Masyarakat Papua Berbondong-bondong Beri Doa Dedi Mulyadi Jaga Hutan Papua: Mau Ada Pemimpin Amanah Hargai Alam
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
"Mereka juga berdoa agar Kang Dedi diberikan amanah yang lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa dan negara," tambahnya.
Masyarakat Papua Ingin Pemimpin Selamatkan Hutan
Franky menyampaikan bahwa masyarakat adat Korowai apresiasi upaya para pemimpin memberikan perhatian kepada Papua. Hal ini mengacu pada pembangunan fisik.
Akan tetapi, upaya pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, namun juga wajib melestarikan hutan yang sudah menyatu sebagai ruang hidup masyarakat di Papua.
"Mereka berharap ada pemimpin yang mampu menjaga dan menyelamatkan hutan-hutan yang ada di Papua karena bagi mereka hutan adalah kehidupan," katanya.
Diketahui, KDM dan beberapa jajaran Pemprov Jabar menghadiri konferensi tahunan APS diJayapura. Di momen ini, ia menekankan pembangunan selama ini hanya berfokus pada teknokratik.
Mantan Bupati Purwakarta itu pun menyoroti salah satu contohnya mengacu pada rumah pohon masyarakat Korowai. Menurutnya, rumah pohon tersebut menjadi bagian dari identitas budaya Papua.
"Rumah pohon Korowai itu sebenarnya sains tingkat tinggi. Mereka bisa bertahan hidup tanpa merusak ekosistem. Mereka memahami alam, memahami ancaman lingkungan, memahami cara bertahan hidup, dan itu diwariskan secara turun-temurun," kata Dedi Mulyadi.
KDM memahami ada upaya pembangunan agar seluruh cara hidup masyarakat adat menjadi modern. Namun pembangunan juga wajib menghargai dan mengembangkan pengetahuan di Papua.
"Kita sering kali melihat Papua dengan kacamata luar. Padahal masyarakat Papua memiliki cara pandang, sistem pengetahuan, dan nilai-nilai yang lahir dari lingkungan hidupnya sendiri. Itu harus menjadi bagian dari fondasi pembangunan," paparnya.
Oleh karena itu, ia menilai indikator produktivitas ekonomi bersifat industrialistik dinilai tidak tepat menjadi indikator tingkat kemajuan.
"Papua memiliki hutan, laut, sungai, dan sumber daya alam yang luar biasa. Cara hidup masyarakatnya dibentuk oleh kondisi alam tersebut," terangnya.
"Maka ukuran keberhasilannya tidak bisa disamakan begitu saja dengan daerah yang berkembang melalui industrialisasi," tukasnya.
(hap)
Load more