News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Kapten Pierre Tendean, Sederhana dan Ganteng, Jadi Idola Para Wanita Sekaligus Rebutan Para Jenderal

Kakak Pierre, Mitzi Farre menerangkan, Pierre Tendean sejak kecil sampai akhir hayatnya merupakan anak yang sederhana dalam segala hal. Dia rajin dan tekun.
Selasa, 13 September 2022 - 08:23 WIB
Kapten Pierre Tendean
Sumber :
  • IG @pierresangpatriot

Maria Elizabeth Cornet, dan Aurelius Lammert Tendean, pasangan suami istri ini tengah diliputi kebahagiaan kala suara tangisan bayi laki-laki memecah pagi di rumah sakit rakyat yang bernama Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (CBZ), Jakarta, yang saat ini dikenal sebagai RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo. 

Hari itu, pukul 08.10, tanggal 21 Februari 1939, Maria dan DR Tendean, mereka dikaruniai seorang putra yang tampan, Ia kemudian diberikan nama Pierre Andries Tendean. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maria Elizabeth Cornet merupakan wanita asal Leiden, Belanda, sekaligus keturunan Prancis, menikah dengan Aurelius Lammert (A.L) Tendean, seorang dokter spesialis jiwa berdarah Minahasa, Sulawesi Utara. ltulah sebabnya putra mereka diberi nama Prancis "Pierre".

Pierre yang dalam bahasa Perancis bermakna "Kekuatan seperti batu" Dikemudian hari, 26 tahun kemudian, anak laki-laki tampan blasteran Minahasa - Prancis ini menjadi sosok penting dalam catatan sejarah bangsa Indonesia, ketika ia dijemput paksa oleh sekelompok pasukan Cakrabirawa di rumah komandannya, Jenderal Abdul Haris Nasution, Menko Hankam KASAB, pada 1 Oktober 1965 dini hari.


Pierre Kecil dan Keluarga Tendean yang Sederhana

Ketika Pierre berumur setahun, ayahnya dipindahkan dari Jakarta ke Tasikmalaya, Jawa Barat. Tidak lama sesudah bertugas di sana, Dr. A.L. Tendean jatuh sakit, sehingga perlu dirawat di Sanatorium Rumah Sakit Cisarua. 

Seluruh keluarganya ikut pindah ke sana. Setelah sembuh ia tetap tinggal di Cisarua, dan bekerja di rumah sakit tersebut.

"Di daerah pegunungan itu mereka tinggal di rumah yang sederhana, akan tetapi sejuk dan nyaman, karena lbu Tendean rajin menanami halamannya dengan bunga-bungaan." ungkap Masykuri.

Masykuri dalam bukunya "Pierre Tendean" yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional 1983/ 1984, menggambarkan sosok keluarga Tendean sebagai keluarga yang sederhana.

"Keluarga Dr. A.L. Tendean hidup sederhana, karena hanya mengandalkan gaji dari pemerintah, tidak membuka praktek di luar." tulis Masykuri.

Foto: Kapten Pierre Tendean dan Keluarga (Sumber- IG @vz_pierre)

Kakak Pierre, Mitzi Farre menerangkan, bahwa Pierre Tendean sejak kecil sampai akhir hayatnya merupakan anak yang sederhana dalam segala hal. Dia rajin dan tekun, tidak memiliki sifat manja, meskipun merupakan satu-satunya anak laki-laki di dalam keluarganya.

Di dalam maupun di luar sekolah, Pierre sangat disayangi kawan-kawannya, karena sifatnya yang ramah. Pierre tidak suka membeda-bedakan kawan-kawannya. Ia dapat bergaul dengan baik dan ramah dengan semua lapisan masyarakat.

Pierre yang pada waktu itu masih duduk di bangku Sekolah Dasar telah memperlihatkan sifat tanggungjawabnya terhadap masyarakat sekitarnya. Pada waktu libur ia membantu teman-temannya pergi ke sawah untuk mencari siput guna menambah lauk-pauk di rumah orang tua mereka.

Untuk mengurangi beban keluarganya, Pierre yang masih kecil itu giat menanami tanah kosong di sekitar rumahnya dengan singkong, ubi, pepaya dan sayur-sayuran.

Foto: Kapten Anumerta Piere Tendean bersama dengan kedua kakak 
perempuannya Mitzi Farre (duduk) dan Rooswidiati (Masykuri, "Pierre Tendean" - 1983/1984)

Pada zaman Revolusi Kemerdekaan, keluarga Dr. Tendean secara diam-diam membantu obat-obatan para gerilyawan Indonesia. lbu Tendean giat mengumpulkan dana dari simpatisan-simpatisan guna membantu pemuda-pemuda yang sedang bergerilya itu.


