Soal Serangan terhadap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kader Muda Golkar: Tidak Mendasar
- Dokumentasi Setpres
Jakarta, tvOnenews.com - Kader Muda Partai Golkar, Jefri Edi Irawan Gultom, menilai berbagai serangan yang belakangan diarahkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, muncul di tengah keberhasilan pemerintah mendorong implementasi program B50 dan percepatan pengembangan Blok Masela sebagai proyek strategis nasional.
Menurut Jefri, kedua program tersebut merupakan agenda penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian energi nasional, sehingga berbagai tudingan yang tidak didukung fakta justru berpotensi mengganggu konsentrasi pemerintah.
“Di tengah keberhasilan pemerintah meluncurkan program B50 dan mempercepat pengembangan Blok Masela atas arahan Presiden Prabowo Subianto, justru muncul berbagai serangan kepada Menteri Bahlil yang menurut kami tidak berdasar, sangat tendensius, dan sarat kepentingan politik. Kami melihat ada upaya membangun opini yang tidak objektif, terlebih mengingat posisi beliau sebagai Ketua Umum Partai Golkar,” kata Jefri Edi Irawan Gultom, kepada wartawan, Kamis (16/7).
Jefri, menjelaskan implementasi B50 merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan bauran energi nasional melalui pemanfaatan biodiesel berbasis sawit. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar, meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.
Selain itu, percepatan pengembangan Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, menjadi salah satu proyek energi terbesar Indonesia yang diharapkan meningkatkan produksi gas nasional, menarik investasi bernilai besar, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
“Publik seharusnya memberikan apresiasi terhadap kerja nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Kritik tentu diperbolehkan dalam negara demokrasi, tetapi harus berbasis data, fakta, dan disampaikan secara bertanggung jawab, bukan dengan narasi yang menggiring opini atau bermuatan kepentingan politik,” ujarnya.
Jefri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal agenda strategis nasional yang tengah dijalankan pemerintah demi kepentingan bangsa dan negara. Menurutnya, pembangunan sektor energi membutuhkan stabilitas politik, dukungan publik, dan ruang kerja yang kondusif agar target-target nasional dapat tercapai secara optimal.
Load more