Perkuat Persaudaraan Indonesia-Uzbekistan, Ketua MPR Ajak Ulama Indonesia Ziarah Makam Imam Bukhari
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua MPR RI Ahmad Muzani beserta delegasi anggota MPR dan para ulama berziarah ke makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan, Jumat (3/7/2026). Muzani berharap, ziarah ini dapat memperkuat hubungan bilateral kedua negara ke depan serta memperat emosional antar umat Islam di Indonesia dan Uzbekistan.
"Alhamdulillah, pada hari ini kami, rombongan dari Indonesia bersama para pimpinan pondok pesantren, para ulama, dan tokoh pimpinn organisasi Islam, bisa berkunjung ke makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan," ujar Muzani dalam keterangannya.
"Ini adalah kunjungan yang sangat kami tunggu-tunggu dan kami harapkan silaturahmi dan kerja sama antara umat Islam, khususnya Uzbekistan dan Republik Indonesia, bisa menyatu karena hubungan ini tidak hanya terpaut dalam hubungan diplomatik, tetapi hubungan ini telah berlangsung beberapa dekade yang lalu," tambahnya.
Muzani kemudian berbicara mengenai asal muasal penyebaran Islam ke Tanah Jawa oleh ulama Uzbekistan pada abad 15 silam. Kemudian, Presiden Soekarno berinisiatif mengunjungi makam Imam Bukhari.
"Para ulama dari Uzbekistan datang ke Tanah Jawa untuk menyebarkan ajaran Islam pada abad ke-15. Dan pada tahun 1956 Bung Karno adalah orang pertama kali yang mengunjungi makam Imam Bukhori. Dan sejak itu sampai sekarang, makam Imam Bukhari dikunjungi, diziarahi oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia," jelas Muzani.
Karena itu, lanjut Muzani, hari ini para ulama Indonesia datang ke sini untuk menyambung silaturahmi dalam hubungan antara Indonesia dan Uzbekistan.
"Yang membuat kami berbahagia, kami bisa datang langsung ke depan makam beliau dan kami bisa melihat karya monumental beliau, yaitu Sahih Bukhari dalam museum yang ada di kompleks makam Imam Bukhari," jelasnya.
Muzani menjelaskan, Sahih Bukhari adalah sebuah kitab yang sangat diagungkan oleh umat Islam sebagai rujukan kebenaran termasuk di Indonesia yang selalu dibaca dan dipelajari di setiap pondok pesantren"
"Termasuk di setiap perguruan tinggi, madrasah dan di setiap pengajaran pendidikan Islam. Bahkan, sebagai bentuk hormatnya kami kepada Imam Bukhari, kami kemudian mengadakan tasyakuran atau selametan setelah selesainya menamatkan kitab Imam Bukhori setiap tahunnya," jelas Muzani.
Load more