News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Rencanakan Rekrut Lulusan SD Besar-besaran sebagai Tenaga Teknis di Lapangan

Dalam pidatonya, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) mengungkap rencana ingin menggunakan para lulusan SD untuk kebutuhan tenaga teknis lapangan.
Rabu, 1 April 2026 - 20:46 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM)
Sumber :
  • Istimewa

Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) kembali membuat gebrakan baru. Kali ini ia menyoroti persoalan tenaga teknis lapangan.

KDM menyampaikan gebrakannya saat berpidato dalam apel pagi di Gedung Sate, Senin (30/3/2026). Agenda itu menciptakan suasana silaturahmi minggu kedua Syawal 1447 Hijriah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesempatan itu, KDM mengungkapkan salah satu poin pentingnya. Ia berencana untuk melakukan rekrutmen besar-besaran tenaga teknis lapangan pada periode 2026-2027.

KDM akan menyasar rekrutmen tenaga teknis lapangan kepada lulusan SD. Ia membandingkan kualitas mereka tidak kalah saing dengan tamatan SMA hingga S3.

"Kita mempunyai banyak doktor di kantor, tetapi tidak ada yang bisa memperbaiki lampu jalan (PJU)," ujar KDM dalam pidatonya diunggah melalui video dikutip, Rabu (1/4/2026).

KDM Singgung Rekrutmen Tenaga Kerja Didasari Stratifikasi Pendidikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) ungkap rencana rekrut tamatan SD sebagai tenaga teknis yang kerja nyata di lapangan
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) ungkap rencana rekrut tamatan SD sebagai tenaga teknis yang kerja nyata di lapangan
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel

Lebih lanjut, KDM menyoroti persoalan stratifikasi pendidikan. Banyak tenaga kerja direkrut hanya berfokus pada persoalan tingkat pendidikan.

KDM memahami semakin tinggi ijazah pendidikan dipercaya memiliki keahlian lebih. Ia mencontohkan tenaga kerja di Jabar didominasi dari lulusan SMA, S1, S2, bahkan S3.

Fenomena ini dampak dari fokus utama pemerintah hanya melihat dari tingkat pendidikan. Akan tetapi, menurutnya, penentu kualitas kinerja bukan hanya berasal dari stratifikasi.

"Kenapa pemerintah ini hal-hal yang teknisnya tidak terurus? Karena pemerintah mengandalkan pada stratifikasi pendidikan S1, S2, S3, tapi yang jadi tukang sapu tidak ada," paparnya.

Ia menyinggung kinerja tenaga kerja dari lulusan SMA hingga S1. Ia berpendapat kebanyakan hanya sebatas memberikan laporan foto kepada atasannya.

KDM menegaskan bahwa, fenomena ini sering terjadi. Bukannya bekerja, tetapi mereka pilih sengaja tidak terjun langsung ke lapangan.

Ia menyayangkan pemerintah terlalu fokus pada stratifikasi pendidikan, mulai dari S1 hingga S3. Namun urusan teknis di lapangan kerap kali terabaikan di Jabar.

"Sekarang diganti SMA, strata dua, dia harus S3, lha honor ASN kapan kerjanya? Hanya difoto ke pimpinan biar kelihatan kerja di lapangan. Saya tahu kok, tapi sungai-sungainya nggak diurus. Ini yang harus dipersingkat," sentil KDM.

Mantan Bupati Purwakarta ini mencontohkan minimnya tenaga teknis di lapangan. Hal ini menyebabkan berkah alam di Jabar tidak dikelola dengan baik.

Kata dia, Jabar sebagai provinsi memperoleh keberkahan alam yang tinggi. Selama empat tahun terakhir, Jabar tidak mengalami kemarau panjang.

Sayangnya minimnya tenaga teknis menyulitkan pengelolaannya. Bagi dia, hal ini sangat diperlukan terutama dalam mengelola hasil alamnya.

"Apa problemnya? Problemnya adalah saluran air PSD kehilangan kalcer. Apa itu? Biasanya yang mengurus air, nungguin danau, sungai, makin ke sini makin nggak ada, kenapa? Karena negaranya menggunakan standar pendidikan," terangnya.

