News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Film Dokumenter dan Kebebasan Ekspresi Jadi Sorotan, Publik Diajak Lebih Kritis

Polemik film dokumenter tentang Papua dinilai perlu disikapi objektif. Kebebasan berekspresi disebut harus tetap disertai tanggung jawab publik.
Jumat, 15 Mei 2026 - 20:56 WIB
Film Dokumenter dan Kebebasan Ekspresi Jadi Sorotan, Publik Diajak Lebih Kritis
Sumber :
  • Antara Foto

Jakarta, tvOnenews.com - Polemik terkait film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita dinilai perlu disikapi secara objektif dan proporsional dalam kerangka demokrasi, kebebasan berekspresi, serta tanggung jawab sosial.

Praktisi hukum dan kolumnis Agus Widjajanto mengatakan karya dokumenter sebagai produk independen memang memiliki ruang untuk menyampaikan kritik sosial maupun realitas yang dianggap penting oleh pembuatnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun menurutnya, publik juga perlu memahami bahwa distribusi film di luar jalur bioskop komersial dan tanpa melalui proses sensor resmi memiliki konsekuensi tersendiri dalam ruang diskusi publik.

“Dalam negara demokratis, karya dokumenter adalah bagian dari kebebasan berekspresi dan kebebasan artistik. Tetapi kebebasan itu tetap harus berjalan bersama tanggung jawab moral, akurasi data, dan sensitivitas sosial,” ujar Agus Widjajanto, Jumat (15/5/2026).

Demokrasi Disebut Bukan Ruang Hitam Putih

Agus menilai narasi “tanpa sensor” yang berkembang di media sosial tidak seharusnya dipahami secara hitam-putih.

Menurutnya, tidak semua bentuk kritik otomatis benar, begitu pula sebaliknya, tidak semua respons terhadap kritik dapat dianggap anti-demokrasi.

Ia mengingatkan tayangan tanpa sensor tetap berpotensi menimbulkan framing yang tidak bertanggung jawab dan berdampak pada opini publik, politik, maupun aspek hukum.

“Demokrasi bukan ruang hitam-putih. Demokrasi adalah ruang dialog yang memberi tempat pada kritik, tetapi juga membuka ruang klarifikasi, verifikasi, dan tanggung jawab terhadap fakta,” katanya.

Dokumenter Harus Bertanggung Jawab terhadap Narasi

Agus menegaskan sebuah film dokumenter tidak cukup hanya kuat dari sisi emosional maupun sinematografi.

Menurutnya, dokumenter juga harus mampu mempertanggungjawabkan konstruksi narasi yang dibangun kepada publik, terutama ketika mengangkat isu sensitif.

“Dokumenter bukan sekadar membangun emosi penonton. Dokumenter juga membawa tanggung jawab akademik dan etik, terutama ketika berbicara tentang isu sensitif seperti Papua, kolonialisme, ketimpangan sosial, dan relasi negara dengan masyarakat, maka harus berbasis data dan fakta,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan Papua tidak bisa dipahami hanya dari satu sudut pandang visual maupun narasi tertentu.

Menurut Agus, publik perlu melihat persoalan Papua secara lebih komprehensif dan utuh.

“Ada kritik dan persoalan yang memang harus didengar, tetapi juga ada realitas pembangunan, investasi negara, pendidikan, kesehatan, dan keterlibatan masyarakat Papua yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya.

Literasi Media Dinilai Semakin Penting

Di tengah ramainya perdebatan di media sosial, Agus turut menyoroti pentingnya literasi media di era digital.

Ia menilai ruang digital saat ini membuat opini publik bergerak jauh lebih cepat dibanding proses klarifikasi dan verifikasi informasi.

Akibatnya, masyarakat dinilai lebih mudah bereaksi secara emosional dibanding melakukan pendalaman fakta.

“Ruang digital hari ini membuat opini bergerak lebih cepat daripada klarifikasi. Karena itu masyarakat harus lebih kritis agar tidak mudah masuk dalam polarisasi atau kesimpulan sepihak,” katanya.

Perdebatan Diminta Jadi Ruang Diskusi Sehat

Agus berharap polemik terkait film dokumenter tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya diskusi yang sehat di ruang publik, termasuk di lingkungan kampus dan bidang seni budaya.

Ia mengingatkan perdebatan tidak seharusnya berkembang menjadi penggiringan opini yang memicu kegaduhan.

Menurutnya, pihak yang tidak setuju terhadap isi film sebaiknya memberikan bantahan melalui data, riset, dan argumentasi, bukan intimidasi maupun pelabelan.

“Kalau ada pihak yang tidak setuju dengan isi film, jawab dengan data, riset, dan argumentasi. Jangan dengan intimidasi atau pelabelan,” tegasnya.

