Ekonomi Diisukan Lemas, Seskab Teddy: Dua Kali Lebaran Pemerintahan Prabowo Tetap Stabil
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siegar
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah merespons keras narasi pesimistis terkait kondisi ekonomi nasional dengan menegaskan bahwa stabilitas tetap terjaga. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan daya beli masyarakat tidak terganggu, bahkan dalam momentum krusial seperti Lebaran.
Menurut Teddy, indikator paling nyata terlihat dari pengalaman dua kali Idulfitri selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang disebut berlangsung dalam kondisi stabil tanpa gejolak berarti.
“Yang paling penting ini, yang paling nyata, pemerintahan Pak Prabowo sudah dua kali melaksanakan Lebaran. Faktanya, buktinya, di dua kali itu kita alami bersama seluruhnya stabil,” kata Teddy, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Ia memaparkan, stabilitas tersebut tercermin dari sejumlah indikator utama yakni harga bahan pokok terkendali, pasokan mencukupi, distribusi bahan bakar minyak (BBM) aman, serta arus mudik yang berjalan lancar.
“Harga bahan pokok, kebutuhan pokok tersedia, harga-harga stabil, BBM tersedia, dan arus mudik lancar ya. Itu adalah fakta data yang tersedia di lapangan. Semua terukur di sini. Jadi masyarakat jangan khawatir,” jelas Teddy.
Pemerintah menjadikan data lapangan sebagai dasar untuk meredam kekhawatiran publik, sekaligus menegaskan bahwa kondisi ekonomi tidak seburuk yang dikhawatirkan sebagian pihak.
Dalam kesempatan yang sama, Teddy juga menyoroti maraknya analisis ekonomi yang dinilai tidak berbasis data. Ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak berubah menjadi narasi yang memicu kecemasan di masyarakat.
“Jadi saya kira boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat, silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi statement yang mengarah pada kecemasan, membuat orang cemas terhadap negeri ini ya. Semuanya stabil, semuanya terkendali, dan ya mari kita sama-sama untuk mencapai yang terbaik ke depan,” tutup Teddy.
Pernyataan ini menjadi penegasan sikap pemerintah bahwa menjaga kepercayaan publik menjadi sama pentingnya dengan menjaga stabilitas ekonomi itu sendiri, di tengah derasnya opini dan spekulasi yang beredar. (Agr/ree)
Load more