Dituduh Jadi 'Bohir' Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Bogkar Percakapan dengan Rismon Sianipar
- tvOnenews - Rika Pangesti
Jakarta, tvOnenews.com - Polemik kasus ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi) semakin memanas usai Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla atau JK ikut terseret dalam pusarannya.
Kegeraman JK pun memuncak usai dirinya dituding oleh mantan tersangka kasus ijazah palsu Jokowi yakni Rismon Sianipar.
Pasalnya, Rismon Sianipar menyebut jika JK merupakan pendana atau bohir atas polemik kasus ijazah palsu Jokowi.
Dirinya pun tak segan memilih melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri atas tudingan yang dilayangkan tersebut.
Laporan tersebut telah diterima oleh Bareskrim Polri dengan nomor surat tanda terima STTL/135/V/2026/BARESKRIM pada Rabu (8/4/2026).
- istimewa
“Ya, saya melaporkan Saudara Rismon Sianipar atas perbuatannya yang saya anggap merugikan saya. Karena mengatakan saya mendanai kawan-kawan untuk mempermasalahkan ijazah Pak Jokowi. Dan itu jelas tidak saya lakukan,” kata Jusuf Kalla, Sabtu (18/4/2026).
Bongkar Isi Chat Rismon Sianipar
Tak suka akan tuduhan yang dilayangkan, JK turut serta membongkar isi chat Rismon Sianipar kepadanya terkait kasus ijazah palsu Jokowi.
Percaakapan itu ditampilkan JK, kala Rismon Sianipar masih berada dikubu yang berupaya memebuktikan jika ijazah yang dimiliki Jokowi diragukan keasliannya.
JK memperlihatkan pesan singkat dari seorang rekan Rismon bernama Arief yang berisi permintaan pertemuan.
Dalam pesan itu, Rismon disebut ingin datang bersama beberapa orang.
“Si Rismon mau ketemu saya dengan tujuh orang. Saya tidak terima. Minta waktu nanti ditampilkan WhatsApp-nya. Oleh temannya yang, saya tolak," ungkap JK saat konferensi pers di kediamannya di Jalan Brawijaya Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Tak hanya sekadar bertemu, JK mengungkap bahwa Rismon juga berencana membawa sejumlah bahan perbincangan untuk pertemuan tersebut.
“Dia mau kasih bawa buku Gibran Endgame ke saya. Mau ditemani oleh beberapa orang,” ujarnya.
Namun, JK menegaskan dirinya menolak permintaan itu. Ia mengaku sengaja tidak ingin terlibat dalam persoalan yang menurutnya berpotensi menyeret banyak pihak.
“Saya tolak. Saya tidak mau campur dengan urusan,” tegasnya.
Menurut JK, keputusan itu diambil untuk menjaga sikap netral, apalagi isu yang berkembang sudah semakin luas dan sensitif di ruang publik.
Ia menilai, polemik yang mencuat belakangan ini bahkan telah menyeret banyak nama tokoh secara bersamaan. Sehingga berpotensi mengaburkan persoalan utama.
“Tapi ini soal Rismon itu sudah melibatkan semua orang. Dituduh lah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa. Itu pengalihan saja,” kata JK.
Bantah jadi Bohir
Selain soal ajakan pertemuan, JK juga membantah keras tudingan lain yang menyebut dirinya memberikan uang dalam jumlah besar kepada pihak tertentu.
“Dituduh kasih Rp5 Miliar. Mana saya kasih Rp5 M? Ketemu saja tidak tahu saya. Kenal pun tidak,” ujarnya.
Ia bahkan menegaskan tidak pernah memiliki hubungan langsung dengan pihak yang menuduhnya.
“Ketemu saja tidak tahu saya, kenal pun tidak,” ulang JK menegaskan.
Ia juga menilai narasi yang berkembang saat ini tidak utuh dan cenderung menyesatkan.
Di sisi lain, JK mengaku sengaja menolak berbagai upaya komunikasi dari sejumlah pihak lain agar tidak terseret lebih jauh dalam polemik.
“Roy Suryo juga mau ketemu, saya tolak. Demi saya mau netral,” ungkapnya.
Ia juga menyebut ada upaya lain yang mencoba mendekatinya, namun tetap ia tolak karena tidak ingin ikut dalam pusaran konflik.
“Bilang lagi ke bohir-bohirnya, mau menemui saya? Tidak mau saya,” kata JK.
Menurutnya, menjaga jarak adalah langkah paling tepat agar dirinya tidak dimanfaatkan dalam kepentingan tertentu.
Karena itu, JK mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada berbagai tudingan yang beredar tanpa melihat fakta secara utuh.
“Janganlah macam-macam begitu,” pungkasnya.(rpi/raa)
Load more