Ibunda Pratama Arhan Menangis Sesegukan di Wisuda Sang Anak, Rupanya Karena Hal Ini
- Tangkapan layar instagram
Jakarta, tvOnenews.com - Momen wisuda pesepak bola Timnas Indonesia, Pratama Arhan berlangsung penuh haru saat ia menyampaikan pidato singkatnya.
Bagaimana tidak, Arhan tampak membuat sang ibunda menangis tersentuh dengan ucapan yang disampaikannya.
Dalam pidatonya, Pratama Arhan tampak mengenang momen saat-saat bersama ayahnya.
“Pak sekarang saya sudah jadi sarjana, tapi bapak gak bisa menyaksikan wisuda Arhan,” kata Arhan.
Arhan juga mengaku bersyukur akhirnya dapat menyelesaikan studinya di tengah padanya jadwal latihan dan pertandingan.
“Ya Alhamdulillah hari ini saya bisa menjawab. Saya dengan bangga, saya sekarang sudah lulus menjadi sarjana, Pak,” ucapnya.
Tangis ibu Arhan juga menjadi momen yang menyentuh banyak orang. Dalam akun @jktluxe, terlihat foto keluarga, ayah, ibu, dan Arhan, sebelum kepergian sang ayah. Tangisan ibunda Arhan pecah saat menyaksikan anaknya berbicara di podium.
Diketahui ayah Pratama Arhan, Sutrisno bin Raji meninggal dunia pada 7 Desember 2025 di Blora. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Indra Sjafri melalui media sosial.
Saat itu, Arhan tengah berada di Thailand bersama klubnya, Bangkok United. Situasi tersebut membuatnya tidak langsung berada di sisi keluarga, menambah beban emosional yang kini terbayar dalam momen wisuda.
Di balik momen emosional tersebut, ada capaian akademik yang tak kalah penting. Pratama Arhan resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen setelah mengikuti wisuda Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) ke-87 di Semarang, Rabu (29/4/2026).
Ia menjadi bagian dari 401 wisudawan dari berbagai fakultas, mulai dari ekonomi, hukum, kesehatan, hingga teknik.
Menariknya, Arhan juga termasuk dalam gelombang pertama penerima ijazah berbasis blockchai, sebuah inovasi yang mulai diterapkan di pendidikan tinggi Indonesia.
Fakta ini menjadi unik, mengingat tidak banyak atlet profesional yang mampu menyeimbangkan karier olahraga dengan pendidikan tinggi.
Dalam banyak kasus, pemain sepak bola memilih fokus penuh pada karier di lapangan. Namun Arhan menunjukkan bahwa keduanya bisa berjalan beriringan.
Selain Arhan, atlet lain seperti Yesky Pentakusumo juga turut diwisuda, menegaskan tren positif bahwa atlet Indonesia semakin sadar pentingnya pendidikan.
Momen wisuda ini pun menjadi bukti nyata bahwa perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil. Bagi Pratama Arhan, gelar sarjana bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk penghormatan terakhir untuk sang ayah.
Load more