Hanya Kasih Nilai 7 Buat Siswa Pintar Akademis, Dedi Mulyadi Bongkar Cara Biar Indonesia Cepat Maju
- jabarprov.go.id
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), memberikan tantangan baru bagi dunia pendidikan dengan membedakan standar nilai bagi para pelajar.
Ia menyatakan bahwa siswa yang hanya unggul di bangku kelas secara akademik hanya layak mendapatkan nilai 7.
Sebaliknya, nilai 9 akan diberikan kepada siswa yang mampu mentransformasikan ilmu pengetahuan menjadi karya nyata yang bermanfaat.
"Siswa yang yang hanya fokus akademik saya beri nilai 7, tapi siswa yang bisa mengubah hal akademik menjadi teknokratis dan praktis itu nilainya 9," ungkap pria yang akrab disapa KDM ini di hadapan para siswa SMAN 3 Jonggol, Kabupaten Bogor, Kamis (16/4).
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat meninjau kegiatan belajar mengajar usai meresmikan unit sekolah baru di lokasi tersebut.
Menurutnya, kurikulum sekolah saat ini tidak boleh berhenti pada pemahaman teori semata, melainkan harus berlanjut pada tahap implementasi atau pendidikan terapan.
Dedi Mulyadi mengambil contoh nyata pada mata pelajaran energi terbarukan. Ia menekankan bahwa penguasaan materi di dalam kelas hanyalah sebuah awal, namun pembuktian sesungguhnya adalah saat siswa bisa menciptakan sesuatu dari ilmu tersebut.
“Bukan hanya penjelasan akademik, itu hanya landasan. Ke depan, siswa harus mampu mempraktikkan, misalnya mengolah bahan baku sawit menjadi solar. Manfaatnya harus dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Bagi Dedi Mulyadi, hambatan utama mengapa bangsa ini belum mencapai kemajuan yang signifikan terletak pada pola pendidikan yang kurang aplikatif.
Ia menilai ada ketimpangan antara jumlah materi yang dipelajari dengan apa yang benar-benar diterapkan di lapangan.
“Kenapa kita belum maju? Karena terlalu banyak pelajaran, tetapi tidak ada pengamalan,” tutur Gubernur Jawa Barat. (dpi)
Load more