Reshuffle Kabinet Prabowo: Profil M Qodari dan Kekayaan Rp261 Miliar Usai Dilantik Kepala Bakom RI
- Istimewa
Nama Qodari semakin dikenal publik saat menggagas wacana Jokowi-Prabowo (Jokpro). Gagasan tersebut sempat menuai kontroversi, termasuk usulan perpanjangan masa jabatan presiden.
Meski menuai pro dan kontra, langkah tersebut justru membuat posisinya semakin diperhitungkan dalam peta politik nasional. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memperkuat relevansinya dalam momentum reshuffle kabinet.
Dengan latar belakang sebagai analis politik sekaligus praktisi komunikasi, Qodari dinilai memiliki kemampuan membaca opini publik, sesuatu yang krusial dalam konteks komunikasi pemerintahan.
Kekayaan M Qodari: Tembus Rp261 Miliar
Di tengah isu reshuffle kabinet, perhatian publik juga tertuju pada laporan kekayaan M Qodari. Berdasarkan data LHKPN yang disampaikan pada 19 Januari 2025 saat awal menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan, total kekayaannya mencapai:
Rp261.937.383.652 (Rp261,9 miliar)
Rincian Kekayaan M Qodari:
1. Tanah dan Bangunan: Rp182.792.200.000
Aset ini tersebar di berbagai wilayah seperti Jakarta Selatan, Depok, Bogor, Palangka Raya, Sukabumi, hingga Bandar Lampung.
Beberapa properti bernilai tinggi di antaranya:
-
Jakarta Pusat: Rp54 miliar
-
Jakarta Selatan (beberapa aset): miliaran rupiah
-
Depok dan Bogor: miliaran rupiah
2. Alat Transportasi dan Mesin: Rp933.000.000
-
Toyota Kijang Innova 2018: Rp284 juta
-
Neta V-II 2024: Rp299 juta
-
Honda CMX500 Rebel 2020: Rp150 juta
-
Wuling Air EV 2022: Rp200 juta
3. Harta Bergerak Lainnya: Rp9.864.000.000
4. Surat Berharga: Rp475.000.000
5. Kas dan Setara Kas: Rp70.718.520.875
6. Harta Lainnya: Rp11.109.280
Total Harta: Rp264.793.830.155
Total Utang: Rp2.856.446.503
Total Kekayaan Bersih: Rp261.937.383.652
Besarnya nilai kekayaan ini menjadikan Qodari sebagai salah satu pejabat dengan portofolio aset signifikan dalam momentum reshuffle kabinet kali ini.
Sorotan Publik dalam Isu Reshuffle Kabinet
Pelantikan Qodari dalam reshuffle kabinet tidak hanya dipandang sebagai rotasi jabatan, tetapi juga sebagai strategi memperkuat komunikasi pemerintah di tengah dinamika politik dan ekonomi.
Dengan latar belakang sebagai peneliti, analis politik, dan pelaku komunikasi publik, Qodari diharapkan mampu menjembatani kebijakan pemerintah dengan persepsi masyarakat.
Namun, di sisi lain, publik juga semakin kritis terhadap transparansi dan akuntabilitas pejabat negara, termasuk dalam hal kekayaan. Laporan LHKPN Qodari yang mencapai ratusan miliar rupiah menjadi bagian dari perhatian tersebut dalam konteks reshuffle kabinet.
Load more