News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Keluarga Korban Minta Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kawal Kasus Kematian Pejabat BKAD Purwakarta

Keluarga Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah BKAD Kabupaten Purwakarta berharap kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mengawal kasus kematian korban.
Kamis, 18 Juni 2026 - 15:21 WIB
Potret rumah Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, Yogi Saleh dipasang police line
Sumber :
  • tvOneNews

Jakarta, tvOnenews.com - Pihak keluarga pejabat Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, Yogi Saleh (40) menyampaikan harapan kepada Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi.

Eka Yusup, sepupu Yogi Saleh meminta satu hal kepada Dedi Mulyadi. Gubernur Jabar diharapkan turut mengawal kasus kematian Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah BKAD Kabupaten Purwakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kepada Bapak Aing, Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Jabar tolong kasus kematian keluarga saya, kakak saya tolong dikawal," ujar Eka Yusup melalui saluran program Kabar Petang tvOne dikutip, Kamis (18/6/2026).

Alasan Keluarga Pejabat BKAD Purwakarta Berharap pada Dedi Mulyadi

Rumah Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, Yogi Saleh dipasang garis polisi
Rumah Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, Yogi Saleh dipasang garis polisi
Sumber :
  • tvOneNews

Eka Yusup menyampaikan alasannya meminta Dedi Mulyadi mengawal kasus ini. Pihak keluarga sangat mencurigai terhadap kematian Yogi Saleh.

Menurut Eka, kematian pejabat BKAD Purwakarta itu sangat janggal. Pasalnya, korban selama ini tidak memiliki masalah apa pun dengan orang lain.

Selain itu, Eka mengungkap kepribadian korban. Yogi dikenal sangat baik dengan keluarga hingga para rekan-rekan kerjanya di lingkungan Pemkab Purwakarta.

"Ini keluarga mencurigai adanya kejanggalan. Kok begini jadinya karena kematian sepupu saya tidak wajar," terangnya.

Keluarga korban tidak menginginkan kasus kematian pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta itu terus berlarut-larut. Eka mengatakan, pihaknya berharap kejadian ini segera diselesaikan oleh pihak kepolisian.

"Saya percaya hukum di Indonesia, khususnya di Purwakarta ini bisa berjalan dengan maksimal sehingga kami keluarga yang ditinggalkan bisa mendapatkan kepastian hukum terkait sepupu saya yang sudah tiada," katanya.

Hingga kini, kata Eka, keluarga masih menunggu hasil uji forensik untuk mengungkap motif kematian Yogi Saleh yang diduga menyasar pada unsur pidana.

Kemudian, Eka menyampaikan, korban jarang mengalami sakit. Tentu pihak keluarga terkejut mendengar bahwa pejabat BKAD Purwakarta ditemukan tak bernyawa dalam kondisi bersimbah darah.

"Enggak pernah sakit, enggak ada kabar sakit apa-apa tapi tiba-tiba meninggal," jelasnya.

Kronologi Kasus Kematian Pejabat BKAD Purwakarta

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara mengungkap kronologi awal mula kematian pejabat BKAD Purwakarta yang ditemukan tewas di Kampung Karangsari, Desa Citalang, Purwakarta, Minggu (14/6/2026).

I Made menjelaskan, mulanya istri korban, WU pulang setelah menjemput anaknya yang wisuda di salah satu hotel. Saat tiba di rumah pada malam hari, kekasih Yogi terkejut pintu rumah terkunci dari dalam.

Istri korban sempat mendobrak pintu depan. Namun, WU memilih jendela belakang sehingga dibuat terkejut menemukan jenazah pejabat BKAD Purwakarta yang sudah tewas bersimbah darah.

Warga setempat langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. I Made mengatakan, jajaran Satreskrim Polres Purwakarta langsung bergegas menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Dalam hasil penyelidikan awal, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diamankan, antara lain dompet, ponsel genggam milik korban, sebilah pisau, dua kabel, sabuk, dan tangga.

"Untuk kerugian uang nihil atau tidak ada," tambahnya.

Selepas itu, polisi melakukan visum. Dari hasil rangkaian tersebut, terdapat empat luka tusukan diduga bekas senjata tajam.

"Ada tiga luka tusukan di bagian leher dan satu tusukan lagi di bagian ulu hati," tutur I Made.

