News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

LPG 3 Kg Dijual Bebas, DPR Bongkar Fakta 69% Subsidi Dinikmati Orang Mampu

LPG 3 kg dijual bebas jadi sorotan DPR. Sebanyak 69% subsidi dinikmati orang mampu, dorong reformasi dan sistem biometrik agar tepat sasaran.
Rabu, 8 April 2026 - 14:57 WIB
Ilustrasi LPG 3 kg
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com -Ā Penyaluran LPG 3 kilogram kembali menjadi sorotan tajam. DPR menilai praktik penjualan bebas LPG subsidi menjadi penyebab utama kebocoran anggaran negara, karena justru lebih banyak dinikmati kelompok masyarakat mampu.

Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, menegaskan bahwa skema subsidi LPG saat ini belum tepat sasaran. LPG 3 kg yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin, dalam praktiknya dapat dibeli oleh siapa saja tanpa pembatasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

ā€œKetidaktepatan subsidi LPG karena LPG 3 kg yang menjadi barang subsidi diperdagangkan secara bebas. Semua orang, termasuk yang di desil atas tetap bisa membelinya,ā€ ujar Said, Rabu (8 April 2026).

LPG 3 Kg Dijual Bebas Jadi Akar Masalah

Fenomena LPG 3 kg dijual bebas di pasaran dinilai menjadi biang kerok utama kebocoran subsidi energi. Tanpa sistem kontrol yang ketat, distribusi LPG subsidi sulit diawasi dan rentan disalahgunakan.

Padahal, tujuan awal subsidi LPG adalah membantu masyarakat miskin dan rentan agar tetap mendapatkan akses energi dengan harga terjangkau. Namun realitanya, LPG 3 kg justru mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok ekonomi atas.

Kondisi ini memperlihatkan lemahnya pengawasan dalam distribusi energi bersubsidi di Indonesia.

Data Ungkap 69% Subsidi Dinikmati Kelompok Mampu

Said memaparkan data yang menunjukkan ketimpangan serius dalam penyaluran subsidi LPG. Mayoritas subsidi justru dinikmati oleh rumah tangga menengah ke atas.

Rinciannya:

  • Kelompok desil 6 hingga 10 (menengah ke atas): 69% subsidi

  • Kelompok miskin dan rentan: 31% subsidi

Data tersebut mempertegas bahwa LPG 3 kg yang dijual bebas telah melenceng jauh dari sasaran awal kebijakan subsidi.

Menurut Said, tingginya serapan subsidi oleh kelompok mampu tidak terlepas dari tingkat konsumsi energi yang lebih besar dibandingkan masyarakat miskin.

ā€œHal ini terjadi karena mereka yang berada di desil atas memiliki konsumsi lebih banyak dibandingkan dengan desil terkecil,ā€ jelasnya.

Beban Anggaran Negara Terus Membengkak

Kebocoran subsidi LPG bukan hanya soal ketidaktepatan sasaran, tetapi juga berdampak langsung pada beban anggaran negara. Tanpa pembenahan sistem, subsidi energi berpotensi terus membengkak dan tidak efisien.

Dalam kondisi harga energi global yang fluktuatif, tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semakin besar. Jika distribusi subsidi tidak diperbaiki, pemerintah akan terus mengalokasikan anggaran besar tanpa hasil yang optimal.

DPR Dorong Reformasi Skema Subsidi

Melihat kondisi tersebut, DPR mendorong pemerintah segera melakukan reformasi kebijakan subsidi LPG. Salah satu solusi yang diusulkan adalah mengubah sistem distribusi menjadi lebih tertutup dan berbasis data.

Artinya, tidak semua orang bisa lagi membeli LPG 3 kg secara bebas. Hanya masyarakat yang terdaftar dan memenuhi kriteria tertentu yang berhak mendapatkan subsidi.

Usulan Sistem Biometrik untuk Penyaluran LPG

Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah penggunaan teknologi biometrik dalam penyaluran LPG subsidi. Sistem ini dinilai dapat memastikan bahwa hanya penerima yang berhak yang bisa mengakses LPG 3 kg.

ā€œPenerima manfaat dapat menggunakan biometrik,ā€ tegas Said.

Dengan sistem ini, identitas penerima akan terverifikasi secara digital, sehingga potensi penyalahgunaan dapat ditekan. Selain itu, data penerima juga bisa diperbarui secara berkala untuk menjaga akurasi.

