News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta-fakta Polemik Hercules vs Ilma Sani, GRIB Jaya: Bangun Narasi Liar!

Belakangan ini publik dikejutkan dengan polemik pentolan GRIB Jaya Hercules vs Ahmad Bahar dan anaknya Ilma Sani. Pasalnya, Ahmad Bahar dan anaknya Ilma Sani
Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:23 WIB
Ketua Umum ormas GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Belakangan ini publik dikejutkan dengan polemik pentolan GRIB Jaya Hercules vs Ahmad Bahar dan anaknya Ilma Sani. Pasalnya, Ahmad Bahar dan anaknya Ilma Sani layangkan laporan Polda Metro Jaya atas dugaan penyekapan. 

Namun, narasi itu dibantah oleh pihak GRIB Jaya dan pihak Hercules beberkan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi. Lantas, fakta-fakta apa saja yang ada di polemik tersebut, simak berikut ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

GRIB Jaya Bantah Narasi Ahmad Bahar dan Ilma Sani    

Organisasi Masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB Jaya) menyayangkan sikap yang dilakukan kubu Ahmad Bahar dan anaknya Ilma Sani membuat narasi liar di publik.

Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marselinus Gual mengatakan, bahwa kasus dugaan penyebaran video dan pesan ancaman yang dilakukan Ahmad Bahar dan anaknya sebetulnya sudah diselesaikan secara damai.

"Sangat disayangkan jika pasca mediasi resmi, pihak keluarga Ahmad Bahar terus memproduksi narasi liar dan memutar balikan fakta di lapangan demi mencari panggung simpati," katanya, dikutip Sabtu (23/5/2026).

Marselinus menilai, justru yang menjadi korban dalam konflik ini yaitu Hercules. Pasalnya, terdapat konten dan pesan yang mengganggu istri Hercules.

Bahkan yang terjadi saat ini sambung dia, kubu Ahmad Bahar mecoba melakukan strategi playing victim.

"Korban pertama dan utama dari lingkaran konflik ini adalah keluarga Pak Hercules khususnya sang istri yang privasi dan ketenangannya dirampas terlebih dahulu oleh konten tidak bertanggung jawab Ahmad Bahar," tegasnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau publik untuk cermat melihat kasus ini secara objektif berdasarkan fakta pendampingan aparat resmi, bukan dari dramatisasi opini yang dibangun oleh pihak Ahmad Bahar.

"Kami mengimbau publik untuk melihat kasus ini secara objektif berdasarkan fakta pendampingan aparat resmi, bukan dari dramatisasi opini yang dibangun oleh pihak pelaku yang mencoba kabur dari tanggung jawab moralnya," jelasnya.

Kubu Ahmad Bahar Bakal Tempuh Jalur Hukum

Ahmad Bahar siap tempuh jalur hukum terkait anaknya yang dibawa paksa oleh anggota Grib Jaya untuk bertemu Rosario De Marshall atau Hercules.

Ahmad Bahar mengatakan, bahwa saat dibawa, anaknya tersebut disebut mendapatkan kekerasan verbal, meski ia tak penyebut ucapan apa yang diterima putrinya itu.

"saya kira lebih ke kekerasan verbal, lebih ke sana. Terus ya kalau bisa dibayangkan saya sebagai orang tua saja tidak pernah melakukan seperti itu," kata dia di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Ahmad Bahar juga mengungkapkan, bahwa peritiwa itu membuat anaknya trauma hingga harus mendapatkan penyembuhan secara khusus.

"Saya kira kombinasi yang jelas membuat mentalnya itu betul-betul jatuh secara psikis, dan saya kira butuh trauma healing, artinya penyembuhan secara khusus," ungkapnya.

Anak Ahmad Bahar Lapor ke Polda Metro Jaya

Anak penulis Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, melayangkan laporan terhadap Hercules dan anggota GRIB Jaya ke Polda Metro Jaya, pada Jumat (22/5/2026). Hercules dilaporkan terkait dugaan penyekapan yang terjadi pada 17 Mei 2026, sementara itu Anggota GRIB Jaya dilaporkan akibat peristiwa jemput paksa.

Adapun laporan ini telah teregister dengan nomor STTLP/B/3678/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA dan nomor STTLP/B/3679/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 22 Mei 2026.

"Kami mendampingi Saudara Ilma Sani Fitriana untuk membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya. Nah, pelaporan ini ada dua laporan rencananya. Yang pertama ditujukan kepada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, dan yang kedua adalah Unit Cyber Crime, atau Direktorat Reserse Kriminal Khusus Siber Polda Metro Jaya," kata Kuasa Hukum Ilma, Gufroni, kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).

Lebih lanjut Gufroni menerangkan, laporan yang pertama yakni terkait dengan adanya dugaan tindakan pengepungan rumah, penculikan, penyanderaan, hingga ancaman dan verbal, kekerasan verbal.

"Kemudian ada penggunaan senjata api,, dan merendahkan klien kami, yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan sebagai Ormas GRIB, dan juga diduga dilakukan oleh ketua umumnya, dalam hal ini adalah Bapak Hercules," ujar Gufroni.

