Dituding Nistakan Agama Kristen, Jusuf Kalla Sentil Ade Armando dan Ade Darmawan: Pernah Nggak Ada di Poso?
- Tim tvOne - Tim tvOne
Bahkan JK menyindir pihak-pihak yang memfitnah dirinya tidak pernah melihat konflik Poso (1998-2001) dan Ambon (1999-2002) secara langsung.
Kemudian, JK juga menunjukkan rekaman video terjadinya konflik di dua daerah tersebut kepada awak media yang hadir, serta menegaskan apa yang tidak terekam kamera media lebih kejam dan lebih parah.
"Perlu flashback dulu apa itu konflik Ambon," kata Jusuf Kalla.
"Ini adalah suasana [konflik], yang tidak terlihat media [tidak diliput media], lebih kejam, lebih parah lagi. Orang-orang yang memfitnah saya, pernah nggak ada di situ?"
"Saya ada di situ, Hamid [Hamid Awaluddin, Menteri Hukum dan HAM RI periode 2004-2007] ada di situ, Uchen [Husein Abdullah yang kini menjadi juru bicara JK] sebagai wartawan ada di situ."
"Ini baru awalnya. 7.000 orang meninggal di situ," beber JK.
Selain itu, JK juga mengingatkan, betapa kejinya konflik Poso dan Ambon yang dipicu oleh masalah politik, ekonomi, dan sosial yang lantas dibungkus dengan sentimen agama.
Bahkan, lebih kejam daripada peristiwa Gerakan 30 September (G30S) yang terjadi pada 1965 silam.
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) periode 2024-2029 ini menambahkan, dirinya sudah rela mempertaruhkan nyawa untuk turun meredakan panasnya situasi di kedua daerah tersebut.
"Inilah konflik paling kejam, mungkin setelah G30/S. Paling ganas, paling jahat. Kepala orang dipotong, dijadikan bola, begitu kejamnya waktu itu," tegas JK.
"Itu semua karena agama masuk di situ. Islam, Kristen, berbuat begitu," sambungnya.
Di samping itu, JK juga menegaskan bahwa dirinya yang sudah berhasil meredam konflik Poso dan Ambon malah difitnah melakukan penistaan agama.
Sehingga, ia mempertanyakan, pihak-pihak yang memfitnah dirinya, apakah juga berani turun untuk meredakan konflik seperti dirinya apabila mereka berada di waktu yang sama.
"Kami bertiga masuk ke situ untuk menenangkan. Berani nggak Ade Darmawan, Ade Armando turun ke situ?" tanya Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla memiliki peran krusial sebagai mediator utama dalam mendamaikan konflik Poso (1998-2001) dan Ambon (1999-2002) dengan pendekatan humanis, dialog terbuka, serta diplomasi yang intensif.
Load more