Kematian Pelajar 16 Tahun di Rumahnya Sendiri Penuh Kejanggalan, Polres Cianjur Selidiki Dugaan Tindak Pidana
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Satreskrim Polres Cianjur dan Polsek Cikalongkulon mendalami penyebab kematian pelajar perempuan berinisial SK (16).
Adapun pelajar SMK itu ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya di Kecamatan Cikalongkulon pada Minggu (24/5/2026) lalu.
Kejanggalan menguat karena posisi rumah korban berada dalam keadaan terkunci rapat dari luar saat jenazah SK pertama kali ditemukan oleh warga.
Awal mulanya, tetangga curiga lantaran tidak melihat aktivitas SK sejak Sabtu (23/5/2026) malam.
Dari kecurigaan itulah warga akhirnya mengecek rumah korban. Sontak warga terkejut lantaran korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi tubuh telungkup.
Saat dievakuasi, kondisi mulut korban mengeluarkan busa dan dilaporkan adanya bercak darah di area vitalnya.
Oleh karena itu, Polres Cianjur melakukan penyelidikan intensif untuk menguji berbagai kemungkinan termasuk dugaan korban meninggal dunia akibat menenggak racun tikus atau adanya unsur tindak pidana kekerasan yang dilakukan oleh orang lain.
Kepala Desa Ciramagirang Sulaeman Effendi mengatakan pihaknya langsung menghubungi petugas berwajib usai menemukan jasad korban.
Selama ini, sambung dia, korban tinggal bersama ayah tirinya yang berinisial O. Sementara itu, ibu kandung korban merupakan pekerja migran di Arab Saudi.
Saat jasad korban ditemukan, Sulaeman menyebut ayah tirinya tidak berada di tempat.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Fazri Ameli Putra mengatakan jenazah korban dievakuasi ke RSUD Sayang Cianjur untuk autopsi.
“Setelah menerima laporan, kami bersama polsek setempat langsung bergerak cepat membawa jenazah korban untuk dilakukan autopsi. Langkah medis ini wajib dilakukan guna mengetahui secara pasti dan ilmiah penyebab utama kematian korban,” katanya.
Saat berita ini tayang, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini mulai dari pengumpulan barang bukti hingga pemeriksaan saksi. (nsi)
Load more