News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Perisai Jenderal Nasution, di Pusara Itu Tertulis: Anak Saya yang Tercinta, Engkau Telah Mendahului Gugur Sebagai Perisai Ayahmu

Jenderal AH Nasution berhasil lolos dalam penculikan pasukan G30S PKI pimpinan Letnan Doel Arif. Namun tiga sosok ini harus gugur sebagai perisai dirinya.
Sabtu, 3 September 2022 - 01:42 WIB
Jenderal AH Nasution dan keluarga
Sumber :
  • Dok.Wikipedia

Pagi buta, 1 Oktober 1965, sekira pukul 03.00, Letnan Satu Doel Arif memimpin pasukan Cakrabirawa dengan sandi "Pasopati" mengepung sebuah rumah di jalan Teuku Umar 40 Jakarta. Doel Arief mendapat tugas penting, menculik sang pemilik rumah, hidup atau mati.

Rumah itu ditempati Menhankam Pangab Jenderal AH Nasution. Ia merupakan target utama penculikan para Jenderal Angkatan Darat oleh G30S PKI dalam peristiwa kelam di pagi buta, 1 Oktober 1965 itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sang Jenderal yang telah kenyang dengan berbagai medan pertempuran pada masa perjuangan merebut kemerdekaan itu, dituduh para konspirator G30S PKI sebagai tokoh utama "Dewan Jenderal" yang akan merebut kekuasaan dari tangan presiden Soekarno.

Foto: Jenderal Nasution saat pemakaman jenderal Angkatan Darat yang gugur dalam peristiwa G30S PKI, 5 Oktober 1965 (Film Pengkhianatan G30S PKI)

Tapi jalan hidup sang Jenderal tak berhenti disitu, Ia lolos dari penyergapan di rumahnya, melompat lewat pagar dan bersembunyi di sekitar rumah Dr.Leimena.

Peneliti asal Amerika Serikat, Victor M. Fic, dalam bukunya "Kudeta 1 Oktober 1965, Sebuah Studi Tentang Konspirasi", mengisahkan bagaimana Jenderal Nasution meloloskan diri. 

Pagi itu, setelah merasa situasi cukup aman, pukul 06.00, Nasution keluar dari persembunyiannya di sekitar rumah Dr. Leimena di Jalan Teuku Umar 36.

Ia kemudian masuk lewat pagar ke rumahnya sendiri di Jalan Teuku Umar 40. Kakinya terluka akibat terjatuh dari pagar tembok rumahnya saat berupaya meloloskan diri.

Nasution kemudian dibawa dengan mobil oleh Letnan Kolonel Hidajat Wirasondjaja, Komandan Staf Markas Besar AD, ajudannya Mayor Sumargono dan ipar laki-laki Nasution, Bob Sunarjo Gondokusomo, ke persembunyian baru.

" Mereka khawatir para pembunuh akan terus mengejar Nasution untuk kembali mencoba membunuhnya jika ia dibiarkan di rumahnya atau di sekitar situ. Kekhawatiran mereka ternyata beralasan, karena tidak lama setelah Nasution lolos seorang anggota Tjakrabirawa datang ke rumahnya mencari dia dan menanyakan di mana Nasution." tulis Victor M. Fic.

Demi keamanan dirinya, Sang Jenderal kharismatik itu harus rela tiarap di lantai mobil saat dibawa keluar dari kawasan Teuku Umar menuju ke tempat persembunyian yang baru. 

Dari lokasi persembunyiannya Sang Jenderal yang terluka itu kemudian menyusun rencana serangan balasan kepada kelompok G30S PKI. 

Jenderal Nasution memang selamat dari upaya pembunuhan, tapi tiga sosok berikut ini harus gugur sebagai perisai sang jenderal.

 

Ade Irma Suryani Nasution

Putri bungsu jenderal Nasution, Ade Irma Suryani Nasution yang masih berusia 5 tahun digendong sang Ibu Johana Sunarti Nasution, dipunggung gadis kecil itu darah masih mengalir akibat luka tembak dari kelompok penculik G30S PKI.

Eka Trisyany Edyanti, cucu jenderal Nasution dalam penuturannya pada channel YouTube eradotid menuturkan, dalam siatuasi itu Ibu Nasution bertanya kepada putrinya yang terluka.

"Ade masih hidup?" 

"Masih mama" jawab Ade

"Apanya yang sakit?" tanya Ibu Nasution

"perut mama"

"Kenapa ayah ditembak?" tanya Ade.


