Wakil Ketua MPR RI Dorong Penguatan E-Sports Nasional Sebagai Motor Ekonomi Digital dan Prestasi Bangsa
- Istimewa
Capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki talenta yang mampu bersaing di tingkat dunia apabila didukung oleh ekosistem yang kuat dan berkelanjutan.
Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama PB ESI disebut terus memperkuat pembinaan, mulai dari pemusatan latihan nasional, sertifikasi pelatih, kompetisi berjenjang, hingga pengembangan akademi e-sports.
Saat ini, liga e-sports nasional telah menjaring lebih dari 126.000 atlet dari seluruh Indonesia.
Namun demikian, sejumlah tantangan masih perlu diatasi, antara lain ketidakmerataan pembinaan daerah, keterbatasan pelatih profesional, infrastruktur digital, serta stigma terhadap e-sports di sebagian masyarakat.
Untuk itu, ia memastikan perlunya langkah strategis berupa perluasan akademi daerah, penguatan sport science, percepatan infrastruktur digital, serta kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, DPR, industri, dan PB ESI.
Sebagai Wakil Ketua MPR RI dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong e-sports sebagai bagian dari strategi nasional pengembangan talenta dan ekonomi digital Indonesia.
“Kita tidak boleh hanya menjadi pasar. Kita harus menjadi produsen talenta digital dunia,” ujarnya.
Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN tersebut turut berpesan kepada para atlet untuk terus berlatih dengan disiplin, strategi, dan semangat juang tinggi sebagai investasi masa depan bangsa.
Sementara itu, Wakil Ketua Harian II PB ESI, Irjen Pol. (Purn.) Dr. Benone Jesaja Louhenapessy, menambahkan sejak 2018, atlet esports Indonesia telah menyumbangkan 18 medali emas, 10 medali perak, dan 10 medali perunggu pada berbagai ajang internasional.
Namun demikian, persiapan menuju Asian Games masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari belum dimulainya pelatnas, kebutuhan training camp internasional, keterbatasan peralatan pertandingan berstandar tinggi, hingga kebutuhan pendanaan bagi pelatih dan tenaga keolahragaan.
Sementara itu, Marwan Cik Asan menilai esports merupakan salah satu sektor masa depan Indonesia yang memiliki potensi ekonomi sangat besar dan membutuhkan dukungan regulasi lintas komisi di DPR RI agar dapat berkembang secara optimal.
“Kita ingin membangun ekosistem yang mandiri dan berkelanjutan. Esports bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan generasi muda Indonesia dan kebanggaan bangsa di tingkat global,” pungkasnya.
Load more