Usut Tewasnya Sutrimo, Polisi Bakal Bongkar Jejak Digital Lewat Ponsel-CCTV
- tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi terus mendalami tewasnya kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap barang elektronik korban, termasuk ponsel korban.
“Ya tentunya, (penelusuran terhadap barang-barang elektronik seperti HP korban, beserta dengan riwayat chat dan juga riwayat panggilan). Informasi sekecil apa pun itu pasti akan dilakukan,” jelas Budi, di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7).
“Tetapi kalau kita berbicara tentang proses penyelidikan substansi materi, itu belum dapat kami sampaikan kepada publik. Karena itu merupakan kerahasiaan dari teman-teman penyelidikan dalam proses ini,” terangnya.
Selain itu, Budi mengungkapkan, tim penyelidik juga akan melakukan penyesuaian terhadap rekaman CCTV yang merekam aktivitas korban.
“Terkait tentang CCTV yang beredar, kami belum bisa dapat mengonfirmasi. Karena ini masih ada proses persesuaian antara CCTV yang beredar dengan fakta sebenarnya dari hasil CCTV yang sudah diminta oleh teman-teman penyidik,” ucap Budi.
Untuk diketahui, Polda Metro Jaya mengungkap fakta baru dibalik pengusutan peristiwa tewasnya kepala rumah tangga mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7).
Kombes Pol Budi Hermanto menerangkan, sejak Senin (27/7), tim penyidik telah melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi.
Salah satu saksi yang telah dimintai keterangan diantaranya pengemudi ambulans yang membawa jenazah Sutrimo.
“Saksi yang sudah dimintai keterangan, yaitu Saudara AZ, pengemudi ambulans yang membawa jenazah menuju Banyumas. Yang kedua adalah MOP, pengemudi ambulans tujuan Banyumas,” kata Budi, di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7).
Kemudian, Budi menuturkan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap seseorang berinisial M di Rumah Sakit Muhammadiyah yang saat itu membantu memindahkan jenazah di ruang pemandian menuju ambulans.
“Kami juga memeriksa saudara MZ serta S, yang merupakan manajer tentang pemilik ambulans yang mengantar jenazah ke Banyumas, dan AAS pengemudi ambulans,” terang Budi.
Selain itu, Budi menambahkan, saksi lainnya yang juga diperiksa yakni MA, yaitu pihak yang mengenal almarhum dan melihat terakhir kali yaitu pada Rabu 22 Juli 2026 sekira pukul 20.00 WIB di depan Klinik Modern.
Hingga saat ini penyidik gabungan dari tim Ditreskrimum dan Polres Metro Jakarta Selatan bersama Puslabfor Bareskrim Polri telah melakukan olah tempat kejadian peristiwa dan mengambil beberapa barang bukti untuk dilakukan pendalaman. (ars/dpi)
Load more