Pengusaha Tembakau Haji Her Diperiksa KPK, Ngaku Menginap di Hotel Mewah: “Saya Banyak Uang”
- Aldi Herlanda
Dalam kesempatan yang sama, Haji Her juga membantah mengetahui secara detail terkait perkara yang sedang diusut oleh KPK, khususnya yang berkaitan dengan dugaan praktik ilegal dalam penjualan pita cukai.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memahami duduk perkara kasus tersebut dan tidak memiliki keterkaitan dengan aktivitas yang sedang diselidiki.
Pernyataan ini menjadi bagian penting dari klarifikasi yang disampaikan Haji Her di hadapan penyidik, sekaligus untuk menegaskan posisinya sebagai pihak yang kooperatif.
KPK Sebut Pemanggilan Bagian dari Pengembangan Kasus
Sebelumnya, KPK telah mengonfirmasi bahwa pemanggilan terhadap Haji Her merupakan bagian dari pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menyatakan bahwa pemanggilan tersebut memang telah dijadwalkan. Namun, pada panggilan sebelumnya, Haji Her diketahui belum memenuhi undangan pemeriksaan.
“Benar bahwa sudah ada panggilan,” ujar Setyo di Gedung KPK beberapa waktu lalu.
KPK juga mengungkapkan bahwa penyidik memiliki pertimbangan tersendiri terkait langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pemanggilan ulang terhadap pihak-pihak yang dianggap relevan dalam kasus ini.
“Tentu ada pertimbangan penyidik, apakah kemudian dilakukan panggilan ulang, dijadwalkan kembali. Kita tunggu saja,” jelasnya.
Kasus DJBC Masih Terus Dikembangkan
Kasus dugaan korupsi di lingkungan DJBC hingga kini masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik. KPK terus mendalami berbagai kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk dari kalangan pengusaha.
Pemanggilan Haji Her menjadi salah satu langkah penting dalam mengurai jaringan yang diduga terlibat dalam praktik ilegal terkait pita cukai.
Meski belum ada pernyataan resmi mengenai status hukum Haji Her dalam perkara ini, pemeriksaannya menunjukkan bahwa penyidik tengah menelusuri berbagai alur yang berpotensi memperluas kasus.
Dengan proses hukum yang masih berjalan, publik kini menanti perkembangan selanjutnya dari KPK terkait pengusutan kasus yang menyeret sejumlah nama ini. (aha/nsp)
Load more