Gawat! Ternyata Menkes Baru Tahu Regulasi FIFA Tentang Larangan Gas Air Mata
Pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan, Kementerian Kesehatan memberi pelayanan terbaik bagi korban Tragedi Kanjuruhan.
Kericuhan Tragedi Kanjuruhan pasca pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya
Sumber :
Tim tvOne - Julio Trisaputra
Jakarta - Pasca pertandingan antara Arema FC melawan PersebayaSurabaya berujung kerusuhan. Namun tidak disangka, akibat kepanikan para suporter yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur telah menelan ratusan korban.
Sebanyak 125 korban meninggal dan 323 korban luka akibat tragedi kanjuruhan ini. Terkait peristiwa tersebut, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) telah mengadakan Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) bersama Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan, pada Senin, (3/10/2022).
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan keterangan terkait pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan.
Kementerian Kesehatan ditugaskan oleh Mahfud MD untuk memberi pelayanan terbaik bagi korban tragedi Kanjuruhan.
“Menteri kesehatan diminta melakukan atau memberikan pelayanan kesehatan dengan tidak dulu mempersoalkan biaya, biar negara yang mengurus seluruh perawatan bagi yang sakit, yang masih dirawat dan sebagainya, perlu obat ini obat itu, perlu ke rumah sakit ini rumah sakit itu, supaya dilakukan dengan baik. Termasuk di dalamnya trauma healing,” kata Mahfud MD usai menggelar Rakorsus Penanganan Tragedi Kanjuruhan, di Jakarta, Senin (3/10/2022).
Menko Polhukam bersama Tim Gabungan Independen Pencari Fakta. (tvOne)
Begitu juga dengan menteri pemuda dan olahraga untuk secepatnya mengundang PSSI, pemilik club, panitia pelaksana daerah, dan lain-lain yang terkait.
“Untuk memastikan tegaknya peraturan di dalam pelaksanaan pertandingan baik yang dibuat oleh FIFA maupun diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan kita sebagai bagian dari upaya evaluasi total,” kata Mahfud.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku bahwa dirinya baru saja mengetahui adanya aturan yang dibuat oleh organisasi sepak bola dunia atau Federation International de Football Association (FIFA) mengenai tata cara pengamanan dalam pertandingan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam regulasi FIFA, penggunaan gas air mata seharusnya dilarang saat pertandingan berlangsung. Hal ini terjadi pada tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022).
“Saya terus terang, jujur, saya baru lihat yang aturannya FIFA mengenai tata caranya mesti begitu kan, baru tahu juga,” ujar Budi Gunadi Sadikin pada Senin, (3/10/2022).
Menlu Sugiono bertemu Menlu AS Marco Rubio di Washington DC, bahas situasi Tepi Barat dan dorong peran global menghentikan kekerasan serta menjaga proses perdamaian Gaza.
OJK beri denda miliaran rupiah kepada pelaku manipulasi saham yang memanfaatkan media sosial dan transaksi semu demi menjaga integritas pasar modal Indonesia.
Penyerang Persija Jakarta, Alaeddine Ajaraie, mengaku bahagia bisa jalani Ramadan di Indonesia. Ia merasakan suasana yang berbeda karena berpuasa di Tanah Air.
Buntut Dwi Sasetyaningtyas (DS), seorang warga negara Indonesia (WNI) alumnus penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengunggah ucapan
PSSI berpotensi menyesal setelah Pascal Struijk menolak naturalisasi untuk perkuat Timnas Indonesia. Bek Leeds United itu kini jadi transfer terbaik klubnya.
Mencuat soal kabar terkait impor 105 ribu mobil pikap India buat Kopdes Merah Putih. Sontak hal ini menyedot dan menuai komentar dari Wakil Ketua Komisi VII DPR
Mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro mengakui narkoba sekoper miliknya dapat saat ia menjabat sebagai Wakasat Serse Polres Metro Jakarta Utara.
Jagat media sosial heboh usai viralnya sebuah video yang melihatkan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas.
Dwi Sasetyaningtyas, konten kreator yang viral setelah bilang, "cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan" ungkap permintaan maafnya pada masyarakat.
Baru-baru ini beredar kabar detik-detik mengerikan seorang siswa di Tual tewas diduga dianiaya anggota Brimob. Sontak, insiden ini menuai komentar netizen di
Load more