Idola Para Wanita dan Rebutan Para Jenderal

Pada tahun 1958, ketika Pierre Tendean berhasil diterima sebagai Taruna pada Akademi Militer Nasional Jurusan Teknik, yaitu ATEKAD.  

"Sebagai seorang taruna dan olahragawan yang memiliki bentuk badan yang tinggi dan atletis serta roman muka yang tampan, Pierre selalu menjadi pusat perhatian gadis-gadis remaja. Oleh gadis-gadis remaja Bandung, Pierre mendapat sambutan 'Robert Wagner dari Panorama'." tulis Masykuri dalam bukunya.

Robert Wagner adalah nama bintang film Amerika terkenal, sedangkan Panorama adalah nama tempat pendidikan ATEKAD di Bandung.

"Apabila sedang memimpin Parade Taruna, dalam setiap ada perayaan, Pierre selalu menarik perhatian khalayak ramai. Ia memang seorang yang simpatik. " ungkap Maskuri.

Kawan-kawannya atau orang-orang yang pernah bergaul dengan dia selalu menaruh simpati kepadanya. Selain tampan, Pierre juga dikenal sebagai sosok yang sopan dan homoristis.

Ketika Indonesia melakukan konfrontasi dengan Malaysia di tahun 1963,  Letda Pierre Tendean ditugaskan di garis depan pertempuran sebagai perwira intelijen yang menyusup ke wilayah Malaysia.

"Seluruh keluarganya, terutama ibu Pierre menjadi sangat prihatin ketika Letda Pierre mendapat tugas khusus menyusup ke daerah Malaysia, diperbantukan kepada Dinas Pusat Intelijen Angkatan Darat yang bertugas di garis depan." tulis Masykuri.

Ibu Pierre yang kebetulan merupakan kawan baik dari mertua Jenderal A.H. Nasution, yang tinggal bersama-sama dengan menantunya di jalan Teuku Umar 40 Jakarta, memberanikan diri memajukan permohonan kepada Jenderal Nasution yang ketika itu menjabat Menko Hankam KASAB, agar puteranya, Letda Pierre Tendean ditarik dari tugas khusus yang sangat berbahaya itu. 

Foto: Jenderal Nasution dan Keluarga (Wikipedia)

Permohonan serupa juga diajukan kepada Mayor Jenderal Dendi Kadarsan yang ketika itu menjabat Direktur Zeni Angkatan Darat yang telah dikenal Ibu Tendean sejak puteranya menjadi Taruna ATEKAD di Bandung.

Permohonan lbu Tendean tersebut dikabulkan, Letda Pierre ditarik dari operasi Dwikora. Ia menjadi rebutan antara Jenderal A.H. Nasution, Jenderal Hartawan, dan Jenderal Dendi Kadarsan yang telah mengenal bakat dan kepribadiannya. 

Akhirnya, Jenderal Nasution yang menang. Sejak tanggal 15 April 1 965, Letda Pierre Tendean dinaikkan pangkatnya menjadi Lettu dan ditugaskan sebagai Ajudan Menko Hankam KASAB, Jenderal Nasution. 

lbu Tendean menjadi lega, akan tetapi Lettu Tendean sendiri sebenarnya tidak begitu tertarik dengan tugasnya yang baru itu. Meskipun demikian, sebagai prajurit Pierre harus tunduk kepada tugas yang dibebankan atasan kepadanya dan
menjalankan tugas barunya itu dengan penuh rasa tanggung jawab. 

Ketika terjadi upaya penculikan terhadap Jenderal Nasution oleh G30S PKI, Lettu Pierre tidak sedang menjalankan piket sebagai ajudan. la telah menyerahkan tugas piket pada hari itu kepada Komisaris Polisi Hankam Mansyur. 

Akan tetapi karena inisiatifnya sendiri ketika mendengar serentetan tembakan yang ditujukan kepada Jenderal Nasution, ia segera mengambil jaket dan senjatanya, kemudian keluar. Akibatnya ia ditangkap dan dibawa oleh 
gerombolan penculik, karena disangka Jenderal Nasution. 

Tindakan spontan Lettu Pierre Tendean sebagai ajudan itu secara tidak langsung telah menyelamatkan jiwa Menko Hankam KASAB Jenderal Nasution dari upaya pembunuhan PKI. (Buz)
 

Ikuti terus perkembanga berita terbaru melalui channel YouTube tvOneNews:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Usai Diduga Lukai Korban Pakai Gunting, Pelaku Penganiayaan Balita di Karawang Ternyata Masih Anak-Anak

Usai Diduga Lukai Korban Pakai Gunting, Pelaku Penganiayaan Balita di Karawang Ternyata Masih Anak-Anak

