Lebih dari 3,5 Juta Orang Singgah di Masjid Ramah Pemudik 2026, Didominasi oleh Pemotor
- Dok. Kemenag
Abu Rokhmad berharap capaian positif ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan di masa mendatang. Ia menilai program tersebut berpotensi menjadi model layanan keagamaan yang berkelanjutan dan relevan.
“Ke depan, kita ingin masjid semakin hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat momentum Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menambahkan bahwa peningkatan jumlah pemudik juga dipengaruhi kesiapan fasilitas dan kualitas layanan di masjid yang terlibat.
Ia menyebutkan, pengguna sepeda motor mendominasi pemanfaatan layanan sebesar 54 persen, diikuti mobil 45 persen, dan moda transportasi lainnya 1 persen.
“Data yang kami himpun ini merupakan hitungan sementara dari masjid yang terdata dalam program Masjid Ramah Pemudik. Secara faktual di lapangan, jumlah pemudik yang singgah diperkirakan lebih besar,” ujar Arsad.
Ia menjelaskan, data tersebut belum mencakup seluruh masjid di rest area jalan tol yang juga melayani pemudik dalam jumlah besar.
“Masjid di rest area tol memiliki tingkat kunjungan yang cukup tinggi, namun belum seluruhnya masuk dalam rekapitulasi data ini. Karena itu, secara keseluruhan angka pemanfaatannya berpotensi lebih besar,” tambahnya.
Menurut Arsad, tingkat kepuasan pemudik terhadap layanan ini tergolong tinggi. Hal tersebut terlihat dari ketersediaan fasilitas dasar seperti toilet bersih, air wudu, tempat ibadah, serta area parkir yang memadai.
Ia berharap program ini terus diperluas melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan media dan masyarakat, agar manfaatnya semakin dirasakan luas.
“Program ini bukan hanya tentang layanan fisik, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tandasnya. (rpi)
Load more