Peristiwa Dialami Istrinya Disorot DPR, Bagaimana Reaksi Suami Pasien Diduga Dilecehkan di ICU RSUD Martapura?
- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
OKU Timur, tvOnenews.com - Tri Susilo (28), suami pasien mengalami epilepsi yang diduga mengalami pelecehan seksual, KU (26) oleh perawat berinisial SL di ruangan ICU RSUD Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan (Sumsel) bereaksi terkait atensi dari DPR RI.
Pasalnya, peristiwa dugaan pelecehan seksual terhadap istrinya mendapat sorotan dari Komisi III DPR RI. Tri memberikan tanggapannya terkait perhatian tersebut.
Tri mengaku dirinya merasa senang. Menurutnya, atensi tersebut sangat berguna untuk mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual dialami istrinya di RSUD Martapura.
Tri menilai perhatian dari Komisi III DPR RI berkat upayanya bersama sang istri. Sebuah video viral yang diunggah memicu gelombang emosi publik terhadap oknum tenaga kesehatan (nakes) bertugas di ruang ICU RSUD Martapura.
"Alhamdulillah karena kita mendapat atensi kalau enggak lewat jalur viral, itu enggak mungkin kayak begini (ditangani serius)," ujar Tri saat dihubungi tvOnenews.com, Rabu (15/7/2026).
Peran Media Sosial Korban
- Istimewa
Lebih lanjut, Tri memberikan pandangan terkait penyebab video pengakuan sang istri saat terbaring lemah sambil dibalut masker oksigen viral. Menurutnya, hal ini tidak lepas dari peran media sosial milik KU.
Video tersebut pertama kali diunggah melalui Instagram @khoiroh_ummah 1 pada Senin, 13 Juli 2026. Akun tersebut merupakan milik korban yang telah mempunyai sekitar hampiri 30 ribu pengikut.
Jumlah pengikut tersebut tak lepas dari hasil upaya sang istri mengunggah berbagai konten seputar kesehariannya. Hal ini membuat KU menjadi seorang content creator.
Karena dikenal sebagai content creator, kata Tri, video tersebut sukses dilihat sebanyak 1,1 juta kali. Selain itu, peristiwa pilu sang istri juga sangat mempengaruhi rekaman yang diunggah di media sosial berpotensi viral.
"Alhamdulillah karena kita mencari keadilan, mencari kebenaran. Tanggapannya memberikan kabar baik sehingga kita bisa secepatnya mengusut tuntas masalah ini," katanya.
Di sisi lain, Tri mendukung upaya pihak kepolisian. Laporan polisi yang masuk menandakan dugaan pelecehan seksual dialami istrinya diselidiki aparat penegak hukum.
Tri sendiri secara resmi melaporkan kejadian ini ke Polres OKU Timur pada Sabtu, 11 Juli 2026 malam. Laporan Polisi telah teregister dengan Nomor LP/B/141/VII/2026/SPKT/Polres Ogan Komering Ulu Timur/Polda Sumatera Selatan.
Ia mengungkapkan bahwa, pihak kepolisian melalui tim PPA dan penyidik telah melakukan penyelidikan sebanyak tiga kali sejak laporan masuk.
"Dari PPA juga sudah ke sini katanya mau BAP lagi, tetapi sebisa mungkin posisi istri saya sehat. Kalau sekarang enggak mau karena posisi istri saya belum sehat secara penuh. Namun, secara tidak langsung tadi ada beberapa pertanyaan sebagai tahap awal," ucapnya.
Diketahui, dugaan pelecehan seksual tersebut menggemparkan publik. Dalam video yang viral, KU mengaku dirinya mendapat tindakan asusila seusai dibius obat penenang.
KU menyebut dirinya mengalami hal tersebut saat tidak berdaya. Adapun posisi korban hanya sendirian dan seorang nakes diduga pelaku pelecehan saat dirawat di ruang ICU.
Tri menjelaskan, awal mula kejadian ini terjadi saat istrinya mengalami epilepsi pada Sabtu (11/7/2026) siang. Karena mengalami kejang-kejang, KU diberikan obat bius dan obat penenang.
Peristiwa tak senonoh mulai terjadi saat keluarga diperintahkan keluar. Hal ini mengingat tidak sembarangan orang memasuki ruang ICU.
Pada pukul 15.34 WIB, korban melakukan video call tanpa mengeluarkan celotehan apa pun. Kondisi ini membuat suami pasien panik dan segera menuju rumah sakit.
Tri dan keluarga sempat mengalami kendala saat hendak masuk ruang ICU. Kondisi pintu ruangan tersebut terkunci rapat sebelum dibuka oleh seorang perawat berinisial SL.
Tri terkejut melihat istri menangis dan trauma berat. Ia memastikan KU diduga telah mengalami tindakan pelecehan.
Hingga malam hari, Tri dan KU merasa kecewa karena pihak rumah sakit belum menunjukkan itikad baik. Puncak emosi meluap setelah mendengar celotehan dari pimpinan ruang ICU di rumah sakit tersebut.
Kejadian ini membuat Tri melaporkan kepada pihak kepolisian. Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono membenarkan adanya pengaduan tersebut sehingga menggerakkan tim PPA dan penyidik mengolah tempat kejadian perkara.
Adik memastikan pihak penyidik menangani perkara ini secara profesional dan objektif. Hal ini didasari fakta hukum hingga alat bukti yang ditemukan.
Sementara, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya memastikan pihaknya memberikan perhatian serius terkait adanya laporan korban diduga mengalami pelecehan.
"Perlindungan terhadap korban menjadi prioritas, sementara proses hukum terhadap setiap terlapor tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sesuai ketentuan yang berlaku," ucap Tri.
Dugaan peristiwa ini pun menuai sorotan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. Menurutnya, insiden dialami korban dapat mencoreng citra nakes dan tim medis yang bekerja secara profesional.
"Saya minta polisi langsung bergerak cepat dan all out mengusut dugaan kasus ini. Ini sangat pilu," ucap Sahroni.
"Kalau benar pelakunya itu oknum nakes, ini sangat memalukan dan menjijikkan. Jangan sampai ulah satu orang merusak citra para tenaga kesehatan yang setiap hari berjuang merawat pasien dengan penuh dedikasi," tukasnya.
(hap)
Load more