Sikapi Kasus Kematian Dokter Icha, IDI Heran dengan Dugaan Intimidasi dari Oknum DPRD: Dia juga Manusia
- tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyoroti kasus kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha. Perhatian ini menyusul dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas akibat bunuh diri.
Penyebab Dokter Icha tewas diduga akibat intimidasi dari tiga orang oknum anggota DPRD Kabupaten TTU. Hal ini mendorong IDI turun tangan menyikapi kasus kematian ini.
Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Slamet Budiarto menyampaikan duka cita atas kepergian Dokter Icha. Ia mewakili IDI turut mengecam keras atas dugaan intimidasi terhadap dokter.
"Pertama-tama, IDI mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya dr Icha. Kami juga mengutuk keras atas intimidasi-intimidasi yang menimpa Dokter Icha," ujar Slamet saat dihubungi tvOne, Senin (29/6/2026).
Slamet menegaskan, IDI melakukan investigasi dan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kehadiran pihaknya diharapkan segera menuntaskan kasus kematian Dokter Icha.
"Apakah memang faktor yang muncul di media itu betul terjadi intimidasi? Kalau memang itu betul intimidasi, kami mengutuk keras," lanjutnya.
IDI Soroti Oknum Anggota DPRD Diduga Intimidasi Dokter Icha
- Instagram @kemenkes_ri
IDI telah mendengar kronologi kematian Dokter Icha yang menggegerkan publik. Dokter jaga IGD di RS Leona tersebut depresi diduga dampak dari intimidasi sejumlah anggota DPRD.
Slamet tidak menyangka apabila kejadian tersebut benar-benar terbukti, maka sangat disayangkan oknum pejabat melakukan intimidasi berujung membuat Dokter Icha tewas bunuh diri.
Menurut Slamet, tidak ada perbedaan apa pun dari seorang dokter. Orang yang bertugas medis juga memiliki kesamaan dan bisa depresi atau sakit akibat perlakuan intimidasi dari orang lain.Â
"Apalagi seorang anggota DPRD yang terhormat bisa masuk ke UGD, bisa memaki-maki dokter. Dokter itu kan manusia, bisa depresi, bisa takut juga," terangnya.
Perlakuan intimidasi tidak hanya membuat kondisi psikologis seorang terganggu, tetapi juga potensi mendorong korban melakukan aksi nekat seperti bunuh diri.
"Yang bersangkutan meninggal dunia akibat bunuh diri. Ini yang sangat kita prihatinkan dan sekali lagi kami mengutuk keras kejadian ini," tambahnya.
Load more