Akses Sempit Hambat Pemadaman, Kebakaran Rumah di Jatipulo Dipicu Korsleting Listrik
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Tomang Pulo, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (29/4/2026). Peristiwa yang terjadi pada siang hari itu sempat memicu kepanikan warga, terutama karena api cepat membesar dan menjalar hingga ke bagian atap rumah. Beruntung, respons cepat petugas pemadam kebakaran bersama warga berhasil mencegah api meluas ke permukiman sekitar.
Akses Jalan Sempit Jadi Kendala Utama
Petugas pemadam kebakaran menghadapi tantangan serius saat menuju lokasi kejadian. Jalan lingkungan yang sempit membuat mobilitas armada pemadam menjadi terhambat, sehingga proses penanganan tidak bisa dilakukan secara maksimal sejak awal.
Pengendali Damkar Sektor Palmerah, Kristanto Arie Nugroho, mengungkapkan bahwa kondisi akses menjadi faktor utama yang menyulitkan petugas.
“Kesulitannya akses pemadaman kecil dan sempit, sehingga petugas cukup kesulitan saat masuk ke lokasi,” ujar Kristanto di lokasi kejadian.
Tidak hanya itu, keberadaan sepeda motor milik warga yang diparkir di sepanjang jalan semakin mempersempit ruang gerak petugas. Kondisi ini memperlambat proses penanganan awal, yang sangat krusial dalam mencegah api membesar.
Api Cepat Membesar dari Lantai Dua
Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Api pertama kali muncul dari bagian belakang rumah di lantai dua, diduga akibat korsleting listrik.
Percikan api kemudian dengan cepat menyambar material yang mudah terbakar di dalam rumah, hingga akhirnya membesar dan menjalar ke bagian atas bangunan.
“Api diduga berasal dari korsleting listrik di lantai dua, lalu merambat ke material yang mudah terbakar hingga membesar,” jelas Kristanto.
Kondisi bangunan yang berada di kawasan padat penduduk membuat risiko penyebaran api menjadi sangat tinggi. Dalam waktu singkat, kobaran api terlihat membumbung ke atas atap, memicu kepanikan warga sekitar.
Warga Turut Bantu Pemadaman
Di tengah keterbatasan akses, peran warga menjadi kunci dalam mencegah kebakaran meluas. Sejumlah warga bahu-membahu membantu proses pemadaman sebelum api berhasil dikendalikan sepenuhnya oleh petugas.
Upaya kolaboratif ini terbukti efektif menahan api agar tidak merembet ke rumah lain yang berdempetan.
“Pemadaman dibantu warga, jadi api tidak menyebar ke rumah lain,” kata Kristanto.
Kerja sama antara petugas dan masyarakat ini menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak kebakaran di kawasan padat seperti Jatipulo.
Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Capai Rp30 Juta
Meski api sempat membesar, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Seluruh penghuni rumah dilaporkan berhasil menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.
Namun, kerugian material akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp30 juta. Sejumlah bagian rumah mengalami kerusakan, terutama di area lantai dua yang menjadi titik awal kebakaran.
Kebakaran Kedua di Tahun 2026
Sekretaris RW 16 Jatipulo, Lukman, mengungkapkan bahwa kebakaran ini bukan yang pertama terjadi di wilayah tersebut pada tahun 2026. Sebelumnya, kejadian serupa juga sempat menimpa rumah di sekitar lokasi.
“Rumah sebelah ini juga pernah terbakar sebelumnya, baru saja selesai diperbaiki,” ungkap Lukman.
Ia menilai kejadian berulang ini menjadi alarm bagi warga untuk lebih waspada, terutama terkait kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.
Evaluasi Kabel Tua Jadi Sorotan
Lukman menekankan pentingnya evaluasi terhadap penggunaan kabel listrik lama yang masih banyak digunakan di rumah warga. Menurutnya, korsleting listrik kerap menjadi penyebab utama kebakaran di kawasan padat penduduk.
“Awalnya percikan dari kabel di dalam rumah, lalu menyebar. Ini perlu dievaluasi, terutama kabel-kabel lama,” ujarnya.
Kondisi instalasi listrik yang tidak layak, ditambah dengan kepadatan bangunan, menjadi kombinasi berisiko tinggi terhadap potensi kebakaran.
Kepanikan Warga Saat Api Membesar
Berdasarkan pantauan di lokasi, kobaran api yang tiba-tiba membesar membuat warga sekitar panik. Banyak warga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga, sementara lainnya membantu proses pemadaman.
Situasi sempat tegang ketika api terlihat menjalar cepat ke bagian atap. Namun, berkat respons cepat petugas dan bantuan warga, api berhasil dikendalikan sebelum meluas.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di kawasan padat, termasuk akses jalan, kondisi instalasi listrik, serta kesadaran kolektif warga dalam penanganan darurat. (ant/nsp)
Load more