Nurlaela Korban Meninggal Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Dapat Kenaikan Pangkat, Hak Pensiun Tetap Diberikan
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan kenaikan pangkat anumerta sekaligus hak pensiun kepada Nurlaela (37) guru yang meninggal dalam tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.
Nurlaela diketahui merupakan guru di SDN Pulo Gebang 11, Jakarta Timur. Ia termasuk dalam 16 korban jiwa akibat insiden tabrakan antara Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line relasi Jakarta–Cikarang yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026).
BKN menyampaikan bahwa pemberian kenaikan pangkat dan hak pensiun tersebut merupakan bentuk penghargaan negara atas dedikasi Nurlaela selama menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik.
"BKN beri kenaikan pangkat anumerta dan hak pensiun bagi ASN korban kecelakaan kereta Bekasi Timur. Salah satu korban tercatat sebagai ASN Guru di SDN Pulo Gebang 11, Jakarta Timur. Sebagai bentuk penghargaan negara, BKN telah menerbitkan Pertek (Persetujuan Teknis) pemberian pensiun dan diberikan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi," ujar BKN, Kamis (30/4/2026).
Selain itu, BKN juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Nurlaela dan korban lainnya dalam peristiwa tersebut.
"Selamat jalan, Ibu Nurlaela. ASN Guru Hebat yang berpulang dalam tugas. Kami menundukkan hati, mengirimkan doa bagi para korban. Semoga yang berpulang mendapatkan kedamaian, dan yang ditinggalkan diberi ketabahan," lanjut pernyataan tersebut.
Nurlaela merupakan warga Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Menurut keterangan keluarga, jenazah korban ditemukan dalam kondisi utuh meski mengalami patah tulang di bagian kaki dan diduga luka dalam.
Paman korban, Mulyadi, mengungkapkan bahwa keluarga sempat mencari Nurlaela sejak hari kejadian karena ia tak kunjung pulang setelah bekerja. Kecurigaan muncul saat panggilan telepon ke ponselnya dijawab oleh orang lain.
"Kami sudah khawatir karena belum pulang, ditelepon tidak angkat. Pas diangkat, orang lain. Dari pihak berwenang bilang handphone ditemukan, tapi korban belum diketahui ada di mana," ujarnya.
Jenazah Nurlaela akhirnya ditemukan dan dibawa ke rumah duka pada Selasa (28/4/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, setelah sebelumnya berada di RSUD Kota Bekasi bersama dua korban lainnya, yakni Nuryati dan Enggar Retno Krisjayanti.
Load more