News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Geopolitik Memanas, LPEI Siapkan Tameng Berlapis Jaga Pembiayaan Ekspor Tetap Sehat

Ketidakpastian global akibat memanasnya situasi geopolitik memaksa Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memperkuat strategi pertahanan.
Sabtu, 18 April 2026 - 09:03 WIB
Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI Sulaeman
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com

Gresik, tvOnenews.com - Ketidakpastian global akibat memanasnya situasi geopolitik memaksa Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memperkuat strategi pertahanan.

Lembaga ini tak sekadar waspada, tetapi mulai mengerahkan serangkaian langkah mitigasi risiko untuk memastikan stabilitas pembiayaan ekspor tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI Sulaeman menegaskan, bahwa gejolak global menjadi alarm serius bagi industri keuangan, terutama yang bersinggungan langsung dengan perdagangan internasional.

Menurutnya, manajemen risiko kini menjadi kunci utama menjaga keberlanjutan portofolio pembiayaan.

“Dengan demikian, langkah mitigasi dapat disiapkan lebih dini,” ungkapnya dalam media gathering di Gresik, Jawa Timur, dikutip Sabtu (18/4/2026).

Sebagai respons awal, LPEI mengintensifkan stress testing berkala untuk mengukur daya tahan portofolio terhadap berbagai skenario ekstrem, mulai dari pelemahan ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, lonjakan suku bunga, hingga anjloknya harga komoditas.

Langkah ini menjadi fondasi dalam membaca potensi risiko sebelum berubah menjadi tekanan nyata.

Tak berhenti di situ, LPEI juga mempercepat diversifikasi portofolio pembiayaan. Strategi ini mencakup penyebaran risiko lintas sektor dan negara tujuan ekspor agar tidak terkonsentrasi pada satu pasar atau industri tertentu yang rentan terhadap gejolak global.

Di sisi internal, penguatan tata kelola menjadi fokus berikutnya. LPEI meningkatkan kualitas proses pembiayaan, memperketat pemantauan portofolio, serta memperkuat sistem pengendalian internal guna menutup celah risiko sejak dini.

Pendekatan ini diperkuat dengan penerapan early warning detection, yang memungkinkan lembaga mendeteksi potensi penurunan kinerja debitur lebih cepat.

“Instrumen itu untuk membantu eksportir mengelola risiko perdagangan internasional, termasuk risiko pembayaran dan volatilitas pasar,” tutur Sulaeman.

Untuk meredam risiko transaksi global, LPEI juga mengandalkan instrumen proteksi seperti asuransi dan penjaminan ekspor, sekaligus memperkuat struktur likuiditas agar tetap fleksibel menghadapi dinamika pasar keuangan.

Kolaborasi lintas lembaga turut menjadi strategi penting. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

LPEI menjalin kerja sama dengan berbagai institusi keuangan domestik maupun internasional, termasuk jaringan Export Credit Agencies (ECA), guna berbagi risiko sekaligus memperluas kapasitas pembiayaan proyek ekspor strategis.

Di tengah tekanan global, kinerja LPEI justru menunjukkan ketahanan. Portofolio pembiayaan masih didominasi sektor strategis berorientasi ekspor seperti manufaktur, agribisnis, dan pertambangan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dadan Hindayana dan Nanik S Deyang yang sama-sama pernah memimpin Badan Gizi Nasional. Simak rincian aset, properti, kendaraan
Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Sufmi Dasco Akui Ada Masukan dari DPR ke Pemerintah

Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Sufmi Dasco Akui Ada Masukan dari DPR ke Pemerintah

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memberikan respon terkait pencopotan Dadan Hindayana dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Nanik S Deyang Punya Aset Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Properti dan Mobil Mewahnya

Nanik S Deyang Punya Aset Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Properti dan Mobil Mewahnya

Nanik S Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana. Simak profil, perjalanan karier, dan rincian harta kekayaannya yang mencapai Rp6,3 miliar
Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Upaya penghijauan kembali melalui penanaman pohon menjadi bagian dari gerakan menjaga keseimbangan alam, memperbaiki lingkungan, dan membangun masa depan
Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) lebih menekankan mitigasi mengelola tumpukan sampah menjadi bahan bakar alternatif ketimbang status Bandung darurat sampah.
Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN) gantikan Dadan Hindayana. Ternyata sepak terjang Nanik

Trending

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dandan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, pada Selasa (2/6/2026). Kini publik soroti harta kekayaan Dandan Hindayana. Untuk
DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyebut pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) telah melalui pertimbangan dan evaluasi yang matang.
Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN) gantikan Dadan Hindayana. Ternyata sepak terjang Nanik
Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Upaya penghijauan kembali melalui penanaman pohon menjadi bagian dari gerakan menjaga keseimbangan alam, memperbaiki lingkungan, dan membangun masa depan
Dedi Mulyadi Terpesona dengan Kebersihan Kampung Tobati, KDM: Siapa yang Ngajarin Kebersihan?

Dedi Mulyadi Terpesona dengan Kebersihan Kampung Tobati, KDM: Siapa yang Ngajarin Kebersihan?

Dedi Mulyadi terpesona dengan kebersihan Kampung Tobati Papua, KDM sampai tanya pada warga lansia siapa yang mengajari tentang kebersihan di kampung tersebut.
Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) lebih menekankan mitigasi mengelola tumpukan sampah menjadi bahan bakar alternatif ketimbang status Bandung darurat sampah.
Nanik S Deyang Punya Aset Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Properti dan Mobil Mewahnya

Nanik S Deyang Punya Aset Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Properti dan Mobil Mewahnya

Nanik S Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana. Simak profil, perjalanan karier, dan rincian harta kekayaannya yang mencapai Rp6,3 miliar
Selengkapnya

Viral