Prabowo Kucurkan Rp5 Triliun ke Papua, Cetak Sawah 80 Ribu Hektare untuk Lumbung Pangan Baru
- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah mempercepat transformasi Papua menjadi salah satu pusat pertumbuhan pertanian nasional melalui gelontoran anggaran lebih dari Rp5,5 triliun serta pengembangan lahan pertanian dan perkebunan rakyat dalam skala besar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengejar target swasembada pangan nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah terus melanjutkan dukungan besar bagi sektor pertanian di Papua. Dukungan itu mencakup bantuan langsung kepada petani, pembangunan sawah baru, hingga pengembangan komoditas perkebunan rakyat.
“Total luasan untuk petani itu adalah 870.000 hektare termasuk tanah Papua, seluruh kabupaten di Papua,” kata Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).
Menurut Amran, pemerintah telah mengalokasikan anggaran pertanian sebesar Rp3,2 triliun untuk Papua pada tahun ini. Jumlah tersebut melanjutkan dukungan Rp2 triliun yang telah dikucurkan pada tahun sebelumnya.
“Kemarin saudara-saudara kita datang ada 200 gubernur, bupati, dan petani-petaninya datang beserta kepala dinas. Kami berikan bantuan di sana tahun ini Rp3,2 triliun, tahun lalu Rp2 triliun, totalnya Rp5,5 triliun lebih,” ujarnya.
Amran menegaskan Presiden Prabowo Subianto meminta agar program bantuan tersebut tetap dilanjutkan karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
“Kami laporkan Bapak Presiden, beliau mengatakan ini dilanjutkan bantuan ini. Ini bantuan langsung ke rakyat,” katanya.
Bantuan yang diberikan meliputi hibah alat dan mesin pertanian, pembangunan sawah, hingga perluasan program cetak sawah yang diminta sejumlah daerah di Papua.
“Dan ini bantuan hibah, traktor, kemudian sawah, bahkan dari beberapa provinsi meminta cetak sawah ditambah, termasuk Papua Barat dan lain-lain. Ini kita tambah,” ucap Amran.
Penguatan sektor pertanian di Papua berlangsung seiring percepatan program cetak sawah yang kini menjadi salah satu proyek strategis pemerintah di kawasan timur Indonesia. Kementerian Pertanian mencatat pengembangan sawah baru di Papua telah mencapai sekitar 80 ribu hektare dalam dua tahun terakhir.
Program tersebut menjadi fondasi penting dalam upaya meningkatkan produksi pangan nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sentra-sentra produksi beras di Pulau Jawa.
Untuk mendukung percepatan pembangunan pertanian di Papua, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun selama periode 2025-2026. Dana itu digunakan untuk pembangunan sawah baru, pengembangan komoditas unggulan, bantuan alat dan mesin pertanian, pembangunan jaringan irigasi, penyediaan benih, hingga sarana produksi pertanian lainnya.
Selain memperluas areal tanam pangan, pemerintah juga mendorong pengembangan komoditas khas Papua yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pengembangan tersebut dilakukan dengan tetap memerhatikan kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. (agr/cmi)
Load more