News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lahir di Surabaya dan Besar di Batam, Pemain Potensial Ini Pilih Bela Singapura daripada Timnas Indonesia saat Jalani Karier Profesionalnya

Meskipun lahir di Surabaya dan dibesarkan di Batam, namun pemain ini justru lebih memilih bermain untuk tim nasional Singapura daripada Timnas Indonesia.
Minggu, 21 Juli 2024 - 18:06 WIB
Pemain kelahiran Surabaya yang pilih Singapura daripada Timnas Indonesia
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

tvOnenews.com - Pemain ini justru lebih memilih bela tim nasional Singapura daripada Timnas Indonesia. Padahal, ia lahir di Surabaya, Jawa Timur dan besar di Batam.

Ia bahkan sempat beberapa kali diturunkan saat Singapura bertemu Timnas Indonesia dalam pertandingan internasional, baik level junior maupun senior.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, talenta berbakat pada bidang sepak bola yang dimiliki Indonesia bukan hanya tersebar di dalam negeri saja, melainkan juga di luar negeri.

Situasi inilah yang menjadi alasan PSSI gencar berburu pemain keturunan di luar negeri untuk ditawarkan menjalani naturalisasi ke Timnas Indonesia.

Bukan cuma Shin Tae-yong, namun pelatih Timnas Indonesia kelompok umur seperti Indra Sjafri, Bima Sakti, hingga Nova Arianto juga mulai menerapkan hal serupa.

Pasalnya, kemampuan dari para pemain keturunan di luar negeri tersebut dirasa mampu memberikan dampak signifikan dalam pola permainan Timnas Indonesia.

Sebagai contoh, kehadiran pemain keturunan di Timnas Indonesia senior langsung berefek pada sejumlah prestasi di tingkat internasional, seperti Piala Asia maupun Kualifikasi Piala Dunia.

tvonenews

Kendati demikian, ternyata ada beberapa pemain keturunan di luar negeri yang menolak bermain bagi Timnas Indonesia dan memilih gabung ke negara tempat tinggalnya.

Jika berbicara tentang Singapura, nama Fandi Ahmad mungkin menjadi pemain keturunan Indonesia tepatnya Jawa yang memilih perkuat negara tetangga.

Jejaknya pun diikuti oleh ketiga anaknya yakni Irfan Fandi, Ikhsan Fandi, dan Ilhan Fandi yang sama-sama menjadi pemain kunci Timnas Singapura.

Namun selain Fandi bersaudara, ternyata ada pemain keturunan Jawa lainnya yang justru memilih gabung ke Singapura daripada Timnas Indonesia.

Dia adalah Amy Recha, pemain senior Singapura yang lahir di Surabaya, Jawa Timur bahkan dibesarkan di Batam oleh orang tuanya yang merupakan WNI.

Amy Recha diketahui punya garis keturunan Indonesia dari ibunya yang asli warga Surabaya, Jawa Timur, sehingga tidak mengherankan jika dia lahir disana.

Melansir dari laman Federasi Sepak Bola Singapura (FAS), Amy Recha mengakui kalau dirinya punya darah Indonesia dan memilih bela Singapura karena tinggal disana.

“Ibu saya berasal dari Surabaya dan saya lahir di sana dan dibesarkan beberapa tahun di Batam, sebelum pindah ke Singapura saat kecil,” ujar Amy Recha dilansir dari laman FAS. 

Amy Recha memulai karier sepak bolanya bersama Geylang International pada 2011 dan langsung mencatatkan gol pada laga debutnya saat melawan Balestier Khalsa.

Namun, selama tujuh musim bermain di Geylang dan sempat dipinjamkan ke Young Lions, konsistensi permainan menjadi hal yang sulit didapatkan Amy Recha.

Sempat gabung ke Home United pada 2018, Amy Recha kembali pulang ke Geylang dengan kondisi yang lebih matang usai mendapat pengalaman bermain di klub lain.

Puncak kariernya terjadi pada 2021 saat Amy Recha sukses memborong 12 gol hanya dari 21 penampilan bersama Geylang. Di saat yang bersamaan, ia mendapat panggilan Timnas Singapura.