Kasus dugaan penganiayaan memilukan menimpa seorang balita di kawasan Simpang Jomin, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. 
Gaji UMP Jakarta Bisa Punya Mobil? Ini 5 Mobil Bekas Murah Mulai Rp50 Jutaan

Gaji UMP Jakarta Bisa Punya Mobil? Ini 5 Mobil Bekas Murah Mulai Rp50 Jutaan

Gaji UMP Jakarta 2026 Rp5,7 juta ternyata masih bisa punya mobil. Simak 5 mobil bekas murah mulai Rp50 jutaan, lengkap dengan estimasi biaya kepemilikan mobil.
Bukan Punya Febrie Adriansyah? Don Ritto Bikin Pengakuan Menghebohkan Soal Asal-Usul Emas 74 Kg

Bukan Punya Febrie Adriansyah? Don Ritto Bikin Pengakuan Menghebohkan Soal Asal-Usul Emas 74 Kg

Don Ritto alias Idon, membantah keras dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang mengaitkan emas seberat 74 kilogram serta tumpukan valuta asing miliknya dengan Febrie Adriansyah.
Reaksi Media Vietnam usai Persib Bandung Tumbangkan The Cong-Viettel di ACL 2, Akui Maung Bandung

Reaksi Media Vietnam usai Persib Bandung Tumbangkan The Cong-Viettel di ACL 2, Akui Maung Bandung

Media Vietnam menyoroti kekalahan The Cong-Viettel FC dari Persib Bandung dengan skor 0-1 pada laga kedua Grup E ACL 2 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat.
Kantor BPN Karawang Terbakar

Kantor BPN Karawang Terbakar

Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Karawang mengalami kebakaran mengalami kebakaran sejak Rabu, 14 Oktober 2026 malam.
BMKG Ungkap Kualitas Udara di Sulawesi Selatan Sangat Tidak Sehat, Warga Wajib Tahu Biang Keroknya

BMKG Ungkap Kualitas Udara di Sulawesi Selatan Sangat Tidak Sehat, Warga Wajib Tahu Biang Keroknya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar merilis peringatan terkait anjloknya kualitas udara di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. 

Trending

Ledakan Dahsyat Guncang Ciputat: Dua Tewas dan 11 Orang Terluka, Polisi Pastikan Bukan Aksi Bom

Ledakan Dahsyat Guncang Ciputat: Dua Tewas dan 11 Orang Terluka, Polisi Pastikan Bukan Aksi Bom

Ledakan dahsyat terjadi di ruko kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (14/10).
Ruben Onsu Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Polisi Segera Periksa Saksi dan Ahli

Ruben Onsu Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Polisi Segera Periksa Saksi dan Ahli

Polda Metro Jaya segera memeriksa saksi dan ahli dalam dua laporan Ruben Onsu terkait dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik.
Kantor BPN Karawang Terbakar

Kantor BPN Karawang Terbakar

Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Karawang mengalami kebakaran mengalami kebakaran sejak Rabu, 14 Oktober 2026 malam.
iPhone 18 Pro dan Pro Max Dibanderol Rp21 Jutaan, Berapa Kali Gaji UMR Jakarta 2026 untuk Membelinya?

iPhone 18 Pro dan Pro Max Dibanderol Rp21 Jutaan, Berapa Kali Gaji UMR Jakarta 2026 untuk Membelinya?

Harga iPhone 18 Pro dan Pro Max diperkirakan mulai Rp21,5 juta. Simak perbandingan dengan UMP Jakarta 2026, spesifikasi kamera, baterai, dan chip A20 Pro
iPhone 18 Pro Max vs iPhone 17 Pro Max: Selisih Harga Jauh, Upgrade-nya Benar-Benar Worth It?

iPhone 18 Pro Max vs iPhone 17 Pro Max: Selisih Harga Jauh, Upgrade-nya Benar-Benar Worth It?

iPhone 18 Pro Max membawa chip A20 Pro, kamera variable aperture, dan baterai lebih awet. Simak perbandingannya dengan iPhone 17 Pro Max sebelum membeli.
Usai Sarang Narkoba Dihancurkan, Tiga Orang Jadi Korban Penembakan OTK di Kampung Ambon, Lapak Ikut Dibakar Misterius

Usai Sarang Narkoba Dihancurkan, Tiga Orang Jadi Korban Penembakan OTK di Kampung Ambon, Lapak Ikut Dibakar Misterius

Aksi kekerasan mencekam mengguncang kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (14/10) sore. 
Detik-Detik Ledakan Dahsyat di Pasar Cimanggis Ciputat, Polisi Bongkar Dugaan Sumbernya

Detik-Detik Ledakan Dahsyat di Pasar Cimanggis Ciputat, Polisi Bongkar Dugaan Sumbernya

Ledakan terjadi di ruko kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (14/10) malam.
Selengkapnya

Viral