Waspada! Ada Penyakit yang Bisa Timbul Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin
- tangkapan layar YouTube tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com- Warga Tangerang dan Warga Jakarta sepertinya harus mewaspadai sejumlah penyakit akibat kebakaran TPA Jatiwaringin. Sampai saat ini, masih dalam proses pemadaman.
- Istimewa /viva.co.id
Kebakaran tempat pembuangan akhir atau TPA Jatiwaringin dikatakan mencapai 15 Hektar yang terdampak. Jenis sampah yang beragam dan tebalnya tumpukan sampah bisa jadi kendala memadamkan sumber kebakaran.
Tidak terbayang, seperti apa tebalnya asap yang muncul setelah kebakaran TPA Jatiwaringin yang berlokasi di Tangerang, Banten itu.
Seperti disampaikan oleh Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama untuk masyarakat luas bahwa ada dampak kesehatan yang bisa timbul setelah kebakaran TPA Jatiwaringin.
Belum padamnya kebakaran TPA Jatiwaringin saja sudah menimbulkan asap tebal hingga 200 lebih warga direlokasi.
- tangkapan layar YouTube tvOnenews
Menurut dr. Ngabila Salama kebakaran TPA Jatiwaringin perlu diwaspadai karena ada asap yang mengandung partikel bahaya yaitu karbon monoksida dan beracun.
"Kebakaran TPA yang berlangsung berhari-hari sangat berbahaya karena menghasilkan asap yang mengandung partikel halus (PM2.5), karbon monoksida, dan berbagai zat kimia beracun. Semakin lama paparan, semakin besar risiko gangguan kesehatan fisik maupun mental," jelasnya kepada tvOnenews.com, Senin (7/6).
Ancaman Kesehatan Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin
Risiko kesehatan paling umum muncul akibat kebakaran, antara lain:
- Iritasi mata, hidung, tenggorokan.
- Batuk, pilek, sesak napas, mengi.
- Sakit kepala, pusing, mual.
- Memperberat asma, PPOK, alergi, dan penyakit jantung.
- Gangguan psikologis seperti stres, cemas, sulit tidur akibat asap berkepanjangan.
Dengan kondisi ini, kata dr. Ngabila Salama yang pernah menjabat Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi di Dinas Kesehatan DKI Jakarta ini, bila seseorang terpapar asap bisa berisiko kena penyakit serius.
"Ya. Paparan berulang dapat meningkatkan risiko ISPA, pneumonia, serangan asma, penurunan fungsi paru, hingga meningkatkan risiko gangguan jantung pada kelompok berisiko," ungkap dr. Ngabila.
"Bila berlangsung lama dan terus berulang, dapat berdampak pada kesehatan paru jangka panjang," sambungnya.
Lebih lanjut, kata dr. Ngabila melihat peristiwa kebakaran TPA bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga ancaman kesehatan masyarakat.
Diharapkan kondisinya bisa segera teratasi. Sebab bisa memicu penyakit kronis atau penyakit jangka panjang terlebih pada kelompok rentan.
Masyarakat sekitar seperti warga Tangerang dan warga Jakarta sebaiknya selalu mengenakan masker. Juga menjaga kebersihan dan memahami kondisi tubuh, bila sakit segera ke Fasilitas Kesehatan (Faskes).
"Pengendalian sumber kebakaran, perlindungan kelompok rentan, penggunaan masker yang tepat, dan penanganan dini gejala sangat penting untuk mencegah komplikasi," pesan dr. Ngabila.
Sebagai tambahan, kurang lebih 102 warga dipindahkan, mereka merupakan ibu hamil dan anak-anak.
Menurut Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik di Tangerang, Selasa, mengatakan dari belasan warga yang terdampak telah dievakuasi ke kantor desa setempat.
"Yang terdampak asap cuman rata-rata ibu-ibu dan anak-anak. Mereka kami evakuasi ke kantor desa sebagai lokasi aman dari asap kebakaran," katanya dalam antara, Senin (6/7).
Seperti diketahui, TPA merupakan Tempat Pembuangan Akhir yang berlokasi di Jatiwaringin, Tangerang, Banten. Kebakaran ini terjadi sejak Selasa (30/6).
Sehubungan dengan peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran selama 14 hari, terhitung mulai 1 Juli 2026.
Melihat kebakaran yang meluas hingga beberapa hektar. Jumlah warga yang dievakuasi pun bertambah sampai 102 warga.(klw)
Load more