News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dituding Nistakan Agama Kristen, Jusuf Kalla Sentil Ade Armando dan Ade Darmawan: Pernah Nggak Ada di Poso?

Mantan Wapres Jusuf Kalla sentil Ade Darmawan dan Ade Armando saat memberikan klarifikasi mengenai potongan ceramahnya yang viral dan membuat dirinya dilaporkan
Sabtu, 18 April 2026 - 19:58 WIB
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla saat menyampaikan ceramah di kampus UGM Yogyakarta, Kamis (5/3/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Tim tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sentil nama Ade Darmawan dan Ade Armando saat memberikan klarifikasi mengenai potongan ceramahnya yang viral dan membuat dirinya dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaa menistakan agama Kristen.

Untuk diketahui, JK dilaporkan ke polisi usai potongan ceramahnya yang bertajuk Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis, 5 Maret 2026 lalu viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam narasi yang beredar, ceramah JK yang membahas konflik Poso dan Ambon serta penggunaan istilah 'mati syahid' oleh pihak-pihak yang bertikai dituding menistakan ajaran Kekristenan.

Berikut penggalan ceramah JK yang dipotong dan diviralkan serta dibungkus narasi tersebut:

Jusuf Kalla saat konferensi pers di kediamannya di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Jusuf Kalla saat konferensi pers di kediamannya di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews

“Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya, Islam dan Kristen, berpendapat 'mati' atau 'menewaskan orang' atau 'mematikan' itu syahid. Semua pihak. Kristen juga berpikir begitu. ‘Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid’. Akhirnya susah berhenti,” ucap Jusuf Kalla.

Kemudian JK pun dilaporkan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan sejumlah organisasi lainnya ke Polda Metro Jaya, terkait dugaan penistaan agama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300 dan/atau Pasal 301 dan/atau Pasal 263 dan/atau Pasal 264 dan/atau Pasal 243 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023, Minggu (12/4/2026).

Laporan teregistrasi dengan nomor LP/B/2546/IV/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA, LP/B/2547/IV/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA, dan LP/B/2550/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA yang kesemuanya tertanggal 12 April 2026.

Lalu, JK juga dilaporkan oleh Forum Persatuan Islam Indonesia (FPII) ke Polda Metro Jaya pada Jumat (17/4/2026).

Setelah itu, JK dalam konferensi pers di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (18/4/2026) siang, menyinggung pihak-pihak yang menuding dirinya melakukan penistaan agama.

Menurutnya, pihak yang telah menuding dirinya menista agama Kristen hanya mengandalkan potongan ceramah yang telah dipelintir dan dibungkus narasi tertentu.

Bahkan JK menyindir pihak-pihak yang memfitnah dirinya tidak pernah melihat konflik Poso (1998-2001) dan Ambon (1999-2002) secara langsung.

Kemudian, JK juga menunjukkan rekaman video terjadinya konflik di dua daerah tersebut kepada awak media yang hadir, serta menegaskan apa yang tidak terekam kamera media lebih kejam dan lebih parah.

"Perlu flashback dulu apa itu konflik Ambon," kata Jusuf Kalla.

"Ini adalah suasana [konflik], yang tidak terlihat media [tidak diliput media], lebih kejam, lebih parah lagi. Orang-orang yang memfitnah saya, pernah nggak ada di situ?"

"Saya ada di situ, Hamid [Hamid Awaluddin, Menteri Hukum dan HAM RI periode 2004-2007] ada di situ, Uchen [Husein Abdullah yang kini menjadi juru bicara JK] sebagai wartawan ada di situ."

"Ini baru awalnya. 7.000 orang meninggal di situ," beber JK.

Selain itu, JK juga mengingatkan, betapa kejinya konflik Poso dan Ambon yang dipicu oleh masalah politik, ekonomi, dan sosial yang lantas dibungkus dengan sentimen agama. 

Bahkan, lebih kejam daripada peristiwa Gerakan 30 September (G30S) yang terjadi pada 1965 silam.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) periode 2024-2029 ini menambahkan, dirinya sudah rela mempertaruhkan nyawa untuk turun meredakan panasnya situasi di kedua daerah tersebut.

