News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Haris Rusly Bongkar 3 Poros di Balik Kampanye Destabilisasi: Gejolak IHSG dan Rupiah adalah Serangan Terkoordinasi

Eks Komandan Relawan TKN Prabowo, Haris Rusly beberkan ada tiga poros di balik kampanye “Destabilisasi” Nasional. Menurutnya, negara sedang menghadapi perang
Rabu, 10 Juni 2026 - 16:31 WIB
Komandan Relawan TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024, Haris Rusly Moti.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Pemrakarsa 98 Resolution Network yang juga mantan Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran, Haris Rusly Moti beberkan ada tiga poros di balik kampanye “Destabilisasi” Nasional. Menurutnya, saat ini negara sedang menghadapi sebuah peperarangan (warfare) yang dilancarkan secara senyap dan samar. 

"Kami menilai gejolak IHSG dan pelemahan nilai tukar rupiah sebagai sebuah serangan destabilisasi terkoordinasi”, kata Haris Rusly Moti kepada awak media, Rabu (10/6/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Haris mengatakan jika diperhatikan take line “sale Indonesia”, “1998 redux”, “buang rupiah”, “Indonesia gelap”, dll. 

Menurut Haris, salah satu bentuk serangan “destabilisasi terkoordinasi” bertujuan menggerus kepercayaan publik dan pasar terhadap kebijakan progresif Presiden Prabowo.

Haris mengatakan kampanye destabiliasasi terkoordinasi tersebut  untuk mendorong depresiasi mata uang, pelemahan IHSG, dan memicu pelarian modal yang diharapkan dapat menyusutkan cadangan devisa. 

Kata dia, mereka terobsesi mendaur ulang peristiwa reformasi 1998, memicu gejolak politik melalui merekayasa guncangan ekonomi. 

Haris menjelaskan daur ulang atau redux 1998 saya yakin tidak akan terjadi. Jika tahun 1998 peta geopolitik masih unipolar, ketika itu Amerika jadi penguasa atau matahari tunggal, saat ini sudah multipolar. 

Di era 1998 lembaga multilateral IMF, World Bank, WTO, sangat berkuasa mendikte kebijakan setiap negara. Saat ini multilateralisme telah diruntuhkan oleh Presiden Donald Trump seiring ambruknya Washington Consensus.

Haris mengatakan ada tiga poros kekuatan yang dirugikan oleh kebijakan progresif Presiden Prabowo. Mereka menurut Haris dipastikan dibalik serangan dan kampanye “destabilisasi” terkoordinasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Menurut kami oligarki serakahnomic nasional yang sangat dirugikan kebijakan Presiden Prabowo. Selain itu, poros korporasi dan aktor multi nasional. Berikutnya, sudah menjadi rahasia umum, salah satu negara tetangga kita, negara kecil yang hidup dan kaya raya dari penampungan uang kotor hasil perampokan kekayaan dan sumber daya alam Indonesia. Negara kecil ini dipastikan sangat dirugikan oleh kebijakan Presiden Prabowo,” jelas Haris.

“Nasib bangsa kita sejak zaman kolonialisme dan imperlialisme bentuk lama dulu, selalu saja jadi objek yang dibodoh-bodohi dan diadudomba oleh negara kecil dan korporasi serakah atau kompeni jahat di masa lalu,” sambung Haris.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Juli-September 2026 Indonesia Diprediksi Masuk Puncak Musim Kemarau, BMKG: Ini Perlu Penyesuaian Ekstra

Mulai Juli-September 2026 Indonesia Diprediksi Masuk Puncak Musim Kemarau, BMKG: Ini Perlu Penyesuaian Ekstra

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prediksi dan wilayah terdampak puncak musim kemarau di Indonesia pada Juli hingga September 2026.
Gelar OTT, 5 ASN BPK Diamankan KPK

Gelar OTT, 5 ASN BPK Diamankan KPK

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, bahwa OTT tersebut masih berkaitan dengan kasus suap yang menjerat Bupati Muara Enim, Edison. 
Nova Arianto Minta Garuda Muda Tampil Tanpa Takut Hadapi Australia di Semifinal AFF U19

Nova Arianto Minta Garuda Muda Tampil Tanpa Takut Hadapi Australia di Semifinal AFF U19

Pelatih Kepala Timnas Indonesia U19, Nova Arianto meminta skuad Garuda Muda tampil disiplin dan tidak takut saat menghadapi Australia U19 pada laga semifinal Piala AFF U19 2026 di Stadion Utama Sumatra Utara, Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (11/6/2026) pukul 20.00 WIB.
Kapolri Antisipasi Judi Bola di Piala Dunia dengan Bentuk Satgas Anti Mafia 