Dedi Mulyadi Sebut Rekrut Lulusan SD Jadi Solusi

Maka dari itu, Dedi Mulyadi tidak ingin hal tersebut berlarut-larut. Ia mempercayai lulusan SD yang mempunyai keterampilan dapat direkrut sebagai tenaga kerja.

Selain keterampilan, Gubernur Jabar itu mengatakan, perekrutan tamatan SD juga sebagai langkah efisiensi.

"Jadi, saya ingin rekrutmen (tenaga teknis lapangan) 2026-2027 dengan jumlah besar. Tapi, inginnya tenaga yang dibutuhkan di lapangan untuk efisiensi," tegasnya.

Tak hanya itu, ia mengatakan kebijakan merekrut tenaga teknis juga berdampak pada manajemen kinerja di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

Ia pun menginginkan tenaga substansi nantinya akan sedikit. Sementara, kebijakan ini akan memperbanyak tenaga teknis lapangan.

"Jadi, nanti di manajemen itu harus sedikit yang nyuruh. Nanti banyak yang kerja," lanjutnya.

Ia menuturkan sejumlah pekerjaan yang dimaksud untuk tenaga teknis yang bekerja nyata di lapangan. Salah satunya yakni divisi kebersihan dan pemeliharaan jalan.

Ia menyoroti kontraktor sebagai pihak menangani pemeliharaan jalan. Menurutnya, hal ini justru cenderung membutuhkan proses lebih panjang.

Kehadiran tenaga teknis lapangan diharapkan dapat menangani pemeliharaan jalan ke depannya. Minimal mereka akan rutin mengecek kondisi jalan.

Ia menambahkan, setidaknya pekerja teknis lapangan juga akan diarahkan untuk bekerja dalam bagian pengelolaan saluran air dan irigasi.

KDM meyakini kebijakan ini akan efektif. Hanya saja para tenaga teknis harus memperoleh gaji yang layak sebagai upah kontribusi hingga bentuk penghargaan terhadap mereka.

KDM menyampaikan gaji yang dijanjikan untuk para tenaga teknis lapangan. Pemprov Jabar setidaknya mengguyurkan gaji sekitar Rp4,2 juta per bulan demi mempertahankan kesejahteraan mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Gaji kita gede lho Rp4,2 juta. Mereka kerja setiap hari Rp150 ribu. Di kampung cuma Rp120 ribu, kadang Rp100 ribu. Kalau kita kasih Rp4,2 juta, sejahtera mereka," ucapnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Menakar Dampak Ekonomi Usai AS-Iran Sepakat Damai, DPR Sorot Peluang Harga BBM Turun dan Nilai Tukar Menguat

Menakar Dampak Ekonomi Usai AS-Iran Sepakat Damai, DPR Sorot Peluang Harga BBM Turun dan Nilai Tukar Menguat

Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, menilai MoU kesepakatan damai antara AS dan Iran mestinya memberikan dampak perbaikan ekonomi yang luas, termasuk untuk Indonesia.
Beri Ruang Difabel untuk Berkarya dan Mandiri, Pertamina Patra Niaga Buka Program Perintis hingga Difabelpreneur

Beri Ruang Difabel untuk Berkarya dan Mandiri, Pertamina Patra Niaga Buka Program Perintis hingga Difabelpreneur

Pertamina Patra Niaga membuka berbagai program Community Involvement & Development (CID) yang dijalankan di berbagai wilayah operasional untuk merangkul difabel.
Piala Dunia 2026: Reaksi Mengejutkan Carlo Ancelotti Usai Brasil Menang 3-0 atas Haiti, Sebut Selecao Banyak Kekurangan

Piala Dunia 2026: Reaksi Mengejutkan Carlo Ancelotti Usai Brasil Menang 3-0 atas Haiti, Sebut Selecao Banyak Kekurangan