Di sisi lain, Agus juga menilai pembuat karya harus siap menerima kritik secara terbuka serta bertanggung jawab secara moral maupun hukum terhadap karya yang dipublikasikan.

Kebebasan Berekspresi Disebut Harus Disertai Tanggung Jawab

Menurut Agus, kebebasan berekspresi dalam demokrasi bukan berarti bebas dari kritik dan tanggung jawab publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan semua pihak, baik negara, masyarakat, akademisi, seniman, maupun pembuat karya memiliki tanggung jawab menjaga ruang publik tetap sehat, rasional, dan berbasis fakta.

“Yang dibutuhkan demokrasi bukan sekadar keberanian berbicara, tetapi juga kedewasaan mendengar, menguji fakta, dan rasa tanggung jawab baik moral maupun hukum publik,” pungkas Agus Widjajanto yang juga pemerhati sosial budaya dan sejarah bangsa. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Komnas Perempuan Catat 225 Kasus Pemaksaan Aborsi 2021-2025, 90,7 Persen Pelaku Pasangan Intim

Komnas Perempuan Catat 225 Kasus Pemaksaan Aborsi 2021-2025, 90,7 Persen Pelaku Pasangan Intim

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat bahwa ada sedikitnya 225 kasus pemaksaan aborsi sepanjang 2021 - 2025. Komnas
Kabar Duka, Ibunda Ferdy Sambo Meninggal Dunia: Putri Candrawathi Tulis Pesan Haru  ​​​​​​

Kabar Duka, Ibunda Ferdy Sambo Meninggal Dunia: Putri Candrawathi Tulis Pesan Haru ​​​​​​

Kabar duka menyelimuti keluarga mantan Kepala Divisi Propam Polri, Ferdy Sambo. Sang ibunda tercinta, Oma Ridha Sambo, dilaporkan meninggal dunia pada Senin ...
Pindah dari Red Sparks ke Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur dari Pevoli Senior

Pindah dari Red Sparks ke Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur dari Pevoli Senior

Pindah dari Red Sparks ke Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri dapat penilaian jujur dari pemain veteran V-League. Kim Hee-jin bicara soal sikap Megatron.
Tim Ekspedisi Patriot Dekatkan Sumber Air bagi Warga di Papua Barat, Kini Tak Perlu Berjalan Jauh ke Sungai

Tim Ekspedisi Patriot Dekatkan Sumber Air bagi Warga di Papua Barat, Kini Tak Perlu Berjalan Jauh ke Sungai

Sumur bor yang dihadirkan Tim Ekspedisi Patriot akhirnya membantu warga Kampung Bowi Subur, Manokwari. Warga tak lagi berjalan jauh ke sungai untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Dekat Makam Sutan Nasinok Dipersoalkan Keturunan

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Dekat Makam Sutan Nasinok Dipersoalkan Keturunan

Keberatan muncul setelah pembangunan memasuki tahap penggalian pondasi di lokasi yang disebut oleh pihak keluarga berada di kompleks pemakaman Sutan Nasinok Harahap. Dalam video yang beredar, terlihat tumpukan material dan galian pondasi di lokasi tersebut.
Terpukau Kekuatan Megawati Hangestri, 'Maknae' Hyundai Hillstate: Kak Mega, Jangan Sampai Cedera

Terpukau Kekuatan Megawati Hangestri, 'Maknae' Hyundai Hillstate: Kak Mega, Jangan Sampai Cedera

Terpukau dengan kekuatan Megawati Hangestri, 'maknae' Hyundai Hillstate ini beri pesan khusus: Kak Mega, jangan sampai cedera.

Trending

5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 shio diprediksi hoki soal karier besok 29 September 2026. Ada peluang kerja baru, kepercayaan dari atasan, hingga kesempatan menunjukkan kemampuan.
Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Pacitan mendapat sorotan terkait pengadaan seragam siswa setelah proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai dan kegiatan pembelajaran telah berlangsung.
Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

‎Timnas Indonesia berjaya mengawali FIFA ASEAN Games 2026 dengan hasil positif. Kemenangan 2-0 atas Singapura berhasil diamankan dalam laga perdana pada Jumat (25/9/2026).
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Timnas Indonesia akan melakoni laga derbi melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Sayangnya, John Herdman terancam tanpa dua pemain andalannya.
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Redaksi tvOnenews.com telah memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar Megawati Hangestri di musim ketiga hingga wejangan para seniornya.
Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Siap-siap ketiban hoki! 5 zodiak ini diprediksi beruntung soal karier besok, 29 September 2026. Ada yang dapat peluang, perhatian, hingga kepercayaan!
Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Erick Thohir dan jajaran PSSI. Sebab, FIFA ASEAN Cup 2026 membantu mereka persiapkan diri jelang Piala Asia 2027.
Selengkapnya

Viral