Kapolri Antisipasi Judi Bola di Piala Dunia dengan Bentuk Satgas Anti Mafia 

Piala Dunia 2026 akan digelar lebih meriah dengan kick off mulai Jumat (12/6/2026) dini hari WIB di tiga negara sekaligus, Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat. 
BGN Diminta Hentikan MBG 30 Hari untuk Perbaiki Tata Kelola

BGN Diminta Hentikan MBG 30 Hari untuk Perbaiki Tata Kelola

Agus Sarwono meminta agar BGN untuk memperbaiki tata kelola pasca penangkapan dan pentapan tersangka terhadap mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan 2 mantan wakilnya.
Terkena Long Lap Penalty saat Moto3 Hungaria 2026, Veda Ega Mengaku Dirinya Petik Pelajaran Berharga

Terkena Long Lap Penalty saat Moto3 Hungaria 2026, Veda Ega Mengaku Dirinya Petik Pelajaran Berharga

Veda Ega Pratama mengakui kalau dirinya bisa memetik pelajaran berharga dari hukuman yang ia terima saat gelaran Moto3 Hungaria 2026 pada akhir pekan kemarin.

Trending

Muncul Nama Nanik S Deyang Hingga Ibunda Seskab Teddy dalam Pusaran Dugaan Korupsi MBG, Kuasa Hukum Sony Buka Suara

Muncul Nama Nanik S Deyang Hingga Ibunda Seskab Teddy dalam Pusaran Dugaan Korupsi MBG, Kuasa Hukum Sony Buka Suara

Kuasa Hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief buka suara soal beredarnya puluhan nama petinggi yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Diantaranya yakni Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang hingga Ibunda Seskab Teddy Indra Wijaya.
Polisi Beberkan Hasil Pemeriksaan Dosen FIB UGM, Ada Pencatutan Nama, Foto hingga Kaitan Keluarga dengan Ketua Yayasan Little Aresha

Polisi Beberkan Hasil Pemeriksaan Dosen FIB UGM, Ada Pencatutan Nama, Foto hingga Kaitan Keluarga dengan Ketua Yayasan Little Aresha

Polisi membeberkan hasil pemeriksaan terhadap seorang dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM dalam dugaan kasus kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha.
Sulut Emosi Beckham Putra, Kronologi Oknum Suporter yang Acungkan Jari Tengah pada Timnas Indonesia Sampai Kena Damprat Kevin Diks

Sulut Emosi Beckham Putra, Kronologi Oknum Suporter yang Acungkan Jari Tengah pada Timnas Indonesia Sampai Kena Damprat Kevin Diks

Beckham Putra Nugraha sengaja menghampiri oknum suporter yang berada di tribun penonton setelah oknum tersebut mengacungkan jari tengah ketika Timnas Indonesia tengah berkeliling Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta usai laga melawan Mozambik, Selasa (10/6/2026). 
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Panas di Perbatasan Hingga Reuni Timnas Indonesia U-19 dengan Australia

Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Panas di Perbatasan Hingga Reuni Timnas Indonesia U-19 dengan Australia

Australia dan Kamboja menjadi dua tim terakhir yang bergabung dengan Timnas Indonesia U-19 dan Thailand yang sudah lebih dahulu menyegel slot babak semifinal Piala AFF U-19 2026. 
Dear John Herdman, Media Vietnam Punya Request Khusus soal Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Dear John Herdman, Media Vietnam Punya Request Khusus soal Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Salah satu media Vietnam menyoroti komposisi pemain Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday. Media tersebut juga request susunan pemain di FIFA ASEAN Cup 2026
Sarwendah Terancam Kehilangan Hak Asuh Thalia dan Thania Buntut Berkonflik dengan Ruben Onsu? Komnas PA Bilang Begini

Sarwendah Terancam Kehilangan Hak Asuh Thalia dan Thania Buntut Berkonflik dengan Ruben Onsu? Komnas PA Bilang Begini

Sarwendah terancam kehilangan hak asuh Thalia dan Thania. Ketua Umum Komnas PA Agustinus Sirait, S.E. sebut gugatan Ruben Onsu sah secara hukum.
Media Vietnam Kaget Bukan Main usai Lihat Kim Sang-sik Rela Terbang ke Jakarta Demi Pantau Timnas Indonesia

Media Vietnam Kaget Bukan Main usai Lihat Kim Sang-sik Rela Terbang ke Jakarta Demi Pantau Timnas Indonesia

Kehadiran pelatih Timnas Vietnam Kim Sang-sik di GBK saat pertandingan Timnas Indonesia melawan Mozambik menjadi sorotan media Vietnam. Mereka kaget bukan main.
Selengkapnya

Viral