Dubes Iran Buka Suara Soal Kapal Pertamina, Selat Hormuz Tak Bisa Dilewati Sembarangan
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Proses diplomasi agar kapal-kapal Indonesia dapat melintasi Selat Hormuz masih terus berlangsung. Pemerintah Iran menegaskan setiap kapal yang hendak melewati jalur strategis tersebut wajib menjalani prosedur keamanan khusus karena situasi kawasan dinilai belum sepenuhnya stabil.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengatakan, kondisi di Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini masih berada dalam suasana sensitif pasca ketegangan militer, sehingga protokol pelayaran diperketat untuk semua negara tanpa pengecualian.
"Pada masa perang, ada beberapa protokol yang harus dilalui terkait kapal-kapal yang hendak melewati Selat Hormuz, di antaranya adalah negosiasi dengan pihak keamanan Republik Islam Iran," kata Boroujerdi, dikutip Minggu (12/4/2026).
Ia menegaskan, mekanisme tersebut berlaku bagi seluruh kapal yang akan melintas karena kondisi keamanan di jalur energi dunia itu belum kembali normal.
"Mengingat Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi yang biasa-biasa saja," ujarnya.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sempat menetapkan lintasan laut alternatif menjelang perundingan Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan. Langkah itu diambil setelah muncul kekhawatiran adanya ancaman ranjau laut di sejumlah titik pelayaran. Hingga kini, pembukaan penuh jalur tersebut masih tertunda lantaran tidak semua ranjau berhasil diidentifikasi.
Dari pihak Indonesia, Kementerian Luar Negeri memastikan komunikasi intensif dengan Teheran terus dilakukan agar kapal milik Pertamina dapat melintas dengan aman.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah menjamin dua kapal tanker yang beroperasi untuk Pertamina bisa segera keluar dari kawasan Selat Hormuz tanpa hambatan.
"Intinya kami mengupayakan agar kapal Pertamina bisa melintasi dari Selat Hormuz," ujar Vahd dalam konferensi pers di Jakarta Pusat.
Berdasarkan data situs pelacak kapal hingga Sabtu sore, dua tanker yang terkait operasional Pertamina masih berada di kawasan Teluk Persia. Kapal Pertamina Pride terpantau berada di sekitar lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi, sementara Gamsunoro masih berada di sekitar perairan Dubai, Uni Emirat Arab.
Situasi ini menunjukkan jalur diplomasi masih menjadi kunci utama agar kapal-kapal Indonesia bisa kembali melewati salah satu choke point energi terpenting dunia tersebut dengan aman.
Load more