Hal menarik perhatian Polres Purwakarta ditemukan bekas plafon yang jebol. Temuan ini membuat tim dari Pusident Bareskrim Polri dan Polda Jawa Barat kembali mengolah TKP pada Rabu (17/6/2026), sekitar pukul 16.00 WIB.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hadapi Ancaman El Nino 2026-2027, Wamendagri Tekankan Kolaborasi Antarwilayah Atasi Karhutla

Hadapi Ancaman El Nino 2026-2027, Wamendagri Tekankan Kolaborasi Antarwilayah Atasi Karhutla

Pemerintah pusat mewanti-wanti seluruh pemerintah daerah untuk mempererat koordinasi dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 
Terungkap Penyebab Mahasiswi Unair Gelapkan Iuran KIP-K Rp103 Juta, Dipakai Lunasi Pinjol hingga Pengobatan Ortu

Terungkap Penyebab Mahasiswi Unair Gelapkan Iuran KIP-K Rp103 Juta, Dipakai Lunasi Pinjol hingga Pengobatan Ortu

Mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) berinisial YIP mengungkap alasan menggelapkan iuran KIP Kuliah untuk bayar pinjol hingga biaya pengobatan orang tua.
Prabowo Siaga Hadapi El Nino Godzilla, Stok Pangan Aman hingga April 2027

Prabowo Siaga Hadapi El Nino Godzilla, Stok Pangan Aman hingga April 2027

Pemerintah memastikan Indonesia berada dalam posisi siap menghadapi potensi dampak fenomena iklim El Nino Godzilla yang diperkirakan dapat memicu kekeringan.
Harga Albert Einstein Modern 18 Tahun asal Maroko Rp1,6 Triliun, Diincar 5 Klub Besar Eropa

Harga Albert Einstein Modern 18 Tahun asal Maroko Rp1,6 Triliun, Diincar 5 Klub Besar Eropa

Melihat penampilan perdana Ayyoub Bouaddi bersama Maroko melawan Brasil pekan lalu, tidak heran jika Lille menilai "new Albert Einstein" itu dengan harga Rp1,6 triliun. Lima klub besar Eropa mengincarnya.
Anggaran Mulai Mengalir, Satgas PRR Dorong K/L dan Pemda Segera Tancap Gas Pemulihan Permanen

Anggaran Mulai Mengalir, Satgas PRR Dorong K/L dan Pemda Segera Tancap Gas Pemulihan Permanen

Pemerintah secara resmi menetapkan peta jalan pemulihan jangka panjang untuk wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 
Berjalan Pincang saat Ditarik Keluar, Tuchel Ungkap Kondisi Declan Rice usai Laga Kontra Kroasia di Piala Dunia 2026

Berjalan Pincang saat Ditarik Keluar, Tuchel Ungkap Kondisi Declan Rice usai Laga Kontra Kroasia di Piala Dunia 2026

Declan Rice buat penggemar Timnas Inggris khawatir setelah dirinya terlihat berjalan pincang ketika ditarik keluar saat menghadapi Kroasia di Piala Dunia 2026.

Trending

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Polda Metro Jaya membongkar modus baru peredaran narkoba di Jakarta Timur menggunakan stiker "Sedot WC" sebagai kode transaksi. Simak cara kerja sistem tempel
Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Kondisi Nasional, Minta Pemerintah Perkuat Kolaborasi

Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Kondisi Nasional, Minta Pemerintah Perkuat Kolaborasi

Forum Sekretaris Jenderal organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang tergabung dalam Jaringan Cendekiawan Muda (JCM) menyampaikan pernyataan sikap bersama terkait kondisi nasional
Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Seorang pria berpakaian sipil yang diduga anggota intelijen kepolisian diamankan oleh mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (17/6/2026). 
Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo berhasil menyamai rekor mentereng milik Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Ari Bias Kalah Lagi dalam Kasus Lagu Agnez Mo, Gugatan Rp4,9 Miliar Kandas

Ari Bias Kalah Lagi dalam Kasus Lagu Agnez Mo, Gugatan Rp4,9 Miliar Kandas

Pengadilan Niaga Jakarta Pusat resmi menolak gugatan bernilai Rp4,9 miliar yang diajukan Ari Bias selaku pencipta lagu Bilang Saja terhadap perusahaan hiburan HW Group.
Prabowo Kumpulkan Para Petinggi Bank Himbara, Mau Bahas Apa?

Prabowo Kumpulkan Para Petinggi Bank Himbara, Mau Bahas Apa?

Selain jajaran direksi Bank Himbara, Prabowo juga memanggil Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wamenkeu Suahasil Nazara, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir.
Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan, Tamu Hotel Panik Terpaksa Check Out Sebelum Waktunya

Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan, Tamu Hotel Panik Terpaksa Check Out Sebelum Waktunya

Proses eksekusi pengosongan Hotel Sultan diwarnai aksi kepanikan para tamu hotel yang menginap pada Kamis (18/6/2026).
Selengkapnya

Viral