Waspada Cuaca Ekstrem, BNPB Minta Pemda dan Warga se-Indonesia Siaga Ancaman Bencana Hidrometeorologi
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginstruksikan jajaran pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat untuk memperketat kewaspadaan.
Hal ini merespons prakiraan cuaca dari BMKG yang menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang diprediksi akan disertai petir serta angin kencang di berbagai titik di Indonesia.
Kesiapsiagaan di tingkat paling dasar dinilai krusial karena dinamika cuaca saat ini sangat fluktuatif. Contoh nyata dampaknya terlihat saat banjir mengepung Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Jumat (22/5) malam lalu.
Dalam insiden tersebut, 35 rumah warga serta dua sekolah-SD Mulyorejo 1 dan SMP 4 Cepu—terendam genangan air setelah diguyur hujan deras berdurasi panjang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi basah masih mengintai meskipun di beberapa wilayah lain sudah mulai memasuki musim kemarau.
"Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kami meminta pemda dan masyarakat tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana tersebut," ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (24/5) malam.
Menurut Abdul, situasi atmosfer saat ini menuntut kesiapan ganda. Selain harus waspada terhadap banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem, pemerintah daerah juga diminta mulai memetakan risiko bencana hidrometeorologi kering, seperti kekeringan ekstrem serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah antisipasi dini dan kecepatan respons dari seluruh elemen, mulai dari BPBD hingga komunitas lokal, dianggap sebagai kunci utama dalam menekan risiko kerusakan maupun korban jiwa.
Guna mendukung upaya tersebut, masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi dari sumber resmi, seperti rilis peringatan dini dari BMKG, PVMBG, maupun arahan teknis dari BPBD setempat.
Pemantauan informasi secara berkala diharapkan mampu memberikan waktu cukup bagi warga untuk melakukan evakuasi mandiri jika kondisi lingkungan mulai membahayakan. (ant/dpi)
Load more