"Inilah konflik paling kejam, mungkin setelah G30/S. Paling ganas, paling jahat. Kepala orang dipotong, dijadikan bola, begitu kejamnya waktu itu," tegas JK.

"Itu semua karena agama masuk di situ. Islam, Kristen, berbuat begitu," sambungnya.

Di samping itu, JK juga menegaskan bahwa dirinya yang sudah berhasil meredam konflik Poso dan Ambon malah difitnah melakukan penistaan agama.

Sehingga, ia mempertanyakan, pihak-pihak yang memfitnah dirinya, apakah juga berani turun untuk meredakan konflik seperti dirinya apabila mereka berada di waktu yang sama.

"Kami bertiga masuk ke situ untuk menenangkan. Berani nggak Ade Darmawan, Ade Armando turun ke situ?" tanya Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla memiliki peran krusial sebagai mediator utama dalam mendamaikan konflik Poso (1998-2001) dan Ambon (1999-2002) dengan pendekatan humanis, dialog terbuka, serta diplomasi yang intensif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui inisiatifnya, JK mempertemukan faksi-faksi yang bertikai, menghasilkan Deklarasi Malino I (Poso) dan Deklarasi Malino II (Ambon), yang berhasil menghentikan kekerasan dan memulihkan perdamaian.

Saat menjalani peran sebagai mediator konflik Ambon dan Poso ini, Jusuf Kalla menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Indonesia (Menkokesra). (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Heboh, Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantunya

Heboh, Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantunya

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah disebut telah mencabut gelar kerajaan “Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri” yang disandang menantunya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah.
Viral! Video Seorang Ibu Diduga Ditendang oleh Putrinya karena Tidak Bisa Ambil Foto yang Bagus

Viral! Video Seorang Ibu Diduga Ditendang oleh Putrinya karena Tidak Bisa Ambil Foto yang Bagus

Viral sebuah video diduga anak tendang ibunya di daerah Kalimantan Barat. Aksi si perempuan yang diduga menendang sang Ibu, memancing amarah warga sekitar
Hina Pasien BPJS di Threads, Dokter Elda Putri Dinonaktifkan 3 Bulan dari PPDS UGM Usai Ditarik dari Stase Sardjito

Hina Pasien BPJS di Threads, Dokter Elda Putri Dinonaktifkan 3 Bulan dari PPDS UGM Usai Ditarik dari Stase Sardjito

Polemik dokter Elda Putri Rahardini yang menjadi sorotan setelah unggahannya di media sosial (medsos) terkait pasien BPJS Kesehatan berujung pada sanksi akademik. 
Airlangga Optimistis ETF Emas RI Bisa Salip India dan Singapura: Ada 153 Ton Emas Senilai US$20 Miliar

Airlangga Optimistis ETF Emas RI Bisa Salip India dan Singapura: Ada 153 Ton Emas Senilai US$20 Miliar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis Indonesia dapat mengejar dan melampaui sejumlah negara di kawasan melalui pengembangan ETF emas.
Potensi Besar Gas Pangkah, Pertamina Dorong Produksi Gas Bumi untuk Industri Jawa Timur

Potensi Besar Gas Pangkah, Pertamina Dorong Produksi Gas Bumi untuk Industri Jawa Timur

Pertamina melihat Wilayah Kerja Pangkah di Gresik, Jawa Timur, bukan sekadar aset migas yang sudah berproduksi.
Airlangga Ungkap Sejarah Pasar Modal Indonesia yang Dimulai Sejak Masa VOC

Airlangga Ungkap Sejarah Pasar Modal Indonesia yang Dimulai Sejak Masa VOC

Airlangga mengawali paparannya dengan mengingat kembali sejarah bursa di Indonesia. Menurutnya, aktivitas bursa pertama kali dibuka oleh pemerintah kolonial Belanda

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku mutilasi di Depok ternyata sempat berbicara hal menyeramkan soal pembunuhan ke temannya. 
FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

Timnas Indonesia akan kembali bertemu Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi pertandingan yang sarat dendam sekaligus unjuk identitas.
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
Selengkapnya

Viral