Prabowo Minta Sesi Arahan 503 Ketua DPRD Tertutup dari Media: Saya Ingin Bicara Apa Adanya
- dok.Setpres
Jakarta, tvOnenews.com – Presiden Prabowo Subianto memilih jalur komunikasi yang tak biasa saat memberikan arahan kepada para Ketua DPRD seluruh Indonesia.
Dalam forum retret yang digelar di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026), kepala negara secara terbuka menyatakan akan berbicara tanpa basa-basi, bahkan dengan risiko menyinggung peserta.
Dalam suasana yang lebih personal dibanding forum resmi pada umumnya, Prabowo menegaskan niatnya untuk menyampaikan pandangan secara jujur sebagai sesama anak bangsa, bukan semata sebagai presiden.
“Sebagai anak bangsa, hari ini saya ingin bicara dari hati ke hati. Saya ingin bicara apa adanya, mungkin kalau saya bicara nanti mungkin ada yang kurang berkenan, mungkin ada yang tersinggung, ada yang sedih,” kata Prabowo.
Keputusan Prabowo untuk hadir langsung dalam forum tersebut juga bukan tanpa pertimbangan. Ia mengungkapkan sempat disarankan agar kehadirannya diwakilkan, namun menolak opsi tersebut karena menilai forum ini memiliki nilai strategis tinggi.
Di hadapan ratusan pimpinan legislatif daerah, Prabowo menggarisbawahi keberagaman latar belakang peserta, mulai dari daerah asal, suku, pendidikan, hingga afiliasi politik.
Namun, ia menekankan bahwa perbedaan tersebut seharusnya tidak menjadi sekat, melainkan kekuatan yang disatukan oleh semangat kebangsaan.
Presiden pun mengajak seluruh peserta melihat diri mereka sebagai patriot yang memiliki tujuan yang sama: mengabdi kepada bangsa dan negara. Dalam konteks itu, keterusterangan dinilai sebagai hal yang penting dan tidak terhindarkan.
Ia mengaku berangkat dari asumsi bahwa seluruh peserta memiliki semangat pengabdian yang sama, sehingga merasa perlu menyampaikan pandangan secara jujur dan terbuka.
Namun, arahannya tidak sepenuhnya dapat diakses publik. Sebelum melanjutkan pembahasan yang lebih mendalam, Prabowo memutuskan agar sesi tersebut berlangsung tertutup, dengan alasan situasi global yang tengah berkembang.
“Maaf ya wartawan, karena ini ada masalah di dunia sekarang ini,” ujarnya.
Langkah menutup sesi dari liputan media mempertegas bahwa ada pesan-pesan strategis yang ingin disampaikan secara internal kepada para pemimpin daerah.
Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, forum ini menjadi ruang konsolidasi penting antara pemerintah pusat dan legislatif daerah dalam menjaga arah kebijakan nasional. (agr)
Load more