Buka Workshop 2026, Ketum PAN: Kader Harus Bantu Rakyat Mulai dari Memilah Sampah
- Istimewa
JAKARTA, tvOnenews.com -Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menginstruksikan seluruh kader partai untuk turun langsung membantu masyarakat menyelesaikan persoalan lingkungan hidup, dimulai dari langkah paling mendasar: memilah sampah dari rumah. Pesan bernada penegasan tersebut disampaikannya saat membuka Workshop Nasional Fraksi DPRD PAN se-Indonesia di Jakarta, Minggu (7/6/2026), yang dihadiri ribuan lebih anggota DPRD dari seluruh provinsi.
"Slogan 'Bantu Rakyat' itu harus berwujud aksi nyata. Persoalan paling riil yang dihadapi masyarakat hari ini adalah sampah dan kita tidak bisa menyelesaikannya jika hanya bicara dari dalam ruang sidang yang nyaman," ujar Zulkifli Hasan.
Menurutnya, penanganan sampah tidak akan pernah tuntas jika daerah hanya bergantung pada fasilitas pengolahan di hilir. Pembangunan infrastruktur pengolahan mutakhir pun akan sia-sia tanpa adanya perubahan budaya di masyarakat.
"Kuncinya ada di hulu, di rumah kita masing-masing. Memilah sampah harus menjadi budaya baru di rumah, kantor, sekolah, hingga restoran. Jika gerakan di hulu ini tidak berjalan, teknologi pembangkit energi sampah secanggih apa pun di hilir tidak akan mampu menyelesaikan masalah," jelasnya.
Guna menyelaraskan komitmen tersebut, para legislator PAN tidak sekadar menggelar diskusi teoretis, melainkan diwajibkan mengikuti kelas praktik bersama komunitas pengelola sampah dan belajar langsung dari petugas kebersihan lapangan. Zulhas menekankan pentingnya sikap rendah hati bagi seorang pejabat publik saat menyerap aspirasi dari garda terdepan kebersihan perkotaan.
Langkah strategis ini ditempatkan PAN sebagai bentuk dukungan penuh terhadap arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto di sektor lingkungan, khususnya dalam mengawal Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Regulasi ini menegaskan bahwa sampah harus ditransformasikan menjadi sumber daya energi terbarukan.
"Tugas legislator PAN di daerah adalah menerjemahkan mandat nasional tersebut ke dalam regulasi lokal. Pulang dari sini, setiap anggota membawa PR untuk merumuskan Perda yang konkret untuk mendukung kebijakan tersebut," tutup Zulhas.(ant)
Load more