Saat Warkop Meraup Omset dari Piala Dunia 2026
- tvOnenews-Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Lantai sebuah warung kopi (warkop) di sebuah sudut Kota Surabaya mendadak bergetar saat si bola bundar merobek gawang. Gemuruh suara dari para pengunjung terdengar kencang pada dini hari itu. Demam Piala Dunia 2026 mulai menjangkiti masyarakat Indonesia.
“Gooool,” teriak para pengunjung warkop sembari berjingkrak kegirangan saat Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026.
Pada pergantian malam, jauh sebelum peluit tanda pertandingan dibunyikan, para warga Kota Surabaya sudah berkumpul di warkop. Layar putih terbentang di area depan warkop. Mereka ada yang duduk di bangku, ada pula yang lesehan.
Semarak Piala Dunia 2026 tumbuh subur bak jamur pada musim hujan. Di warkop itu misalnya, hiasan-hiasan berupa bendera-bendera peserta Piala Dunia 2026 pun dipasang. Sejumlah Play Station pun disediakan untuk para pengunjung bermain game sepakbola sambil menunggu kick off.
Di meja-meja yang sudah terisi penuh, mereka pun duduk asyik berbincang peluang tim-tim peserta Piala Dunia 2026 bisa lolos ke babak 32 besar hingga berdebat soal taktik dan keputusan wasit. Jersey-jersey negara-negara partisipan berwarna-warni juga terlihat.
Aneka makanan dan minuman yang tersaji di meja. Ada roti bakar, kopi, teh manis, pisang bakar, dan olahan mi instan berbagai rasa disantap para pengunjung.
Saat bola bergulir, mata para pengunjung tak berhenti menatap layar. Operan-operan dari pemain berkelas dunia diperhatikan dengan seksama. Mulut pun tetap tak berhenti mengunyah makanan dan menyeruput minuman yang telah dipesan.
Di Jakarta, gegap gempita Nobar Piala Dunia 2026 juga terasa. Di sebuah kafe di pinggiran Menteng, puluhan orang juga menonton pertandingan Argentina vs Austria. Rasa bahagia muncul dari raut wajah para penonton. Tentu, perut kenyang semakin menambah kegembiraan.
Soal nobar, makanan dan minuman juga bagian dari teman, setidaknya selama dua jam. Sebelum pertandingan, bola kali pertama ditendang, istirahat turun minum, dan sisa babak kedua. Segelas kopi hitam sudah barang tentu diseruput.
Gratis Nobar dan Kemenangan UMKM
Atmosfer Nobar Piala Dunia 2026 tentu sangat dirindukan masyarakat Indonesia. Hajatan FIFA lima tahun sekali ini yang digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.menjadi magnet pemersatu masyarakat termasuk para penggila bola tak peduli dini hari. Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia pun terdongkrak berkat Piala Dunia 2026.
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI sebagai Official Broadcaster Piala Dunia 2026 di Indonesia telah menggratiskan lisensi kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026 untuk pelaku UMKM melalui siaran televisi terrestrial digital. TVRI sendiri menyiarkan lebih dari 100 pertandingan Piala Dunia mulai dari fase grup hingga final nanti.
TVRI sejak awal berupaya memastikan semarak Piala Dunia 2026 dapat dirasakan masyarakat luas meliputi penyelenggaraan nobar resmi oleh komunitas, pelaku UMKM, institusi pendidikan, hingga pemerintah daerah.
Nobar Piala Dunia 2026 menciptakan perputaran ekonomi di sekitar lokasi nobar seperti kenaikan penjualan makanan dan minuman serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Keputusan pemerintah menayangkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 secara gratis melalui TVRI merupakan langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap ajang olahraga internasional serta upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Berdasarkan data TVRI, jumlah penyelenggaraan nobar resmi Piala Dunia 2026 terus bertambah. Hingga saat ini, terdapat sekitar 7.200 titik nobar di Indonesia yang digelar pemerintah daerah, kampus, komunitas, UMKM, organisasi masyarakat, hingga kelompok pencinta sepak bola.
Gratisnya Nobar Piala Dunia 2026 untuk UMKM serasa menjadi kemenangan untuk pelaku UMKM. Keberpihakan pemerintah terhadap pelaku UMKM terwujud secara nyata oleh langkah yang diambil oleh pemerintah.
Stimulus Ekonomi Indonesia
Piala Dunia 2026 di Indonesia tak sekedar hiburan, tetapi juga jadi katalisator dan stimulus pertumbuhan ekonomi.
Direktur Utama LPP TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari dalam pernyataannya di media menilai Piala Dunia 2026 yang disiarkan oleh TVRI dapat menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakatnya.
Berbagai peluang usaha baru dan perputaran ekonomi juga bisa berputar. Warkop, restoran, dan toko-toko merchandise Piala Dunia 2026 bertambah penuh.
“Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan tontonan kelas dunia, tetapi turut membuka peluang bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendongkrak pendapatannya. Nilai ekonomi dari nobar ini diproyeksikan akan memberikan dampak bagi daerah, ” ujar Fiki.
Di lapangan, misalnya saat Nobar Piala Dunia 2026 di warkop atau kedai kopi di Indonesia, omset yang bisa diraih bisa mencapai ratusan juta rupiah dalam sekali pertandingan. Raihan omset itu juga didukung oleh banyaknya tempat ngopi di Indonesia. Bahkan, database global Point of Interest (POI) mencatat ada 461.991 titik lokasi kedai kopi termasuk warkop yang tersebar di Indonesia dan menjadikan yang terbanyak di dunia.
POI merupakan basis data global yang digunakan untuk riset industri dan analisis tren perkotaan melalui platform pemetaan terbuka OpenStreetMap. Data tersebut kerap dimanfaatkan untuk melihat perkembangan gaya hidup, ekonomi kreatif, hingga perubahan lanskap kota.
Belum lagi titik-titik Nobar Piala Dunia 2026 selain warkop maupun kedai kopi. Dari unggahan akun resmi TVRI, ada lokasi-lokasi seperti rusunawa, gelanggang olahraga, pasar, mal, restoran cepat saji, dan lainnya yang jadi tempat perhelatan nobar.
Hitung-hitungan secara sederhana dengan data POI, jika satu warkop dengan kapasitas 50 orang dan jumlah pengeluargan per orang minimal Rp 50.000 dan margin error sekitar lima persen, maka omset yang didapatkan dari nobar Piala Dunia 2026 dalam satu kali pertandingan bisa mencapai Rp 24 milyar. Selama Piala Dunia 2026, omset dari nobar di warkop maupun kedai kopi bisa mencapai Rp 2,49 triliun.
Warkop maupun kedai kopi sebagai salah satu UMKM tulang punggung perekonomian desa dan kota di Indonesia bisa terus memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026. Hajatan FIFA ini menjadi peluang untuk terus meraup omset. Pengusaha warkop bisa berkreasi untuk mengadakan Nobar Piala Dunia 2026.
Inilah momen yang ditunggu-tunggu saat puluhan juta pasang mata sejenak menikmati pesta sepakbola terbesar di dunia. Bagi pelaku UMKM, inilah momentum dan batu loncatan untuk naik kelas.
Sepakbola memang punya cara tersendiri untuk menghibur rakyat. Kemeriahan hiburan kolektif ala kelas pekerja ini terasa hingga lintas benua dan tak mengenal perbedaan politik, budaya, suku, agama, dan pilihan hidup. Apa yang dirasakan nun jauh di Benua Amerika, juga dirasakan secara ekonomi di Indonesia.(raa)
Load more