Mercy Barends: Tidak Boleh Ada Eksploitasi Buruh, Buruh Tulang Punggung dan Fondasi Ekonomi Nasional
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com – DPP PDI Perjuangan menggelar kegiatan Bakti Sosial dengan 3000 buruh perusahan milik PT Sayap Mas di Kabupaten Maluku Tengah. Di Bawah sorotan tema, Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari.
Kegiatan dikemas dalam bentuk sambung rasa dengan para buruh, layanan kesehatan, layanan konsultasi hukum perburuhan, pembagian 3000 paket sembako dan suguhan pentas musik dan seni.
Ketua DPP PDIP Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mercy Barends mengingatkan kembali ajaran Bung Karno tentang Trisakti dan berpihak pada kaum pekerja.
“Izinkan saya mengajak kita semua kembali pada akar ajaran Bung Karno, Bapak Bangsa tentang Trisaksi Berdaulat di bidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dibidang kebudayaan, berpihak pada rakyat kecil, pada kaum pekerja, pada mereka yang hidup dari keringat dan tenaga."
"Bung Karno menyatakan kemerdekaan sejati bukan hanya kemerdekaan politik, tetapi juga kemerdekaan ekonomi, di mana tidak boleh ada penindasan manusia atas manusia, tidak boleh ada eksploitasi buruh oleh para pemilik modal," kata Mercy dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).
Lebuh lanjut Mercy menegaskan, “Buruh adalah tulang punggung dan fondasi ekonomi nasional. Perjuangan kita bukan untuk melemahkan industri, tetapi untuk memastikan bahwa kemajuan ekonomi san industri berjalan seiring dengan keadilan sosial.”
Terhadap berbagai masalah buruh dan ekonomi di Indonesia Mercy menyatakan dengan tegas Kebijakan ekonomi harus memastikan bahwa beban krisis tidak sepenuhnya dipikul oleh rakyat kecil.
"Sebagai langkah konkret, intervensi negara untuk mencegah PHK massal dan menjamin keberlangsungan kerja, penguatan jaminan sosial buruh tanpa pengurangan manfaat, terutama melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan," tegas Mercy.
Penyesuaian upah yang adil atas kenaikan biaya hidup, sambung dia, perlindungan menyeluruh bagi pekerja dan penegakan hukum tegas terhadap perusahaan yang melanggar hak-hak pekerja.
“Keadilan sosial tidak akan pernah terwujud selama buruh masih diperas tenaganya tanpa jaminan hidup layak, upah layak dan kerja yang layak. Kita harus berani memilih berdiri bersama buruh, bersatu bersama buruh, untuk mewujudkan keadilan sosial bagi semua untuk semua,” ujar Mercy.
Load more