News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sengketa Lahan KAI di Tanah Abang Mencekam, Hercules dan GRIB Jaya Gugat Menteri, Gubernur Jakarta hingga Polda

Hercules Rosario Marshal dan ormas GRIB Jaya diajak ahli waris gugat perdata ke PN Jakarta Pusat imbas klaim kepemilikan sengketa lahan PT KAI di Tanah Abang.
Sabtu, 11 April 2026 - 22:22 WIB
Ketua Umum ormas GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal dan jajaran saat di lokasi sengketa lahan PT KAI di Tanah Abang
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Polemik sengketa lahan PT KAI di Tanah Abang semakin memanas. Hal ini menyusul dari debat panas Ketua Umum Ormas GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal dengan Menteri PKP, Maruarar Sirait.

Hercules dan ormas GRIB Jaya kini diajak oleh ahli waris, Sulaeman Effendi. Tujuannya mengajukan gugatan kepemilikan di bongkaran lahan seluas 34.690 meter persegi di Tanah Abang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihak tergugat dalam kasus klaim kepemilikan lahan ini, di antaranya PT KAI, Menteri Perhubungan (Menhub), BPN, Pemprov DKI Jakarta, Gubernur Jakarta hingga Polda Metro Jaya.

"Dia (PT KAI) di sana, bilang punya dia, kita punya versi juga bilang punya kita. Kita mendaftarkan ke pengadilan agar pengadilannya menentukan (lahan) punya siapa," ungkap Ketua Tim Hukum ormas GRIB Jaya, Wilson Colling di lokasi sengketa lahan di Tanah Abang dikutip, Sabtu (11/4/2026).

Ahli Waris Bersama Hercules dan GRIB Jaya Gugat Perdata

Hercules Rosario Marshal (kemeja kuning) bersama tim hukum ormas GRIB Jaya di lokasi sengketa lahan PT KAI di Tanah Abang
Hercules Rosario Marshal (kemeja kuning) bersama tim hukum ormas GRIB Jaya di lokasi sengketa lahan PT KAI di Tanah Abang
Sumber :
  • Istimewa

Wilson mengatakan, ahli waris bersama GRIB Jaya dan Hercules telah mengajukan gugatan secara perdata, Rabu (8/4/2026). Pengajuan itu terdaftar Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Wilson menjelaskan alasan mengajukan gugatan polemik ini. Hal ini berkaitan dengan adanya perbedaan terutama masalah klaim antara ahli waris dan pemerintah.

"Sudah daftar gugatan perbuatan bermotif melawan hukum. Dia yang mengeluarkan surat keputusan (kepemilikan lahan PT KAI)," terangnya.

Lebih lanjut, Wilson menuturkan alasan Polda Metro Jaya ikut tergugat dalam polemik ini. Sulaeman Effendi sempat mendapat pemanggilan oleh penyidik.

Kata dia, Polda Metro Jaya tergugat karena memanggil ahli waris. Sulaeman dipanggil berawal dari laporan PT KAI ke Polda Metro Jaya pada 5 Juni 2025.

Sulaeman mendapat surat panggilan pada 10 Maret 2026. Motifnya untuk menjadi saksi kedua kalinya sekaligus diperiksa atas dugaan Pasal 167 dan 385, 257, 502 KUHP pada 16 Maret 2026.

Ia menegaskan, ahli waris mendapat tendensi sekaligus cap kriminalisasi. Hal ini menyebabkan Polda Metro Jaya digugat dalam polemik ini.

"Kalau jika kami tidak daftarkan, ada tendensi kriminalisasi terhadap ahli waris," ucapnya.

Lanjut Wilson, sejumlah pasal ini berisi seputar keperdataan. Polisi tidak boleh melakukan tendensi kriminalisasi terhadap ahli waris.

"Hentikan tindakan-tindakan kriminalisasi itu," tegasnya.

GRIB Jaya dan Ahli Waris Bicara Klaim Kepemilikan Tanah

Ia mewakili ahli waris dan GRIB Jaya menyoroti pernyataan Menteri Ara. Ia berpendapat Menteri PKP belum mengetahui persoalan ini secara penuh.

Ia menyayangkan narasi dilontarkan Menteri Ara. Menurutnya, ucapan itu sangat tendensius terhadap Hercules dan GRIB Jaya.

"Dia mengatakan bahwa tanah ini adalah sudah ingkrah. Kalau orang hukum mengetahui ingkrah, itu berarti sudah memiliki kekuatan hukum tetap," katanya.

Adapun kepemilikan tanah ini harus melalui jalur yang berlaku. Ia menuturkan, pengajuan mulai dari tingkat pertama hingga Peninjauan Kembali (PK).

"Persoalan kasus ini, kenapa tidak ada gugatannya? Karena ahli waris menguasai fisik," lanjutnya.

Lahan yang menjadi persoalan seluas sekitar 34.690 meter persegi. Letaknya berada di kawasan bekas bongkaran di Tanah Abang.

