Kerap Tolong Pasien Pedalaman Papua hingga Angkut Sembako: Pesawat Gereja Katolik AMA Air Dibakar dan Pilotnya Dibunuh KKB
- Instagram @amapapua
Berdasarkan data resmi, Associated Mission Aviation (AMA) merupakan maskapai penerbangan perintis legendaris yang dimiliki secara bersama oleh lima keuskupan se-Tanah Papua (Gereja Katolik) di bawah payung Yayasan AMA.
- AMA
Kiprahnya di tanah Papua sudah merentang lebih dari 60 tahun atau enam dekade lamanya demi misi kemanusiaan.
Dari mengoperasikan satu pesawat Cessna bermesin piston hingga 9 pesawat bertenaga turbin, Associated Mission Aviation (AMA) telah tumbuh dan berkembang pesat selama bertahun-tahun.
Hebatnya, awal mula AMA dapat ditelusuri kembali hingga sebelum Perang Dunia II.
Ketika para pastor dan biarawati Gereja Katolik menjalankan misi mereka untuk mengkonversi, mendidik, dan merawat penduduk setempat di wilayah yang saat itu bernama Nugini Belanda.
Mereka segera menyadari bahwa transportasi udara akan memberi mereka akses yang jauh lebih cepat dan aman ke desa-desa terpencil di pedalaman pulau tersebut.
Pada Oktober 1935, pertemuan formal pertama diadakan di Amsterdam untuk secara resmi membahas pesawat misi.
Sumbangan berupa waktu, uang, dan ruang kantor mulai berdatangan, tetapi baru pada September 1945, upaya untuk mendapatkan pesawat misi dimulai dengan sungguh-sungguh. Akhirnya, pada 23 Mei 1959, pesawat misi pertama tiba di Sentani.
Pada masa-masa awal, pesawat-pesawat tersebut diterbangkan oleh para pastor Fransiskan, yang dipilih dan dikirim ke sekolah penerbangan di luar negeri.
- AMA
Terlepas dari dedikasi luar biasa para pastor terhadap misi mereka, penerbangan, dan masyarakat setempat, setelah beberapa kecelakaan, segera diputuskan bahwa mungkin para pastor sebaiknya berkonsentrasi sepenuhnya pada tugas-tugas keagamaan mereka, dan pilot profesional dipekerjakan untuk melakukan penerbangan.
Pilot profesional AMA pertama dilatih oleh KLM Royal Netherlands Airlines, dan dengan demikian dimulailah komitmen terhadap profesionalisme yang berlanjut hingga saat ini.
Melansir laman resminya, hingga hari ini misi utama AMA Air adalah menyalurkan layanan esensial bagi warga lokal di daerah terisolasi yang tidak memiliki akses jalan darat.
Ratusan desa terpencil di pedalaman Papua menggantungkan hidup pada armada AMA untuk memasok bahan makanan, obat-obatan, surat, material bangunan, hingga mengevakuasi pasien darurat (evakuasi medis) tanpa memungut beban biaya finansial bagi warga miskin.
Load more