Reformasi Subsidi Dinilai Mendesak

Di tengah tekanan global dan ketidakpastian harga energi, reformasi subsidi menjadi langkah yang tidak bisa ditunda. DPR menilai perubahan kebijakan harus segera dilakukan agar subsidi benar-benar tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanpa langkah tegas, praktik LPG 3 kg dijual bebas akan terus berlangsung dan menyebabkan kebocoran anggaran dalam skala besar.

ā€œReformasi kebijakan subsidi energi harus segera dimulai,ā€ pungkas Said. (rpi/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Media Thailand Ungkap Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, PSSI Bergerak Diam-diam?

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Media Thailand Ungkap Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, PSSI Bergerak Diam-diam?

Tak ada angin tak ada hujan, media Thailand tiba-tiba membongkar kabar mengejutkan terkait Timnas Indonesia. Luke Vickery disebut sedang proses naturalisasi.
Liverpool Ambil Keputusan soal Masa Depan Arne Slot usai Dikalahkan PSG di Liga Champions

Liverpool Ambil Keputusan soal Masa Depan Arne Slot usai Dikalahkan PSG di Liga Champions

Liverpool dikabarkan sudah mengambil keputusan soal masa depan Arne Slot sebagai pelatih. Sang juru taktik semakin terpojok usai kekalahan 0-2 dari Paris Saint-Germain.
DOR! Siswa SMP di Siak Riau Tewas Terkena Ledakan Senapan Rakitan Saat Ujian Praktik di Sekolah

DOR! Siswa SMP di Siak Riau Tewas Terkena Ledakan Senapan Rakitan Saat Ujian Praktik di Sekolah

Seorang siswa kelas IX SMP Sains Tahfihz Islamic Center di Kabupaten Siak, Riau berinisial MA (15) meninggal dunia setelah mengikuti ujian praktik di sekolah.
Hansi Flick Tak Habis Pikir dengan Wasit usai Barcelona Dikalahkan Atletico Madrid 0-2 di Liga Champions

Hansi Flick Tak Habis Pikir dengan Wasit usai Barcelona Dikalahkan Atletico Madrid 0-2 di Liga Champions

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan reaksi atas keputusan wasit yang merugikan di laga kontra Atletico Madrid. La Blaugrana kandas dengan skor 0-2 setelah Pau Cubarsi dikartu merah.
Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Solo, Kamis 9 April: Ada Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska, LavAni Lawan Bhayangkara Presisi

Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Solo, Kamis 9 April: Ada Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska, LavAni Lawan Bhayangkara Presisi

Jadwal final four Proliga 2026 seri Solo hari ini, di mana langsung ada big match di sektor putra dan putri antara Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska dan LavAni melawan Jakarta Bhayangkara Presisi.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilaiĀ oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.

Trending

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
KDM Tidak Pandang Bulu Langsung Tindak Tegas, Terungkap Alasan Kepala Samsat Bandung Dinonaktifkan Sementara

KDM Tidak Pandang Bulu Langsung Tindak Tegas, Terungkap Alasan Kepala Samsat Bandung Dinonaktifkan Sementara

Nama Kang Dedi Mulyadi menjadi sorotan publik setelah adanya kabar Kepala Samsat Bandung dinonaktifkan sementara
Pemprov Jabar Cium Dugaan Pungli di Samsat Bandung, Ada Keluhan Tarif Rp 700 Ribu jadi Sorotan Dedi Mulyadi

Pemprov Jabar Cium Dugaan Pungli di Samsat Bandung, Ada Keluhan Tarif Rp 700 Ribu jadi Sorotan Dedi Mulyadi

Kabar adanya tarif mengurus pajak motor Rp 700 ribu menjadi viral di media sosial. Hal ini juga menuai sorotan Kang Dedi Mulyadi
Dipanggil Dedi Mulyadi, Pria yang Kritik Pelayanan Samsat Soekarno Hatta Sampaikan Saran Pembayaran PKB

Dipanggil Dedi Mulyadi, Pria yang Kritik Pelayanan Samsat Soekarno Hatta Sampaikan Saran Pembayaran PKB

Dedi Mulyadi memanggil pemuda bernama Lantang untuk dengarkan saran soal pembayaran pajak kendaraan bermotor, berharap proses di Samsat lebih mudah dan online.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, hingga Buru Konten Kreator yang Bongkar Pelanggaran Aturan PKB

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, hingga Buru Konten Kreator yang Bongkar Pelanggaran Aturan PKB

Dedi Mulyadi menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung per Rabu (8/4/2026), setelah pelanggaran tersebut terekspos dan viral di media sosial.
Selengkapnya

Viral