoroti pentingnya keselarasan antara pendekatan hukum dan realitas lapangan, terutama dalam perkara yang melibatkan jasa kreatif dan teknologi digital. (nsp)
Load more