Kemudian Gufroni menuturkan, atas peristiwa ini, kliennya merasa terguncang jiwanya dan mengalami ketakutan yang luar biasa. Bahkan, pada hari Minggu, 17 Mei 2026, Ilma dibawa paksa oleh sekelompok orang menuju markas GRIB Jaya Pusat.

Kronologi Kasus

Untuk diketahui, kasus ini bermula saat whatapp anak Ahmad Bahar diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Saat itu, peretas diduga mengirimkan video dan pesan nada ancama terhadap istri Hercules menggunakan nomor anaknya.

Anggota Grib sempat mendatangi kediaman Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok, Jawa untuk meminta klarifikasi.

Saat itu, anak Ahmad Bahar sudah menjelaskan terkait dengan permasalahan akun whatappnya dan telah menegaskan pengiriman video dan pesan tersebut bukan dirinya.

Namun, anggota Grib tidak mempercayainya dan membawa anak Ahmad Bahar ke markas Grib di wilayah Kedoya, Jakarta Barat.

Ahmad Bahar menyebut, bahwa terkait video yang menarasikan kritikannya terhadap omongan Hercules yang berseteru dengan Amien Rais merupakan buatan AI.

Ia juga menegaskan, tidak pernah membuat video kritikan kepsda Hercules tersebut.

"(Video) itu juga yang membuat saya kira Bung Hercules marah besar," jelasnya.

Meski begitu, ia sempat mengklarifikasi video tersebut kepada Hercules dan menyatakan keduanya untuk berdamai.

Anak Ahmad Bahar Dibawa ke Markas GRIB

Ahmad Bahar sebut anaknya ditahan berjam-jam di markas organisasi masyarakat (ormas) GRIB Jaya dan sempat bertemu Rosario de Marshall atau Hercules 30 menit.

"Dari magrib sampai jam 11 malam, cuma kalau pas dengan Bung Hercules katanya kurang lebih setengah jam," kata Ahmad dikutip Rabu (20/5/2026).

Ahmad Bahar mengaku, akibat dari penahanan tersebut, putrinya mengalami trauma hingga harus mendapatkan penyembuhan khusus.

Ahmad Bahar juga mengungkapkan pada saat ditahan, putrinya di ingerogasi langsung oleh Hercules yang saat itu posisinya sambil berdiri. Hal itulah yang membuat anaknya ketakutan.

"Nah itu masalahnya, saya juga tidak tahu, jadi itu berdiri, yang lain semacam mengelilingi gitu, semuanya berdiri," ucapnya.

Akibat dari peristiwa itu, Ahmad Bahar menggandeng LBH Muhammadiyah untuk menempuh jalur hukum. (aha/aag)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Namanya Terseret dalam Kasus Dugaan Penipuan Emas, Kirana Larasati: Saya Hanya Brand Ambassador

Namanya Terseret dalam Kasus Dugaan Penipuan Emas, Kirana Larasati: Saya Hanya Brand Ambassador

Artis indonesia, Kirana Larasati menjadi sorotan di tengah kasus dugaan penipuan emas. Hal tersebut menuai perhatian publik, berikut klarifikasinya.
Menengok Hunian Baru Warga Terdampak Rempang Eco-City di Tanjung Banon

Menengok Hunian Baru Warga Terdampak Rempang Eco-City di Tanjung Banon

Kementerian Transmigrasi bersama BP Batam dan instansi terkait mempercepat penataan permukiman di Tanjung Banon, Pulau Rempang. Pada tahap ini, pemerintah fokus membangun 350 unit rumah permanen bagi warga terdampak.
Legenda Manchester United Ryan Giggs Kritik Kebiasaan Pesepak Bola Modern: Bagi Saya Itu Aneh

Legenda Manchester United Ryan Giggs Kritik Kebiasaan Pesepak Bola Modern: Bagi Saya Itu Aneh

Ryan Giigs menilai gestur berpelukan tersebut sangat berbeda dengan budaya persaingan yang dirasakannya ketika masih aktif bermain.
Gempa Besar Guncang Panana, Kekuatan Magnitudo 7,7 dan Kedalaman 12,6 Kilometer

Gempa Besar Guncang Panana, Kekuatan Magnitudo 7,7 dan Kedalaman 12,6 Kilometer

Gempa Magnitudo 7,7 mengguncang Panama bagian selatan, Jumat (9/10/2026) waktu setempat. Titik gempa yang mengguncang Panama berada di sekitar 12 kilometer barat laut Pitaloza Arriba dengan kedalaman 12,6 kilometer.
Nasi Goreng Jadi Hiburan Maverick Vinales di Tengah Kecemasan Penampilan Jelang MotoGP Mandalika

Nasi Goreng Jadi Hiburan Maverick Vinales di Tengah Kecemasan Penampilan Jelang MotoGP Mandalika

Maverick Vinales menyebut nasi goreng sebagai salah satu kuliner yang paling berkesan selama berada di Indonesia.
Pajak Kendaraan Bermotor Dibayar Tiap Tahun, Ini yang Perlu Anda Ketahui soal Penggunaan Dananya

Pajak Kendaraan Bermotor Dibayar Tiap Tahun, Ini yang Perlu Anda Ketahui soal Penggunaan Dananya

Ke mana hasil Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) digunakan? Simak aturan DKI Jakarta yang mengalokasikan minimal 10 persen penerimaan untuk jalan dan transportasi

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Selengkapnya

Viral