Pemerintah Pastikan Belum Ada Komplain dari Negara Tetangga Terkait Asap Karhutla
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Hingga Senin (10/8) ini, Pemerintah Indonesia menyatakan belum menerima keluhan dari negara-negara tetangga terkait gangguan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Padahal, saat ini luas lahan yang terdampak kebakaran di tanah air telah mencapai angka sekitar 107.000 hektare.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menekankan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk mencegah dampak asap agar tidak meluas ke wilayah internasional.
"Kita juga berupaya sekeras mungkin untuk tidak mengganggu pihak lain, baik ke negara tetangga yang dekat dengan kita," kata Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago dalam konferensi pers di Jakarta.
Djamari menjelaskan bahwa percepatan pemadaman terus dilakukan melalui operasi udara. Pemerintah telah menerjunkan puluhan armada terbang untuk menggempur titik api dari langit.
"Kita mengerahkan sekitar 43 helikopter sampai dengan hari ini, ditambah dengan fixed-wing juga bisa antara 10 sampai dengan 15 sesuai dengan kebutuhan," katanya.
Selain mengandalkan jalur udara, penanganan di jalur darat juga diperkuat.
Petugas di lapangan dibekali dengan tangki air fleksibel yang berfungsi sebagai waduk darurat atau tempat penampungan air sementara guna mempermudah proses penyiraman di titik api yang sulit dijangkau.
Terkait isu polusi asap lintas batas, Djamari menegaskan bahwa laporan mengenai gangguan di negara sahabat masih nihil hingga saat ini.
"Sampai dengan hari ini tidak ada itu (pihak yang terganggu dengan asap), ya," katanya.
Berdasarkan data pemerintah, total area yang terpapar karhutla mencapai kurang lebih 107.000 hektare.
Saat ini, atensi utama dipusatkan pada enam provinsi yang memiliki kerawanan tinggi, yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Djamari menambahkan bahwa wilayah-wilayah tersebut mendapat perhatian khusus karena keberadaan lahan gambut yang sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan ketika memasuki musim kemarau yang kering.
Selain di enam provinsi prioritas tersebut, kebakaran juga dilaporkan melanda beberapa area pegunungan di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara, di antaranya kawasan Gunung Gede Pangrango (Jawa Barat), Gunung Bromo (Jawa Timur), serta Gunung Rinjani (Nusa Tenggara Barat).
Load more