OJK Wanti-wanti Ancaman Global, Perbankan RI Diprediksi Kuat Meski Tekanan Ekonomi Mengintai
- ANTARA
Untuk mengantisipasi berbagai risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu, OJK mengaku rutin melakukan stress test terhadap industri perbankan, terutama terkait dinamika ekonomi global dan pergerakan nilai tukar rupiah.
“Dengan mempertimbangkan dinamika perekonomian global serta perkembangan nilai tukar Rupiah, OJK secara rutin melakukan stress test,” ujar Dian.
Selain pengujian yang dilakukan regulator, perbankan juga diminta melakukan simulasi ketahanan secara mandiri terhadap berbagai skenario ekonomi dan geopolitik.
“Selain yang dilakukan OJK, perbankan juga secara rutin melakukan stress test secara mandiri menggunakan skenario terkait situasi perekonomian, pasar keuangan, dan politik global maupun domestik,” jelasnya.
Melalui langkah tersebut, OJK ingin memastikan bank mampu mendeteksi potensi tekanan lebih dini sekaligus menyiapkan mitigasi risiko secara terukur, termasuk menjaga kondisi likuiditas dan permodalan.
“Dengan demikian, bank dapat mengidentifikasi secara dini kondisi yang perlu menjadi perhatian serta menyiapkan mitigasi risiko yang tepat dan terukur, termasuk antisipasi imbasnya baik terhadap permodalan maupun likuiditas perbankan,” kata Dian.
Hasil pengujian ketahanan yang dilakukan OJK maupun industri perbankan sejauh ini menunjukkan sektor perbankan nasional masih berada dalam kondisi aman menghadapi berbagai tekanan makroekonomi.
“Hasil stress test OJK maupun perbankan menunjukkan bahwa tingkat permodalan perbankan saat ini masih memadai untuk menghadapi risiko yang disebabkan oleh perubahan signifikan dalam kondisi makroekonomi Indonesia,” ujarnya.
OJK juga memastikan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
“Selanjutnya, OJK senantiasa secara aktif berkoordinasi dengan Pemerintah serta pemangku kepentingan terkait, termasuk yang tergabung dalam KSSK guna memperkuat bauran kebijakan, monitoring, dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan secara sehat dan berkelanjutan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” tutup Dian. (agr)
Load more