Foto: Ade Irma Suryani Nasution (IG @pierresangpatriot)

Menurut Eka, sebelum peristiwa tragis itu, Ibu Nasution sudah memiliki firasat bahwa kemungkinan seperti yang dialami suami dan putrinya itu akan terjadi. 

"Oma itu punya indera ke 6, kalau suatu saat nanti ada orang yang datang ke rumah mengambil Opa. Kalau sampai itu kejadian harus ngumpetin Opa dimana itu sudah terbayang, sampai Oma juga sudah tahu bahwa Oma itu tidak lama untuk bisa menggendong tante Ade" ungkap Eka.

Ade Irma Suryani, lahir 19 Februari 1960 dan meninggal pada 6 Oktober 1965, setelah sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat di Jakarta.

Saat pemakaman, dari rumah sakit tempat Ade Irma Nasution dirawat, Ibu Johana Nasution dengan ketegaran yang luar biasanya menggendong jenazah putri bungsunya itu hingga ke lokasi pemakaman. 

Di tempat peristirahatan terakhirnya, di kawasan Kebayoran Baru, persis di samping Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Di depan nisan Ade, tertulis kata-kata dari sang ayah, Jenderal Nasution. 

"Anak saya yang tercinta, engkau telah mendahului gugur sebagai perisai ayahmu."

 

Kapten Pierre Tendean

Maria Elizabeth Cornet, perempuan berdarah Prancis tersebut seolah meratapi takdir putra satu-satunya itu, Pierre Andrias Tendean, yang gugur justru disaat Maria tengah merayakan ulang tahunnya pada 30 September 1965.

Dengan terisak-isak, Ia memeluk peti jenazah putranya yang berbalut bendera merah putih. Ia hanya bisa berkata,

"Pierre, wat is er met jou gebeurd? (Pierre, apa yang terjadi denganmu?)" isak Maria Elizabeth, dikutip dari penuturan Masykuri dalam bukunya.

Foto: Kapten Pierre Tendean (Wikpedia - IG @pierresangpatriot)

Ketika terjadi upaya penculikan terhadap Jenderal Nasution oleh G30S PKI, Pierre tidak sedang menjalankan piket sebagai ajudan. la telah menyerahkan tugas piket pada hari itu kepada Komisaris Polisi Hankam Mansyur. 

Akan tetapi karena inisiatifnya sendiri ketika mendengar serentetan tembakan yang ditujukan kepada Jenderal Nasution, ia segera mengambil jaket dan senjatanya, kemudian keluar. Akibatnya ia ditangkap dan dibawa oleh gerombolan penculik, karena disangka Jenderal Nasution. 

Tindakan spontan Lettu Pierre Tendean sebagai ajudan itu secara tidak langsung telah menyelamatkan jiwa Menko Hankam KASAB Jenderal Nasution dari upaya pembunuhan kelompok G30S PKI.

Pada tanggal 4 Oktober 1965, usai pusat komando G30S PKI di kawasan Lubang buaya direbut oleh pasukan RPKAD dan Kostrad, proses pengangkatan jenazah para korban penculikan kemudian dilakukan.

Pada pukul 12.00, pertama kali berhasil dinaikkan jenazah Lettu. Pierre Tendean, Ajudan Jenderal Nasution. Pada jam 13.40 menyusul jenazah Mayor Jenderal Suprapto dan Mayor Jenderal S. Parman. 

Foto: Dokumentasi Film Pengkhianata G30S PKI, Suasana pengangkatan jenazah di Lubang Buaya

Pada jam 13 .50, jenazah Letjen. A. Yani yang diikat menjadi satu dengan Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, serta jenazah Mayor Jenderal Haryono MT. Dan akhirnya, pada jam 14.10 berhasil diangkat jenazah Brigadir Jenderal DJ. Panjaitan. 

Dari urut-urutan pengangkatan jenazah itu tampaklah bahwa Lettu. Pierre Tendean merupakan perwira yang paling akhir dilemparkan ke dalam sumur maut itu oleh pelaku G30 S PKI.

 

Brigadir Polisi Karel Sadsuitubun

Ajun Inspektur Dua Karel Sadsuitubun, pagi itu 1 Oktober 1965, baru saja menyelesaikan tugasnya, melakukan penjagaan di rumah Dr.J Leimena, di jalan Teuku Umar 36 Jakarta, yang bertetangga dengan rumah jenderal Nasution di Teuku Umar 40.