Ketika itu, pelatih Tatsuma Yoshida memanggilnya ke Timnas Singapura untuk menghadapi turnamen Piala AFF 2020 dan ini menjadi debut internasional pertama Amy Recha.

Lebih spesial lagi, penampilan perdana Amy Recha di Piala AFF 2020 langsung menghadapi negara kelahirannya yakni Timnas Indonesia.

Amy Recha saat membela Singapura

Amy Recha saat membela Singapura (Source: FAS)

Jelang menatap semifinal Piala AFF 2020 silam, pemain yang berposisi sebagai gelandang serang dan winger itu mengatakan bakal tampil maksimal meski melawan tanah kelahirannya.

“Jelas menjadi laga spesial menghadapi Timnas Indonesia yang juga sudah pernah saya hadapi di level kelompok usia,” ujarnya.

“Beberapa anggota keluarga saya tinggal di sana (Indonesia), tetapi mereka tetap mendukung meski saya memperkuat Singapura,” lanjut Amy Recha.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, Amy Recha yang ketika itu masuk sebagai pemain pengganti tak mampu menghindarkan Singapura dari kekalahan atas Timnas Indonesia dengan agregat 3-5 di semifinal Piala AFF 2020.

Usai menjalani debut di Piala AFF 2020, pemain kelahiran 1992 itu terus dipercaya bermain bagi Timnas Singapura dengan total 13 penampilan. (han)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat, Dirlantas Ungkap Ada Pengurangan Volume Kendaraan

Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat, Dirlantas Ungkap Ada Pengurangan Volume Kendaraan

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin ungkap kondisi lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya, terutama Jakarta, usai ada penerapan WFH setiap hari Jumat.
Gubernur Khofifah Lantik Pengurus Wilayah, Komisariat dan Pengurus Cabang IKA UNAIR

Gubernur Khofifah Lantik Pengurus Wilayah, Komisariat dan Pengurus Cabang IKA UNAIR

Ketua Umum PP IKA UNAIR yang juga Gubernur Jatim melantik Pengurus Wilayah, Komisariat, dan Pengurus Cabang IKA UNAIR periode 2025–2030.
Sidak Dapur Rumah Warga, Gubernur Dedi Mulyadi Meringis Lihat Lauk Makanan Seadanya yang Dibuat Seorang Nenek

Sidak Dapur Rumah Warga, Gubernur Dedi Mulyadi Meringis Lihat Lauk Makanan Seadanya yang Dibuat Seorang Nenek

Di bulan Ramadhan kemarin, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merasa terenyuh ketika melihat warganya yang hanya konsumsi makanan seadanya untuk berbuka puasa.
Minta Audiensi dengan DPR RI, Pekerja Penggilingan Padi Pakuhaji: Kesulitan Pasokan Gabah

Minta Audiensi dengan DPR RI, Pekerja Penggilingan Padi Pakuhaji: Kesulitan Pasokan Gabah

Proyek pembangunan yang mengikis ribuan hektar lahan pertanian di Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, turut menggerus nasib pekerja penggilingan padi.
Keputusan AFC Bisa Bikin Rugi Timnas Indonesia, Media Vietnam Sebut Skuad Garuda akan Gagal ke Piala Dunia U17 2026

Keputusan AFC Bisa Bikin Rugi Timnas Indonesia, Media Vietnam Sebut Skuad Garuda akan Gagal ke Piala Dunia U17 2026

Media Vietnam menyebut ada keputusan AFC yang bisa membuat Timnas Indonesia rugi dan gagal lolos ke Piala Dunia U17 2026. Keputusan ini terkait tuan rumah.
Keputusan AFC Bisa Bikin Rugi Timnas Indonesia, Media Vietnam Sebut Skuad Garuda akan Gagal ke Piala Dunia U17 2026

Keputusan AFC Bisa Bikin Rugi Timnas Indonesia, Media Vietnam Sebut Skuad Garuda akan Gagal ke Piala Dunia U17 2026

Media Vietnam menyebut ada keputusan AFC yang bisa membuat Timnas Indonesia rugi dan gagal lolos ke Piala Dunia U17 2026. Keputusan ini terkait tuan rumah.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang merayakan hari jadinya ke-58.
Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi ibu muda asal Cimahi nyaris saja kehilangan bayi yang baru dilahirkannya gara-gara keteledoran petugas Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT