Singgung Macet di Daerah Pabrik Kahatex hingga Kabel-Kabel di Cirebon, Dedi Mulyadi Bakal Dirikan Banyak Pos untuk Atasi Kemacetan di Jalanan Jabar
- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) akan mendirikan pos terpadu dalam setiap berapa kilometer pada tahun 2026 ini.
Bukan tanpa alasan pos terpadu itu didirikan. Pria yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi alias KDM ini mengatakan pos terpadu didirikan untuk mengatasi berbagai persoalan di jalanan terutama kemacetan.
Dengan adanya pos terpadu itu, KDM berharap pengguna jalan tidak berlama-lama terjebak kemacetan di jalanan wilayah Jabar.
"Saya menyampaikan setiap titik di Provinsi Jabar mulai tahun ini dan ke depan harus ada pos. Pos itu ada beberapa layanan. Ada Damkar, Satpol PP, mobil derek, ambulans," ujar KDM, Rabu (24/6/2026).
KDM menyebut nantinya pos-pos itu harus siap siaga memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan seperti mobil mogok, kebakaran maupun penindakan penertiban di jalanan.
Pos tersebut, sambung Dedi Mulyadi, didirikan di setiap kilometer yang dapat menjangkau lebih cepat ke lokasi kejadian.
Dia memberikan contoh. Misalnya, ada mobil mogok, maka mobil derek langsung diturunkan untuk mengevakuasinya.
"Itu free. Ada kecelakaan, ambulans bergerak," ungkapnya.
Adapun alasan KDM mendirikan pos tersebut lantaran berdasarkan pengalamannya di jalanan selama ini dia menemukan persoalan yang sebenarnya bisa diatasi dengan cepat.
Seperti pengalaman di jalanan wilayah Cirebon. KDM menyebut terdapat kabel yang membentang ke tengah jalan selama berhari-hari sehingga mengganggu laju kendaraan yang akhirnya menyebabkan kemacetan.
"Kemudian macet di daerah pabrik Kahatex, problem-nya berjam-jam, truk mogok di tengah, kenapa mobil derek enggak ada," terangnya.
Dia menegaskan tidak ingin jalanan di wilayah Jabar terlalu macet. Menurutnya, wilayah Jabar harus terkoneksi dengan baik. (ant/nsi)
Load more