Sengketa lahan ini meliputi sejumlah wilayah, antara lain Kelurahan Kebon Kacang dan Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

GRIB Jaya memastikan kliennya mempunyai dasar kepemilikan. Statusnya berupa Eigendom Verponding Nomor 946 Tahun 1923 dan atas nama Iljas Radjo Mentari.

Berdasarkan dari Pemberitahuan Mutasi ke-1 (PM1) dari Lurah pada 2007, ahli waris belum pernah menjual tanah tersebut, termasuk kepada KAI.

"Sulaeman Effendi merupakan ahli waris sah yang sampai saat ini masih pegang dokumen asli kepemilikan telah lebih dari satu abad," bebernya.

Lagi pula, dokumen kepemilikan itu mempunyai kekuatan hukum secara signifikan. Tidak ada proses pelepasan hak atau ganti rugi terhadap pemilik sebelumnya.

Ia menegaskan, klaim pemerintah mengenai tanah tersebut merupakan aset negara sama sekali belum mempunyai kekuatan dasar hukumnya.

Ia menyoroti sekaligus memberikan kritik mengenai Sertifikat Hak Pengelolaan (HPL) Nomor 5 dan 6 Tahun 2008 atas nama PT KAI yang terbit.

Penerbitan sertifikat HPL dinilai cacat secara yuridis. Ia menambahkan, sertifikat itu juga kurang mendasar jika berpacu pada aspek objek hukum (error in objecto).

"Itu tidak benar jika hak lahir tahun 2008 tidak melihat hak sejak 1923, apalagi tanpa proses hukum secara sah. Hal ini sebagai adanya indikasi pelanggaran prinsip dasar dalam hukum agraria," paparnya.

"Kami juga anak negara, yang kami bela juga adalah anak negara yang berjuang sudah bertahun-tahun. Seperti Ketua Umum (Hercules) mengatakan, kalau ini punya negara, kami kasih dan kami tetap terdepan mendukung program pemerintah," tegasnya.

Hercules Tepis Klaim Tanah Milik Negara

Sementara, Hercules menepis pernyataan dilontarkan Maruarar Sirait. Menteri PKP sebelumnya menyebut lahan di bongkaran itu merupakan milik negara.

Hercules menegaskan, lahan yang disengketakan adalah milik Sulaeman Effendi selaku ahli waris. Ia membantah klaim lahan tersebut milik PT KAI.

"Saya puluh-puluhan tahun di sini. Tanah ini bukan punya kereta api," ucap Hercules.

Adapun lahan tersebut, ia mengaku pernah disewa pihak swasta. Tujuannya untuk penggunaan usaha PT Aneka Beton.

Ia menambahkan, penyewaan tersebut berstatus Hak Pengelolaan Lahan (HPL) sampai 2017. Seusai itu, pemilik asal kembali memegang lahan dan ahli waris menguasai secara fisik.

Ia memberikan tantangan kepada KAI dan pemerintah. Setidaknya menampilkan bukti kepemilikan lahan tersebut milik negara, mulai dari hak pakai, HPL, serta asal-usulnya.

Hercules menegaskan, GRIB Jaya siap meninggalkan dan mengosongkan lahan. Hal ini berlaku apabila negara mempunyai bukti kuat secara otentik.

Diketahui, polemik ini bermula dari kedatangan Maruarar Sirait melakukan pengecekan lahan tersebut. Menteri Ara langsung memberikan pernyataan bahwa lahan itu milik negara.

Maruarar menjelaskan alasan kedatangannya. Hal ini sebagai mewujudkan tujuan Presiden Prabowo Subianto membangun 1.000 unit rumah susun untuk hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya datang kesini baik-baik, punya itikad baik terbuka. Saya jelaskan siapa saya. Tujuan saya mau membangun untuk rumah rakyat di sini. Jadi bukan untuk pengembang-pengembang dan sebagainya," kata Maruarar Sirait saat berdebat dengan Hercules.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siap-Siap Diserbu Rezeki, 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di Awal Juni 2026: Leo Panen Uang Kaget

Siap-Siap Diserbu Rezeki, 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di Awal Juni 2026: Leo Panen Uang Kaget

Memasuki awal Juni 2026, sejumlah zodiak diprediksi akan menikmati angin segar dalam urusan keuangan. Berikut 5 zodiak yang paling bercuan deras di awal bulan.
Ditinggal Yann Sommer, Kiper 32 Tahun Milik Lazio Tiba-tiba Kepincut Mau Gabung Inter Milan Musim Depan

Ditinggal Yann Sommer, Kiper 32 Tahun Milik Lazio Tiba-tiba Kepincut Mau Gabung Inter Milan Musim Depan

Bursa transfer musim panas menghadirkan banyak spekulasi menarik. Salah satunya melibatkan kiper Lazio, Ivan Provedel, yang dikabarkan masuk radar Inter Milan.
Rekap Hasil Final Singapore Open 2026: Fajar/Fikri Jadi Runner-up, An Se-young Juara

