News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nasib Perawat Senior RSHS Bandung yang Didiuga Tukar Bayi Pasien, Disanksi SP1 hingga Dipindahkan

Dirut RSHS Bandung dr Rachim Dinata Marsidi mengatakan bahwa pihaknya telah menonaktifkan dan memberikan Surat Peringatan (SP) 1 kepada oknum perawat senior
Minggu, 12 April 2026 - 07:02 WIB
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung
Sumber :
  • Ilham Ariyansyah/tvOne

Bandung, tvOnennews.com - Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dr Rachim Dinata Marsidi mengatakan, pihaknya telah menonaktifkan dan memberikan Surat Peringatan (SP) 1 kepada oknum perawat senior buntut viralnya video di media sosial yang dialami pasien bayi ibu Nina Saleha (27).

"Perawatnya dinonaktifkan dipindahkan ke bagian yang tidak melayani pasien dan diberikan SP 1," kata Dirut RSHS Bandung, Rachmi, dalam ketetangannya, Sabtu (11/4/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, pihak RSHS Bandung juga siap dilakukan evaluasi dan sudah melaporkan kejadian ini ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kami RSHS siap untuk dilakukan evaluasi oleh Kemenkes dan kami sudah melaporkan kejadian ini ke Kemenkes," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Rachmi RSHS akan mengevaluasi dan melakukan pembinaan lagi kepada para perawat terhadap kepatuhan melaksanakan SOP mengenai penyerahan bayi kepada orang tauanya, yang selama ini sudah berjalan dengan baik.

Permohonan Maaf

Sebelumnya, manajemen RSHS Bandung secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pasien bayi dari Ibu Nina Saleha. 

Hal ini merupakan respons cepat pihak rumah sakit, menyusul unggahan keluhan yang sempat viral di media sosial TikTok pada 8 April 2026.

Melalui siaran pers resminya, pihak RSHS menyatakan rasa penyesalan yang mendalam atas pengalaman tidak menyenangkan yang dialami keluarga pasien selama menjalani proses perawatan medis di rumah sakit tersebut.

Pihak manajemen menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dalam menanggapi aspirasi masyarakat. 

RSHS dilaporkan telah bergerak cepat dengan melakukan kunjungan langsung serta menjalin komunikasi intensif dengan Ibu Nina Saleha.

"Tim kami telah berkomunikasi langsung dengan Ibu Nina Saleha untuk mendengar keluhan yang dimaksud. Saat ini, permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan," tulis pernyataan resmi manajemen RSHS.

Peristiwa ini menjadi momentum bagi RSHS, untuk melakukan introspeksi dan evaluasi internal. 

Manajemen berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, sesuai dengan regulasi dan standar prosedur operasional yang berlaku.

"RSHS berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta melakukan perbaikan berkelanjutan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan kami," tutup pernyataan tersebut. 

Kronologi

Seorang ibu bernama Nina Saleha, warga Cimahi, mengaku hampir kehilangan bayi yang baru dilahirkannya saat dirawat di RSHS Bandung.
Seorang ibu bernama Nina Saleha, warga Cimahi, mengaku hampir kehilangan bayi yang baru dilahirkannya saat dirawat di RSHS Bandung.
Sumber :
  • Cepi Kurnia/tvOne

Ibu muda asal Kota Cimahi, Nina Sleha ungkap kronologi dirinya nyaris kehilangan bayi gara-gara keteledoran petugas RSHS Bandung.

Ia tak terima bayinya yang baru dilahirkannya nyaris hilang gara-gara keteledoran petugas RSHS Kota Bandung.

Nina marah bukan main, saat tahu bayinya diberikan kepada orang lain oleh oknum perawat di RSHS.

Nina menjelaskan, bayinya dirawat di ruang NICU RSHS selama kurang lebih lima hari karena mengalami penyakit kuning. 

Saat proses kepulangan, ia bersama suaminya sempat meninggalkan ruangan untuk makan sambil menunggu berkas administrasi selesai.

Namun, setibanya kembali ke ruang perawatan, Nina merasa ada yang janggal. Ia kaget bukan main saat melihat bayinya justru berada dalam gendongan orang lain.

“Saat saya kembali, saya lihat bayi saya sudah dibawa oleh orang lain. Padahal saya hafal betul selimut dan pakaiannya,” kata Nina, Rabu (9/4/2026).

Nina langsung menghampiri perempuan yang menggendong bayi tersebut dan memastikan bahwa itu adalah anaknya. 

Ia semakin yakin setelah mengenali wajah dan perlengkapan bayi, meski gelang identitas bayi disebut sudah tidak terpasang.

“Saya bilang, itu anak saya. Saya yang merawat, saya yang tahu bajunya. Tapi saat saya lihat, gelang namanya sudah tidak ada,” katanya.

Panik, Nina segera memanggil perawat dan meminta penjelasan. Ia mengaku sempat berteriak karena khawatir bayinya akan dibawa pergi.

Menurut pengakuannya, perawat yang bertugas sempat meminta maaf dan berdalih telah memanggil nama Nina sebelumnya, namun tidak ada respons sehingga bayi tersebut diserahkan kepada pihak lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Susternya bilang sudah memanggil nama saya berkali-kali, tapi karena tidak ada, bayinya diberikan begitu saja,” ungkapnya.