Karel baru saja menyempatkan diri untuk tidur, ketika para penculik pun datang mengepung rumah jenderal Nasution. Pasukan Pasopati yang ditugaskan menculik jenderal Nasution itu kemudian menyekap para pengawal di rumah Dr. J. Leimena. 

Karena mendengar suara gaduh maka Karel Sadsuitubun terbangun, dengan membawa senjata ia mencoba menembak para gerombolan PKI tersebut. Namun ia kemudian ditembak dan tewas seketika.

Foto: Karel Sadsuitubun (Wikipedia)

Dilansir dari laman Wikipedia, Karel Sadsuitubun lahir di Tual, Maluku Tenggara pada tanggal 14 Oktober 1928. Ketika telah dewasa ia memutuskan untuk masuk menjadi anggota Polri. 

Usai mengikuti Pendidikan Polisi, Karel ditempatkan di Kesatuan Brimob Ambon dengan Pangkat Agen Polisi Kelas Dua atau sekarang Bhayangkara Dua Polisi. 

Ia pun ditarik ke Jakarta dan memiliki pangkat Agen Polisi Kelas Satu atau Bhayangkara Satu Polisi. Karel sempat ikut dalam operasi Trikora pembebasan Irian Barat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah selesai operasi militer di Irian Barat, ia diberi tugas untuk mengawal kediaman Wakil Perdana Menteri, Dr. J. Leimena di Jakarta. Berangsur-angsur pangkatnya naik menjadi Brigadir Polisi.

Pemerintah kemudian menganugerahkan gelar Pahlawan Revolusi kepada Ajun Inspektur Dua Karel Sadsuitubun. Pangkatnya dinaikkan menjadi Ajun Inspektur Dua Polisi. Namanya juga kini diabadikan menjadi nama sebuah Kapal Perang Republik Indonesia dari fregat dengan nama KRI Karel Sadsuitubun. (Buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lolos Perempat Final Asian Games 2026, Media Thailand Berterima Kasih pada Iran Usai Kalahkan Timnas Voli Indonesia

Lolos Perempat Final Asian Games 2026, Media Thailand Berterima Kasih pada Iran Usai Kalahkan Timnas Voli Indonesia

Thailand yang menaklukkan Kirgistan sempat belum dipastikan lolos karena bergantung pada hasil laga Iran melawan Timnas Voli Indonesia. 
6 Zodiak Paling Bersinar Kariernya di Tempat Kerja pada 30 September 2026: Cancer Siap-siap Naik Kelas

6 Zodiak Paling Bersinar Kariernya di Tempat Kerja pada 30 September 2026: Cancer Siap-siap Naik Kelas

Memasuki penghujung September 2026, sejumlah zodiak diprediksi memiliki peluang lebih besar untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam urusan karier.
Singkirkan Pasangan Oman, Bintang/Sofyan Bawa Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Voli Pantai Asian Games 2026.

Singkirkan Pasangan Oman, Bintang/Sofyan Bawa Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Voli Pantai Asian Games 2026.

Wakil Indonesia di cabang olahraga voli Pantai, Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi, berhasil mengamankan satu tempat di babak perempat final Asian Games 2026.
Bulan Penuh Ujian, 6 Shio Ini Harus Ekstra Hati-hati Selama Bulan Oktober 2026

Bulan Penuh Ujian, 6 Shio Ini Harus Ekstra Hati-hati Selama Bulan Oktober 2026

Mulai dari hambatan finansial hingga tekanan di tempat kerja, berikut adalah 6 shio yang diprediksi paling rentan ketiban apes dan kesialan selama Oktober 2026.
Perempuan WN Jepang Ajukan Uji Materil ke MK

Perempuan WN Jepang Ajukan Uji Materil ke MK

Hisako Dewanto, perempuan berkewarganegaraan Jepang mengajukan permohonan uji materiil ketentuan Pasal 140 KUHPerdata di Mahkamah Konstitusi (MK).
Gerakan Solidaritas Rakyat Serukan Penolakan Hoaks dan Provokasi di Jatim

Gerakan Solidaritas Rakyat Serukan Penolakan Hoaks dan Provokasi di Jatim

Gerakan Solidaritas Rakyat menggelar deklarasi dan menyampaikan pernyataan sikap terkait isu Black September.

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar penilaian jujur pevoli senior hingga pesan untuk Megawati Hangestri.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral