Bukan Beton, Dedi Mulyadi Justru Minta Warga Sumedang Kembali ke Rumah Berbahan Kayu dan Bambu, Ada Apa?
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melontarkan ajakan yang menarik perhatian bagi masyarakat di Kabupaten Sumedang.
Ia mengimbau warga untuk menghidupkan kembali tradisi membangun rumah berbahan kayu dan bambu, yang dinilainya lebih unggul dan harmonis dibandingkan bangunan beton modern.
Menurut pria yang akrab disapa KDM ini, hunian tradisional Sunda memiliki filosofi mendalam yang menyatu dengan elemen alam. Material alami dianggap memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.
“Rumah kayu itu sesuai dengan keinginan air, keinginan angin, dan keinginan tanah. Itu bagian dari budaya Sunda yang harus kita jaga,” ujar Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan di Sumedang, Senin (25/5).
Ia memaparkan bahwa rumah berbahan kayu dan bambu sangat cocok diterapkan di wilayah perdesaan dan perbukitan.
Selain memberikan kenyamanan karena suhu ruangan yang lebih sejuk, konstruksi tradisional ini memiliki fleksibilitas tinggi terhadap potensi bencana alam, seperti pergerakan tanah atau angin kencang.
“Kalau rumah bambu terkena angin dia mengikuti, kalau tanah bergerak dia lebih lentur. Itu sebabnya rumah tradisional punya filosofi menyatu dengan alam,” tambahnya.
Dedi Mulyadi menilai kearifan lokal masyarakat Sunda dalam berarsitektur harus tetap dipertahankan sebagai identitas budaya.
Penggunaan beton yang masif dianggap tidak selalu tepat untuk setiap karakteristik wilayah di Jawa Barat.
Oleh karena itu, keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan menjadi poin utama yang ia tekankan.
Kecamatan Situraja pun disorot sebagai wilayah yang berpotensi besar menjadi daerah percontohan untuk pengembangan hunian berbasis kearifan lokal ini.
Dedi berharap pemerintah daerah dapat mengambil peran aktif dalam mendorong gaya arsitektur yang tidak meninggalkan akar budaya Sunda.
Dengan mempertahankan pola hunian tradisional, diharapkan masyarakat tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi generasi mendatang. (ant/dpi)
Load more