Terbongkar, 50 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Maut Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Misteri kasus kebakaran yang menimpa sejumlah santri di sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, mulai menemui titik terang.
Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) baru saja merampungkan proses rekonstruksi untuk mendalami peristiwa yang merenggut nyawa seorang santri tersebut.
Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda NTB, Kombes Pol. Ni Made Pujewati mengonfirmasi bahwa reka ulang adegan ini dilakukan langsung di lokasi kejadian.
"Hari ini penyidik dari Polres Lombok Tengah dan Polda NTB melakukan rekonstruksi di lokasi kejadian (pondok pesantren)," ungkap Ni Made Pujewati di Lombok Tengah, Rabu (29/7).
Dalam proses yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut, sebanyak 50 adegan diperagakan.
Rangkaian adegan dimulai dari pertemuan para pihak yang terlibat, proses pembelian bahan bakar minyak (BBM), detik-detik api berkobar di dalam ruangan, hingga upaya evakuasi para korban ke pusat kesehatan.
Ni Made menegaskan bahwa agenda ini krusial untuk memperjelas jalannya peristiwa.
"Rekonstruksi ini merupakan proses penyidikan untuk mengungkap fakta-fakta dari peristiwa yang terjadi," tuturnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian telah menjalin koordinasi dengan kejaksaan. Hasilnya, terdapat rumusan penambahan pasal yang akan disangkakan kepada para tersangka. Hal ini tentu memperberat posisi hukum mereka.
"Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara," tegas Ni Made.
Senada dengan kepolisian, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataraman, Joko Jumadi, yang hadir memantau proses tersebut menyatakan bahwa rekonstruksi berjalan tanpa kendala dan sesuai dengan berita acara pemeriksaan.
"Dalam rekonstruksi itu sekitar 50 adegan yang diperagakan baik oleh korban maupun tersangka," jelas Joko.
Meskipun dilakukan secara tertutup dari awak media, Joko membeberkan urutan kejadian saat para santri berusaha menyelamatkan diri dari kepungan api.
"Dari hasil rekonstruksi itu, yang pertama keluar dari ruangan kebakaran itu yakni santri inisial R disusul Y, D, S dan A," imbuhnya.
Kasus yang terjadi pada 13 Desember 2025 ini baru ditindaklanjuti secara mendalam setelah adanya laporan dari keluarga korban pada Juni 2026.
Load more