Padahal, bayi tersebut diketahui baru berusia sekitar satu minggu dan masih dalam masa perawatan intensif setelah dirujuk dari rumah sakit sebelumnya. (cep/muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BGN Habiskan Anggaran Rp113 Miliar untuk Bayar EO, Dadan Hindayana: SDM Internal Belum Memadai

BGN Habiskan Anggaran Rp113 Miliar untuk Bayar EO, Dadan Hindayana: SDM Internal Belum Memadai

Menurut Dadan, pada fase awal ini BGN belum sepenuhnya memiliki sumber daya manusia yang mampu menangani kegiatan berskala besar secara mandiri.
Menlu Sugiono Resmi Terpilih Jadi Ketum PB IPSI, Menpora Erick Thohir Dorong Pencak Silat Mendunia

Menlu Sugiono Resmi Terpilih Jadi Ketum PB IPSI, Menpora Erick Thohir Dorong Pencak Silat Mendunia

Menpora Erick Thohir mendukung agar pencak silat bisa semakin mendunia usai Menlu Sugiono resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026-2030.
Pengamat Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Mahasiswa UNUSIA Jakarta Tantang Debat Terbuka

Pengamat Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Mahasiswa UNUSIA Jakarta Tantang Debat Terbuka

Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta soroti pernyataan pengamat politik Ubedillah Badrun terkait kritik.
Rencana Transfer Gratis Beppe Marotta untuk Inter Milan, Incar Bek AS Roma yang Habis Kontrak Musim Panas Nanti

Rencana Transfer Gratis Beppe Marotta untuk Inter Milan, Incar Bek AS Roma yang Habis Kontrak Musim Panas Nanti

Inter Milan mulai menyusun langkah jelang bursa transfer musim panas dengan membidik sejumlah pemain. Salah satu nama yang kini masuk radar adalah Zeki Celik.
Kepala Dinas di Tulungagung Resah Atas Pemerasan Bupati Gatut Sunu Wibowo, KPK: Hampir 2-3 Kali dalam Seminggu Menagih Uang

Kepala Dinas di Tulungagung Resah Atas Pemerasan Bupati Gatut Sunu Wibowo, KPK: Hampir 2-3 Kali dalam Seminggu Menagih Uang

Kepala dinas di lingkungan Pemkab Tulungagung, Jawa Timur, disebut-sebut sudah berada pada tahap resah atas dugaan pemerasan yang dilakukan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
5 Zodiak Paling Beruntung Soal Cinta 13 April 2026, Ada yang Diam-Diam Jatuh Hati!

5 Zodiak Paling Beruntung Soal Cinta 13 April 2026, Ada yang Diam-Diam Jatuh Hati!

5 zodiak paling hoki soal cinta 13 April 2026: Leo, Pisces, hingga Libra diprediksi mengalami momen romantis tak terduga. Cek zodiakmu!

Trending

Publik Soroti Prestasi Kepala Samsat Bandung yang Dinonaktifkan KDM, Ida Hamidah Pernah Sabet Penghargaan

Publik Soroti Prestasi Kepala Samsat Bandung yang Dinonaktifkan KDM, Ida Hamidah Pernah Sabet Penghargaan

Ida Hamidah, nama yang kini menjadi perbincangan warga Jabar, khususnya di Kota Bandung. Pasalnya, ia sebagai Kepala Samsat Soekarno-Hatta Kota Bandung yang
Kades Tak Terima Pungli Dihapuskan di Jembatan Cirahong, Begini Kata Dedi Mulyadi

Kades Tak Terima Pungli Dihapuskan di Jembatan Cirahong, Begini Kata Dedi Mulyadi

Kades tak terima pungli di sekitar Jembatan Cirahong dihapuskan karena berdampak pada relawan yang bertugas. Begini kata Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Minggu 12 April: Megawati Hangestri Cs Siap Balas Dendam Demi Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Minggu 12 April: Megawati Hangestri Cs Siap Balas Dendam Demi Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, di mana Megawati Hangestri dan skuad Jakarta Pertamina Enduro siap balas dendam demi bisa lolos ke babak grand final.
Mengenal Eksel Runtukahu, Striker Persija Jakarta yang Sedikit Menit Bermain, tapi Sudah Cetak 6 Gol

Mengenal Eksel Runtukahu, Striker Persija Jakarta yang Sedikit Menit Bermain, tapi Sudah Cetak 6 Gol

Nama Eksel Runtukahu tengah menjadi perbincangan hangat. Penyerang asal Sulawesi Utara ini baru saja menunjukkan taringnya dengan mencetak brace untuk Persija.
Reaksi Para Pemain Timnas Indonesia Setelah Sandy Walsh Antar Buriram United Juara Liga Thailand

Reaksi Para Pemain Timnas Indonesia Setelah Sandy Walsh Antar Buriram United Juara Liga Thailand

Para pemain Timnas Indonesia ramai-ramai memberikan reaksinya setelah rekan setim mereka Sandy Walsh antarkan Buriram United juara Liga Thailand 5 kali beruntun
3 Striker yang Berpotensi Tersisih dari Timnas Indonesia Andai John Herdman Panggil Bomber Persija Jakarta Eksel Runtukahu

3 Striker yang Berpotensi Tersisih dari Timnas Indonesia Andai John Herdman Panggil Bomber Persija Jakarta Eksel Runtukahu

Andaikan pelatih John Herdman beri kesempatan untuk bomber Persija Jakarta Eksel Runtukahu, deretan striker Timnas Indonesia ini posisinya bisa saja terancam.
Gaji hingga Harta Kekayaan Ida Hamidah, Kepala Samsat Soetta Bandung yang Dicopot Dedi Mulyadi, Fantastis Segini Nilainya

Gaji hingga Harta Kekayaan Ida Hamidah, Kepala Samsat Soetta Bandung yang Dicopot Dedi Mulyadi, Fantastis Segini Nilainya

Sosok Kepala Samsat Soetta Bandung Ida Hamidah menjadi sorotan publik. Bagaimana profil hingga berapa gaji dan harta kekayaan pejabat Pemerintah Jawa Barat ini.
Selengkapnya

Viral