Rekap Hasil Final Singapore Open 2026: Fajar/Fikri Jadi Runner-up, An Se-young Juara

Rekap hasil final Singapore Open 2026, di mana Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus puas keluar sebagai runner-up.
Merasa Sedih Doa Belum Dikabulkan Allah SWT mungkin karena 2 Hal ini Belum Kamu Penuhi

Merasa Sedih Doa Belum Dikabulkan Allah SWT mungkin karena 2 Hal ini Belum Kamu Penuhi

Pendakwah Indonesia, Buya Yahya pernah menyampaikan adanya faktor doa-doa umat muslim belum dikabulkan Allah SWT.
Klasemen MotoGP 2026 usai GP Italia: Marco Bezzecchi Perkasa di Puncak, Aprilia Racing Dominasi Papan Atas

Klasemen MotoGP 2026 usai GP Italia: Marco Bezzecchi Perkasa di Puncak, Aprilia Racing Dominasi Papan Atas

Klasemen MotoGP 2026 usai GP Italia, di mana Marco Bezzecchi masih nyaman di puncak dan Aprilia Racing mendominasi papan atas.
Bursa Transfer Inter Milan: Bek Timnas Meksiko Akui Sempat Dilirik Nerazzurri, tapi Memilih Bertahan di Klub Gurem Italia

Bursa Transfer Inter Milan: Bek Timnas Meksiko Akui Sempat Dilirik Nerazzurri, tapi Memilih Bertahan di Klub Gurem Italia

Nama Johan Vasquez menjadi perbincangan jelang bursa transfer musim panas. Pemain milik Genoa tersebut mengaku sempat mendapat pendekatan dari Inter Milan.

Trending

Satresnarkoba Polres Pacitan Ungkap Jaringan Peredaran Obat Keras, 3 Orang Diamankan

Satresnarkoba Polres Pacitan Ungkap Jaringan Peredaran Obat Keras, 3 Orang Diamankan

Satresnarkoba Polres Pacitan menangkap tiga orang terduga pelaku pemakai sekaligus pengedar narkotika jenis obat-obatan.
Media Italia Bocorkan Kondisi Cedera Jay Idzes yang Resmi Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Media Italia Bocorkan Kondisi Cedera Jay Idzes yang Resmi Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Kapten sekaligus tembok kokoh lini belakang Timnas Indonesia Jay Idzes dipastikan bakal absen memperkuat skuad Garuda dalam agenda uji coba internasional FIFA -
Timnas Indonesia Siap Guncang FIFA Matchday, Bintang Grade A Liga Jerman Sudah di Jakarta dan Bakal Bela Garuda

Timnas Indonesia Siap Guncang FIFA Matchday, Bintang Grade A Liga Jerman Sudah di Jakarta dan Bakal Bela Garuda

Timnas Indonesia mulai kedatangan amunisi penting jelang FIFA Matchday Juni 2026. Dua diaspora di Eropa, Kevin Diks dan Emil Audero, resmi tiba di Jakarta.
Dana Kelurahan Rp11,7 M Dikelola Camat di Binjai Jadi Sorotan, BPK Mencium Kejanggalan

Dana Kelurahan Rp11,7 M Dikelola Camat di Binjai Jadi Sorotan, BPK Mencium Kejanggalan

Dana kelurahan yang terealisasi tercatat sebesar Rp 8 M dari total anggaran Rp 11,7 M pada tahun anggaran 2025 jadi sorotan. Pasalnya, BPK mencium kejanggalan.
Prihantini Beri Klarifikasi dan Surat Pernyataan Terkait Pencatutan Nama Dosen dalam Riset: Saya Mohon Maaf

Prihantini Beri Klarifikasi dan Surat Pernyataan Terkait Pencatutan Nama Dosen dalam Riset: Saya Mohon Maaf

Polemik dugaan manipulasi riset melibatkan seorang peneliti bernama Prihantini dalam sebuah konferensi internasional hingga kini terus menyita perhatian publik
Mees Hilgers Tiba-Tiba Mendarat di Jakarta, Dipanggil John Herdman untuk Perkuat Timnas Indonesia?

Mees Hilgers Tiba-Tiba Mendarat di Jakarta, Dipanggil John Herdman untuk Perkuat Timnas Indonesia?

Pemain Timnas Indonesia, Mees Hilgers, mendadak mengabarkan bahwa dirinya berada di Jakarta. Padahal, John Herdman tidak memanggilnya untuk skuad FIFA Matchday Juni 2026.
Istana Buka Suara soal Isu Prabowo ke Italia, Qodari: Sejak Awal Agenda Resmi Hanya Kunjungan ke Prancis

Istana Buka Suara soal Isu Prabowo ke Italia, Qodari: Sejak Awal Agenda Resmi Hanya Kunjungan ke Prancis

Penegasan tersebut disampaikan Qodari menyusul beredarnya kabar bahwa Presiden Prabowo akan melanjutkan lawatan ke Roma, Italia,
Selengkapnya

Viral