Fakta-fakta Polemik Hercules vs Ilma Sani, GRIB Jaya: Bangun Narasi Liar!
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com - Belakangan ini publik dikejutkan dengan polemik pentolan GRIB Jaya Hercules vs Ahmad Bahar dan anaknya Ilma Sani. Pasalnya, Ahmad Bahar dan anaknya Ilma Sani layangkan laporan Polda Metro Jaya atas dugaan penyekapan.
Namun, narasi itu dibantah oleh pihak GRIB Jaya dan pihak Hercules beberkan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi. Lantas, fakta-fakta apa saja yang ada di polemik tersebut, simak berikut ini.
GRIB Jaya Bantah Narasi Ahmad Bahar dan Ilma Sani
Organisasi Masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB Jaya) menyayangkan sikap yang dilakukan kubu Ahmad Bahar dan anaknya Ilma Sani membuat narasi liar di publik.
Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marselinus Gual mengatakan, bahwa kasus dugaan penyebaran video dan pesan ancaman yang dilakukan Ahmad Bahar dan anaknya sebetulnya sudah diselesaikan secara damai.
"Sangat disayangkan jika pasca mediasi resmi, pihak keluarga Ahmad Bahar terus memproduksi narasi liar dan memutar balikan fakta di lapangan demi mencari panggung simpati," katanya, dikutip Sabtu (23/5/2026).
Marselinus menilai, justru yang menjadi korban dalam konflik ini yaitu Hercules. Pasalnya, terdapat konten dan pesan yang mengganggu istri Hercules.
Bahkan yang terjadi saat ini sambung dia, kubu Ahmad Bahar mecoba melakukan strategi playing victim.
"Korban pertama dan utama dari lingkaran konflik ini adalah keluarga Pak Hercules khususnya sang istri yang privasi dan ketenangannya dirampas terlebih dahulu oleh konten tidak bertanggung jawab Ahmad Bahar," tegasnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau publik untuk cermat melihat kasus ini secara objektif berdasarkan fakta pendampingan aparat resmi, bukan dari dramatisasi opini yang dibangun oleh pihak Ahmad Bahar.
"Kami mengimbau publik untuk melihat kasus ini secara objektif berdasarkan fakta pendampingan aparat resmi, bukan dari dramatisasi opini yang dibangun oleh pihak pelaku yang mencoba kabur dari tanggung jawab moralnya," jelasnya.
Kubu Ahmad Bahar Bakal Tempuh Jalur Hukum
Ahmad Bahar siap tempuh jalur hukum terkait anaknya yang dibawa paksa oleh anggota Grib Jaya untuk bertemu Rosario De Marshall atau Hercules.
Ahmad Bahar mengatakan, bahwa saat dibawa, anaknya tersebut disebut mendapatkan kekerasan verbal, meski ia tak penyebut ucapan apa yang diterima putrinya itu.
"saya kira lebih ke kekerasan verbal, lebih ke sana. Terus ya kalau bisa dibayangkan saya sebagai orang tua saja tidak pernah melakukan seperti itu," kata dia di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Ahmad Bahar juga mengungkapkan, bahwa peritiwa itu membuat anaknya trauma hingga harus mendapatkan penyembuhan secara khusus.
"Saya kira kombinasi yang jelas membuat mentalnya itu betul-betul jatuh secara psikis, dan saya kira butuh trauma healing, artinya penyembuhan secara khusus," ungkapnya.
Anak Ahmad Bahar Lapor ke Polda Metro Jaya
Anak penulis Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, melayangkan laporan terhadap Hercules dan anggota GRIB Jaya ke Polda Metro Jaya, pada Jumat (22/5/2026). Hercules dilaporkan terkait dugaan penyekapan yang terjadi pada 17 Mei 2026, sementara itu Anggota GRIB Jaya dilaporkan akibat peristiwa jemput paksa.
Adapun laporan ini telah teregister dengan nomor STTLP/B/3678/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA dan nomor STTLP/B/3679/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 22 Mei 2026.
"Kami mendampingi Saudara Ilma Sani Fitriana untuk membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya. Nah, pelaporan ini ada dua laporan rencananya. Yang pertama ditujukan kepada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, dan yang kedua adalah Unit Cyber Crime, atau Direktorat Reserse Kriminal Khusus Siber Polda Metro Jaya," kata Kuasa Hukum Ilma, Gufroni, kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).
Lebih lanjut Gufroni menerangkan, laporan yang pertama yakni terkait dengan adanya dugaan tindakan pengepungan rumah, penculikan, penyanderaan, hingga ancaman dan verbal, kekerasan verbal.
"Kemudian ada penggunaan senjata api,, dan merendahkan klien kami, yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan sebagai Ormas GRIB, dan juga diduga dilakukan oleh ketua umumnya, dalam hal ini adalah Bapak Hercules," ujar Gufroni.
Kemudian Gufroni menuturkan, atas peristiwa ini, kliennya merasa terguncang jiwanya dan mengalami ketakutan yang luar biasa. Bahkan, pada hari Minggu, 17 Mei 2026, Ilma dibawa paksa oleh sekelompok orang menuju markas GRIB Jaya Pusat.
Kronologi Kasus
Untuk diketahui, kasus ini bermula saat whatapp anak Ahmad Bahar diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Saat itu, peretas diduga mengirimkan video dan pesan nada ancama terhadap istri Hercules menggunakan nomor anaknya.
Anggota Grib sempat mendatangi kediaman Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok, Jawa untuk meminta klarifikasi.
Saat itu, anak Ahmad Bahar sudah menjelaskan terkait dengan permasalahan akun whatappnya dan telah menegaskan pengiriman video dan pesan tersebut bukan dirinya.
Namun, anggota Grib tidak mempercayainya dan membawa anak Ahmad Bahar ke markas Grib di wilayah Kedoya, Jakarta Barat.
Ahmad Bahar menyebut, bahwa terkait video yang menarasikan kritikannya terhadap omongan Hercules yang berseteru dengan Amien Rais merupakan buatan AI.
Ia juga menegaskan, tidak pernah membuat video kritikan kepsda Hercules tersebut.
"(Video) itu juga yang membuat saya kira Bung Hercules marah besar," jelasnya.
Meski begitu, ia sempat mengklarifikasi video tersebut kepada Hercules dan menyatakan keduanya untuk berdamai.
Anak Ahmad Bahar Dibawa ke Markas GRIB
Ahmad Bahar sebut anaknya ditahan berjam-jam di markas organisasi masyarakat (ormas) GRIB Jaya dan sempat bertemu Rosario de Marshall atau Hercules 30 menit.
"Dari magrib sampai jam 11 malam, cuma kalau pas dengan Bung Hercules katanya kurang lebih setengah jam," kata Ahmad dikutip Rabu (20/5/2026).
Ahmad Bahar mengaku, akibat dari penahanan tersebut, putrinya mengalami trauma hingga harus mendapatkan penyembuhan khusus.
Ahmad Bahar juga mengungkapkan pada saat ditahan, putrinya di ingerogasi langsung oleh Hercules yang saat itu posisinya sambil berdiri. Hal itulah yang membuat anaknya ketakutan.
"Nah itu masalahnya, saya juga tidak tahu, jadi itu berdiri, yang lain semacam mengelilingi gitu, semuanya berdiri," ucapnya.
Akibat dari peristiwa itu, Ahmad Bahar menggandeng LBH Muhammadiyah untuk menempuh jalur hukum. (aha/aag)
Load more