Brasil meraih kemenangan meyakinkan saat hadapi Haiti pada laga kedua Grup C Piala Dunia 2026, Sabtu (20/6/2026). Tim Samba tutup pertandingan dengan skor 3-0.
Posisi PDIP di Pemerintah Dipertanyakan, Deddy Sitorus Heran Ada Pihak yang Nyinyir

Posisi PDIP di Pemerintah Dipertanyakan, Deddy Sitorus Heran Ada Pihak yang Nyinyir

Deddy menilai partai yang diketuai Menteri ESDM Bahlil Lahadalia itu sebaiknya fokus mengurus masalah pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah.
PKB Sebut Ambang Batas Parlemen Idealnya 5 sampai 7 Persen

PKB Sebut Ambang Batas Parlemen Idealnya 5 sampai 7 Persen

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) angkat bicara terkait level ambang batas parlemen atau parliamentary threshold yang dianggap ideal.
Dua Remaja di Tambora Kedapatan Bawa Tembakau Sintesis

Dua Remaja di Tambora Kedapatan Bawa Tembakau Sintesis

​Kasubag Binkar Polres Metro Jakarta Barat Kompol Anggoro Winardi mengatakan kedua remaja tersebut terjaring di Jalan Tubagus Angke, tepatnya di depan Rumah Pompa Wijaya Kusuma, Tambora.

Trending

Presiden Prabowo Dukung Indonesia Jadi Host FIFA ASEAN 2026, Siapkan Surat Resmi ke FIFA

Presiden Prabowo Dukung Indonesia Jadi Host FIFA ASEAN 2026, Siapkan Surat Resmi ke FIFA

Pemerintah Indonesia secara serius membidik posisi sebagai tuan rumah penyelenggaraan turnamen FIFA ASEAN yang direncanakan pada September hingga Oktober 2026. 
Blak-blakan Striker Belanda Keturunan Depok Ini Beri Update soal Naturalisasi ke Timnas Indonesia

Blak-blakan Striker Belanda Keturunan Depok Ini Beri Update soal Naturalisasi ke Timnas Indonesia

Striker VVV-Venlo, Dean Zandbergen, kembali memberikan update terbaru terkait peluangnya untuk membela Timnas Indonesia. Akui belum ada perkembangan berarti.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 21 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 21 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Tanggal 21 Juni 2026 diprediksi menjadi salah satu momentum paling panas dalam pergerakan energi keuangan bagi beberapa zodiak. Ini zodiak yang bercuan deras.
Presiden Prabowo Beri Lampu Hijau: Dukung Penuh Naturalisasi Demi Kejayaan Sepak Bola Nasional

Presiden Prabowo Beri Lampu Hijau: Dukung Penuh Naturalisasi Demi Kejayaan Sepak Bola Nasional

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh segala upaya yang bertujuan memajukan prestasi sepak bola Indonesia, termasuk dalam hal naturalisasi pemain keturunan. 
Target 10 Juta Peserta, Dedi Mulyadi Gunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk Perangi Kemiskinan

Target 10 Juta Peserta, Dedi Mulyadi Gunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk Perangi Kemiskinan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menetapkan target ambisius untuk melindungi 10 juta pekerja informal dan kelompok rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. 
John Herdman Bisa Dapat 3 Amunisi Baru, Timnas Indonesia Berpotensi Makin Ngeri di Piala AFF 2026

John Herdman Bisa Dapat 3 Amunisi Baru, Timnas Indonesia Berpotensi Makin Ngeri di Piala AFF 2026

Timnas Indonesia berpeluang mendapat tambahan kekuatan untuk Piala AFF 2026. Selain Luke Vickery dan Mitchell Baker, ada 3 nama yang bisa jadi kejutan.
Lensa Berbicara: Detik-detik Roy Suryo dan Dokter Tifa Dibawa ke RS Polri, Pendukung Gedor Mobil Tahanan

Lensa Berbicara: Detik-detik Roy Suryo dan Dokter Tifa Dibawa ke RS Polri, Pendukung Gedor Mobil Tahanan

Pakar telematika Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa dibawa dari Rumah Tahanan Polda Metro Jaya menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.
Selengkapnya

Viral