Tepis Kekhawatiran Berlebih, Gubernur Pramono Minta Perkantoran Jakarta dan Pengelola Mal Copot Pagar Baru
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau para pengelola pusat perbelanjaan dan perkantoran untuk segera melepas pagar pengaman yang baru saja dipasang.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa situasi ibu kota saat ini sangat kondusif sehingga tidak memerlukan pengamanan tambahan yang berlebihan.
Pramono menduga pemasangan pagar tersebut dipicu oleh kekhawatiran akibat ingatan terhadap aksi massa dan kerusuhan yang terjadi pada Agustus 2025 lalu.
Namun, ia memastikan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan TNI, Polri, dan aparat penegak hukum guna menjamin keamanan warga.
"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," ujar Pramono saat berada di Blok M Hub, Jakarta, Jumat (31/7).
Ia berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat beraktivitas dengan tenang tanpa dihantui rasa cemas.
"Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang ada untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M," tambahnya.
Di sisi lain, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memberikan pembelaan terkait kebijakan tersebut.
Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menjelaskan bahwa pemasangan pagar adalah hal yang lazim dan bertujuan untuk menjaga ketertiban umum serta mempertegas batas antara area privat mal dengan ruang publik, termasuk sebagai antisipasi lokasi penyampaian aspirasi.
Fenomena ini menjadi sorotan setelah munculnya pagar setinggi 2,5 meter sepanjang 100 meter di depan Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan.
Tren serupa dilaporkan juga terjadi secara serentak di sejumlah mal di kota besar lainnya, seperti Surabaya. (ant/dpi)
Load more