Soroti Kasus Penyekapan Wanita di Bandung Selama 3 Tahun, Ustaz Fatih Karim Geram dengan Taufik Hidayat: Biadab!
- Kolase Istimewa & tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Jakarta, tvOnenews.com - Pendakwah Ustaz Fatih Karim menyoroti kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang wanita berinisial YTR (29) di Bandung selama tiga tahun.
Ustaz Fatih Karim mengetahui kasus ini menjadi atensi utama bagi publik. Ia pun murka kepada terduga pelaku, Taufik Hidayat alias TH (30) yang membuat korban menderita selama tiga tahun.
Melalui Instagram pribadinya, Ustaz Fatih Karim menilai kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan dilakukan pelaku kepada YTR telah melewati batas kemanusiaan.
Menurut Ustaz Fatih Karim, perlakuan pelaku kepada korban sudah di luar nalar. Ia tidak bisa berkata-kata setelah mengetahui kondisi YTR yang mengalami berbagai luka serius akibat dugaan penyekapan dan penganiayaan selama bertahun-tahun.
"Ini biadab banget-banget, biadab. Ini bukan manusia lagi, bahkan lebih binatang daripada binatang. Ini, ah, saya enggak bisa berkata-kata lagi," ujar Ustaz Fatih Karim dikutip tvOnenews.com, Selasa (23/6/2026).
Ustaz Fatih Karim Kecam Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Selama 3 Tahun
- Istimewa
Sang pendakwah mendengar pernyataan yang dilontarkan pihak keluarga. Kakak korban, Alfi dan Melanie mengabarkan bahwa, adiknya dalam kondisi mengenaskan.
YTR kini berada di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Korban ditangani akibat bola mata di sebelah kanan hancur, mata bagian kiri mengecil, luka di kepala, bekas sayatan di kaki, hingga kondisi bibir yang telah cacat.
Ustaz Fatih Karim tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi korban saat ini. Ia pun mengecam tindakan yang dilakukan oleh Taufik Hidayat.
Kata dia, tidak ada pembenaran tindakan kekerasan kepada perempuan. Ironisnya, terduga pelaku bukanlah menjadi seorang suami, melainkan sebagai pacar korban.
"Nama Anda itu Taufik Hidayat, tapi tingkah laku Anda terlaknat. Anda siksa seorang wanita yang bukan hak Anda, dia bukan istri, hanya pacar," terangnya.
"Tiga tahun menghilang, tidak ada kabar tiba-tiba dua bola matanya hancur, bahkan bibirnya Anda gunting," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat. Ia menginginkan semua pihak membayangkan apabila peristiwa sadis tersebut menimpa anggota keluarganya sendiri.
Meyakini Polisi Ringkus Taufik Hidayat
- Istimewa
Ustaz Fatih Karim mempercayai pihak aparat kepolisian bisa meringkus pelaku. Ia meyakini polisi dapat menyelesaikan kotak pandora dari kasus yang dianggap sangat keji ini.
"Saya mempercayai Kepolisian Republik Indonesia pasti bisa menangkap biadab si Taufik Hidayat ini," katanya.
Selain itu, Founder Cinta Quran Foundation tersebut juga menaruh harapan kepada pemerintah. Ia menginginkan pelaku dihukum seberat-beratnya guna tidak memakan korban lain di masa berikutnya.
"Pemerintah harus menghukum seberat-beratnya, sehingga tidak ada lagi manusia-manusia biadab seperti dia dan efeknya efek jera," tegasnya.
Bicara tentang Bahayanya Pacaran
Kemudian, Ustaz Fatih Karim memberikan sejumlah pesan tentang bahayanya pacaran. Fenomena kekerasan dalam hubungan asmara kerap kali terjadi di Indonesia.
Ia menambahkan, berbagai peristiwa ini juga sering berakhir tragis. Ia pun berharap agar tidak ada yang memutuskan untuk pacaran guna menghindari bahaya ini terulang lagi.
"Stop lah pacaran. Pacaran akan mendatangkan bahaya, pacaran akan mendatangkan laknat dari Allah. Pacaran itu tidak akan mendatangkan berkah, bahkan musibah," pesannya.
Ia tidak habis pikir beberapa kasus kekerasan dalam hubungan asmara kerap kali muncul dengan pola yang tidak jauh berbeda. Hal ini disebabkan berbagai motif sehingga dihantam oleh kekasihnya sendiri.
Di sisi lain, ia juga menyoroti peran keluarga. Menurutnya, betapa pentingnya kepedulian diberikan oleh keluarga kepada orang tersayangnya yang tidak ada kabar, bahkan mendadak hilang dalam kurun waktu lama.
"Kalau udah sehari dua hari nggak kelihatan, cari! Kok bisa tiga tahun dibiarkan? Saya nggak masuk akal," heran dia.
Ia menekankan betapa pentingnya komunikasi. Selain itu, perhatian terhadap sesama keluarga juga sangat dibutuhkan guna menghindari peristiwa yang sama.
"Banyak orang yang fisiknya sehat, tapi jiwanya sakit," ucapnya.
Dalam penutupnya, ia menyampaikan harapannya dari kasus dialami oleh YTR. Peristiwa ini memberikan pelajaran penting untuk semua pihak agar selalu was-was dan lebih memperhatikan antaranggota keluarga.
"Semoga kita semuanya bisa mengakhiri masalah seperti ini dan tidak akan pernah terjadi lagi," tukasnya.
Diketahui, kasus ini telah menjadi atensi pihak Kepolisian. Polda Jawa Barat menetapkan status Taufik Hidayat sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap wanita.
Kasus ini terungkap setelah penjaga indekos menemukan kejanggalan. Pada akhirnya, pelaku didesak untuk membawa korban ke RSHS Bandung sebelum melarikan diri.
Terkini, korban masih dalam fase pemulihan fisik dan mental. Pihak keluarga berharap TH segera diringkus dan YTR bisa mendapat keadilan akibat menderita sejak 2023.
(hap)
Load more